Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Picky Eater

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Anak Anda tidak mau makan yang lain selain chicken nugget atau sosis? Meski merepotkan dan kadang bikin jengkel, pilih-pilih makanan atau picky eater adalah fase yang wajar di masa tumbuh kembang anak. Kebiasaan ini sebenarnya bisa hilang seiring waktu, terutama jika orangtuanya mendukung. Berikut penjelasan seputar anak yang pilih-pilih makanan (picky eater) dan cara mengatasi agar tidak menjadi semakin buruk.

Apa yang menyebabkan anak jadi seorang picky eater?

Setelah melalui masa menu makanan dengan tekstur agak halus, di usia balita, anak mulai mengenal rasa dan variasi makanan baru. Mengutip dari Baby Center, anak yang picky eater cenderung diberi makanan yang tidak bervariasi.

Anak cenderung memilih dan menyukai makanan yang biasa ia makan. Oleh karena itu, ada baiknya Anda selalu memperkenalkan makanan baru pada usia dini untuk mencegah anak agar tidak pilih-pilih makanan (picky eater).

Memberinya makanan yang itu-itu saja dapat mempersempit pemilihan makanan anak. Ini membuat anak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) dan harus dicari cara untuk mengatasi kondisi tersebut.

Berdasarkan jurnal berjudul Proceeding of the Nutrition Society, pilih-pilih makanan adalah perilaku wajar pada anak usia dini.

Sebenarnya, tidak ada definisi yang diterima secara universal tentang kondisi picky eater dan tidak ada kesepakatan tentang alat terbaik untuk mengidentifikasinya.

Namun, beberapa hal yang menyebabkan anak pilih-pilih makanan biasanya karena:

  • Terlambat mengenal tekstur makanan.
  • Ditekan untuk memilih makanan sejak awal (dipengaruhi oleh lingkungan)
  • Kurangnya penyediaan variasi makanan

Masih dari jurnal yang sama, ketika anak Anda seorang pemilih makanan, ada konsekuensi yang diterima olehnya, seperti:

Mengatasi anak picky eater atau pilih-pilih makanan perlu perhatian khusus dan diberi contoh oleh lingkungan di sekitarnya.

Menciptakan suasana yang menyenangkan ketika makan juga penting agar si kecil berselera saat menyantap menu yang sudah disediakan.

Tips mengatasi anak susah makan karena picky eater (pilih-pilih makanan)

gizi buruk pada balita

Anda sebagai orangtua tetap harus memastikan bahwa asupan gizi si kecil tetap terpenuhi setiap saat. Seiring pertumbuhannya, kebanyakan anak akan mulai menyukai menu makanan yang lebih beragam.

Mereka pun lambat laun akan menyadari betapa pentingnya variasi makanan dan nutrisi. Sambil menanti saat tersebut tiba, selain bersabar, Anda bisa mencoba cara berikut untuk mengatasi masalah anak pilih-pilih makanan atau picky eater.

1. Hargai keinginan anak untuk makan (atau tidak makan)

Poin pertama dalam mengatasi anak picky eater adalah tidak memaksa anak untuk makan kalau mereka tidak lapar. Ada orangtua yang suka memaksa anaknya untuk makan sesuatu atau mencuci piringnya sendiri. Hal ini hanya bisa menciptakan suasana tegang dan memicu adu mulut saat sedang makan di meja makan.

Paksaan yang Anda lakukan terus menerus justru membuat anak mengaitkan kegiatan makan dengan kecemasan dan frustrasi. Anak juga cenderung lebih mengabaikan rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Sajikan makanan dengan porsi kecil untuk menghindari anak kekenyangan. Berilah mereka kesempatan untuk menambah porsi makan mereka sendiri.

2. Taati jadwal makan rutin

Buatlah jadwal makan rutin yang teratur, misalnya sajikan makanan berat dan camilan di waktu yang sama setiap hari. Bila Anda membiarkan anak minum jus, susu, atau makan camilan sepanjang hari, ini bisa menurunkan nafsu makan saat waktu makan tiba.

3. Bersabar dengan menu baru

Mengatasi anak picky eater memang harus sabar. Bila Anda menyajikan seporsi menu makanan baru di meja makan, biasanya anak-anak akan menyentuh atau mencium makanan terlebih dulu.

Setelah mencicipi, mereka mungkin menaruh kembali makanan tersebut ke atas piring. Biasanya untuk hal tersebut, anak-anak butuh proses, sebelum akhirnya terbiasa dan mau dengan menu makanan baru.

Anda perlu mendorong anak agar lebih memerhatikan warna, bentuk, aroma, dan tekstur makanan daripada cuma rasa makanan itu sendiri. Akan lebih baik jika Anda menyajikan menu baru bersama dengan menu makanan favorit anak Anda.

4. Buatlah kegiatan makan jadi menyenangkan

Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dengan saus atau bumbu favorit. Agar lebih menarik, potong makanan menjadi berbagai bentuk menggunakan cetakan kue.

Tawarkan juga menu sarapan untuk disajikan sebagai makan malam. Selain itu, Anda bisa mencoba untuk menyajikan berbagai makanan dengan warna cerah untuk mengatasi anak yang suka pilih-pilih makanan (picky eater).

5. Ajak anak berpartisipasi menyiapkan makanan

Bila anak Anda hobi pilih-pilih makanan, coba libatkan ia dalam kegiatan yang berhubungan dengan urusan makan keluarga. Anda bisa mengajak mereka berbelanja ke pasar atau ke supermarket.

Mintalah bantuan anak untuk memilih buah-buahan, sayuran, dan makanan sehat lainnya waktu berbelanja bersama. Hindari membeli sesuatu yang menurut Anda tidak baik untuk dikonsumsi anak.

Ketika sampai di rumah, lakukan hal yang sama dengan melibatkan anak untuk mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau mengatur meja makan.

6. Gunakan kreativitas Anda dalam memasak

Untuk mengantisipasi masalah anak susah yang makan karena menu yang tidak mereka suka, Anda harus kreatif. Kreasikan masakan dengan misalnya menambahkan brokoli cincang atau paprika hijau dalam saus spaghetti.

Selain itu, Anda juga bisa menaburkan irisan buah di atas semangkuk sereal atau campurkan zucchini dan wortel parut ke dalam bubur dan sup.

Ada baiknya hal ini dilakukan agar anak Anda suka dengan berbagai makanan sehat, meskipun ia sebenarnya tidak menyukai makanan tertentu, seperti sayur atau buah.

7. Jauhi hal yang mengganggu waktu makan

Matikan TV dan alat elektronik lainnya saat sedang makan. Hal ini akan membantu anak lebih fokus pada makanan. Perlu diingat bahwa iklan TV mungkin juga mendorong keinginan anak untuk mengonsumsi makanan manis atau makanan yang kurang bergizi.

8. Makan bersama keluarga

Sebelum makan bersama, Anda bisa mendiskusikan menu apa yang diinginkan oleh anggota keluarga untuk makan malam. Libatkan anak untuk merencanakan makan bersama, ini membuat anak lebih bisa menerima makanan yang disediakan.

9. Tidak menjadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman

Hindari menjadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman untuk anak. Ini dilakukan agar tidak tercipta emosi negatif terhadap makanan tertentu pada anak.

Menjadikan makanan tertentu sebagai hadiah membuat makanan tersebut menjadi sesuatu yang spesial bagi anak. Sebaliknya, menjadikan makanan tertentu sebagai hukuman membuat makanan tersebut dihindari oleh anak.

10. Kenalkan makanan baru

Agar kebutuhan gizi anak terpenuhi untuk pertumbuhan dan perkembangannya, sangat penting untuk memberi ragam menu masakan pada si kecil. Salah satu cara untuk mengatasi anak picky eater adalah dengan mengenalkan jenis makanan baru.

Namun, hal ini tidak mudah, pasti akan ada penolakan dari si kecil. Berikut ini merupakan tips untuk memperkenalkan makanan baru pada anak:

Biarkan anak menyentuh makanan

Mengapa perlu membiarkan anak menyentuh makanannya? Ketika anak melakukannya, hal ini dapat membantu anak untuk membangun rasa kontrolnya. Dengan begitu, Anda memberikan kesempatan pada anak untuk mengenali makanan yang ia makan sejak awal.

Hindari memaksa anak mencoba makanan baru

Sebaiknya tawarkan makanan baru pada anak dengan memintanya untuk mencoba satu gigitan, tetapi jangan sampai memaksa anak.

Memaksa anak untuk makan makanan tertentu malah akan membuat anak tidak suka makanan tersebut. Buruknya, hal ini mungkin dapat menimbulkan perdebatan antara ibu dan anak sehingga membuat suasana saat makan bersama tidak nyaman bagi anak.

Ciptakan suasana yang menyenangkan saat makan, hal ini membantu mempertahankan nafsu makan anak.

Menyediakan ragam pilihan menu

Sediakan beragam jenis makanan bergizi dan biarkan anak untuk memilih apa dan berapa banyak makanan yang akan ia makan.

Kebiasakan makan dan pemilihan makanan anak sangat dipengaruhi oleh orang sekitarnya, terutama oleh orangtua. Ini bisa mengatasi anak yang memiliki kondisi picky eater atau pilih-pilih makanan.

Pengaruh orangtua terhadap pemilihan makanan anak ini terjadi karena orangtua mengendalikan ketersediaan makanan di rumah, menentukan bagaimana dan kapan makanan disajikan, dan membangun perilaku yang baik terhadap makanan.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menyediakan beragam jenis makanan bergizi di rumah. Jika orangtua menyediakan beragam makanan sehat di rumah dan juga memakannya, anak akan mengikutinya dan lebih mungkin untuk menyukai makan makanan bergizi.

Beri porsi sedikit

Ketika Anda sedang mengenalkan menu makanan baru pada si kecil, berikan dengan porsi makan yang sedikit. Jika anak menolak, coba lagi nanti, dan terus tawari anak dengan makanan baru.

Lama-kelamaan anak ingin mencobanya, kemudian mengenali rasanya, dan menjadi familiar dengan makanan tersebut, sehingga ia tidak akan menolaknya lagi.

Menawarkan makanan baru ke anak secara konsisten dapat membantu mengurangi kecenderungan anak untuk menolak makanan baru.

Turunkan ekspektasi

Tidak ada sesuatu yang berjalan mulus, pasti ada yang terjadi tidak sesuai rencana, termasuk mengatasi dan mengurangi kondisi picky eater pada anak.

Penting untuk Anda menurunkan ekspektasi terhadap keberhasilan cara tersebut agar mengurangi rasa kesal di dalam diri.

Sebaiknya Anda tetap konsentrasi dengan membuat waktu makan menjadi lebih menyenangkan, dibanding fokus pada pilihan makanan. Pasalnya, bila si kecil merasa pengalaman makannya menyenangkan, ia akan mengulangi hal yang sama di lain kesempatan.

Hindari pemakaian makanan sebagai hadiah, seperti permen, biskuit, cokelat, atau susu. Ini membuat si kecil tidak belajar mengendalikan keinginannya.

Ketika waktu makan sudah selesai, ambil piring si kecil meski makanannya belum habis. Berikan camilan dua jam sebelum waktu makan berikutnya agar ia berlatih mengenal rasa lapar.

Mencoba makan sendiri

Dukung anak Anda untuk mencoba makan sendiri. Pastikan Anda menyediakan makanan ringan sehat. Selalu awasi mereka makan untuk menghindari risiko tersedak. Ajarkan mereka untuk makan sambil duduk, tidak sambil berlari-larian.

Bebaskan anak Anda menentukan apabila mereka sudah merasa kenyang atau belum—hal ini mengajarkan mereka untuk mendengar tubuh mereka.

Selain itu, pertimbangkan ukuran perut anak Anda. Terlalu banyak minum susu atau sari buah dapat membuat mereka kenyang.

Apabila makan malam keluarga dilakukan terlalu malam, anak Anda mungkin akan terlalu lelah untuk makan. Sajikan makanan mereka lebih cepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 12, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca