Tak Cuma Cegah Lapar, Rutin Sarapan Pagi Juga Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Buru-buru ke sekolah karena takut terlambat menjadi alasan paling umum kenapa anak sering melewatkan sarapan setiap hari. Padahal sarapan itu penting, lho! Bukan cuma sekadar mencegah anak kelaparan, manfaat sarapan pagi juga dapat meningkatkan konsentrasi anak saat di sekolah. Bahkan, anak Anda akan tumbuh berprestasi berkat rutin sarapan setiap pagi.

Kenapa masih banyak anak yang jarang sarapan pagi?

anak susah makan kasih suplemen

Dilansir dari Livestrong, sekitar 8-12 persen anak-anak usia sekolah dan 30 persen remaja di dunia melewatkan sarapan setiap pagi. Sementara di Indonesia sendiri, 7 dari 10 anak mengalami kekurangan gizi sarapan.

Penyebab anak tidak sarapan pagi bisa bermacam-macam. Mulai dari bangun kesiangan, ibu tidak sempat menyiapkan sarapan, takut terlambat, hingga takut mengantuk di sekolah. Ya, banyak orang yang mengira bahwa sarapan pagi bisa bikin anak mengantuk. Katanya, hal ini bisa membuat anak jadi tidak fokus belajar di sekolah dan menurunkan prestasinya.

Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Manfaat sarapan pagi bukan hanya memberikan energi tambahan bagi anak dalam mengawali hari, tapi juga bikin anak lebih semangat dan fokus belajar di kelas.

Manfaat sarapan pagi untuk kecerdasan anak

kebutuhan nutrisi anak selama masa ujian sekolah

Ibarat mobil, sarapan pagi bertindak sebagai bensin alias bahan bakar yang memastikan fungsi organ tubuh berjalan optimal. Tak hanya menjaga kesehatan anak secara fisik, manfaat sarapan pagi juga bisa bikin si kecil lebih cepat tanggap dalam belajar.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak-anak yang rajin sarapan pagi cenderung lebih fokus dalam belajar, ketimbang anak yang tidak sarapan. Energi yang berasal dari asupan karbohidrat pada menu sarapan membuat anak lebih aktif berdiskusi, mampu menangani masalah kompleks di kelas, dan bahkan mendapatkan nilai yang lebih baik. Begitu menurut dr. William Sears, seorang dokter anak asal California, Amerika Serikat.

Hal ini turut disetujui oleh Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp. A (K), selaku dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik, yang ditemui tim Hello Sehat di Sudirman, Jakarta Pusat pada Kamis (21/2). Dr. Lanang, begitu ia akrab disapa, bahkan sudah membuktikannya sendiri melalui penelitian yang dilakukan pada anak sekolah usia 6-9 tahun dan di atas 9 tahun di Bali.

Dr. Lanang menemukan bahwa anak yang rajin sarapan pagi memiliki nilai akademis 4 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak sarapan. Hal ini terlihat dari kemampuan kognitif anak yang meningkat, terutama dalam hal daya ingat dan kemampuan memperhatikan pelajaran di kelas.

“Dilihat dari hasil ujian seluruh mata pelajaran selama satu semester, anak yang rutin sarapan pagi mempunyai nilai di atas rata-rata daripada anak yang tidak sarapan,” jelas Dr. Lanang. Hal ini membuktikan bahwa manfaat sarapan pagi jelas membuat anak jadi lebih berprestasi di sekolahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Taufiq Pasiak, M. Kes, M.Pd, selaku ahli neuroanatomi dan neurosains, turut mendukung paparan tersebut. “Manfaat sarapan pagi bukan cuma bikin pintar, tapi juga mengatur emosi jadi lebih stabil. Akan tetapi, hal ini tidak bisa bersifat insidental (mendadak), harus berkelanjutan. Minimal 22 hari (rutin sarapan) biar bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk anak,” paparnya.

Hal ini turut didukung oleh sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience tahun 2013 silam. Dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa manfaat sarapan pagi juga bisa meningkatkan kesehatan jiwa anak.

Seperti apa menu sarapan yang baik untuk anak?

sarapan sehat

Untuk meraup manfaat sarapan pagi dengan maksimal, perhatikan menu makanan yang Anda sajikan untuk si kecil. Pastikan makanannya mengandung gizi lengkap yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Menu sarapan anak harus mengandung gizi makro dan gizi mikro yang lengkap. Menurut Dr. Lanang, menu sarapan yang ideal untuk anak setidaknya terdiri dari 4 komponen, yaitu karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan lemak.

Bicara soal karbohidrat, Anda mungkin berpikir bahwa harus ada nasi dalam menu sarapan anak. Padahal, Anda juga boleh memberikan sumber karbohidrat lainnya seperti mi, kentang, ubi, roti, dan sebagainya. Namun, tidak masalah juga kalau Anda hanya ingin memberikan nasi sebagai sumber karbohidrat untuk anak.

Lain halnya dengan protein, Anda justru dianjurkan untuk memberikan makanan sumber protein yang bervariasi untuk anak. Misalnya telur, ikan, daging, tahu, tempe, atau kacang-kacangan secara bergantian.

“Dari keempat komponen tersebut, protein hewani harus selalu ada. Sebab, kandungan makro dan mikronya cenderung lengkap. Tapi kalau bisa lebih banyak, lebih bagus,” ujar Dr. Lanang saat ditanya mengenai menu sarapan yang baik untuk anak. Jadi, meskipun Anda sudah memberikan tahu atau tempe sebagai sumber protein nabati, Anda harus tetap memberikan telur atau daging untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak.

Nah, sudah tidak diragukan lagi bahwa manfaat sarapan pagi dapat meningkatkan kinerja otak anak saat belajar. Oleh karena itu, yuk, biasakan anak sarapan pagi mulai dari sekarang!

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 21, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 25, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca