Tak Cuma Cegah Lapar, Rutin Sarapan Pagi Juga Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/02/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Buru-buru ke sekolah karena takut terlambat menjadi alasan paling umum kenapa anak sering melewatkan sarapan setiap hari. Padahal sarapan itu penting, lho! Bukan cuma sekadar mencegah anak kelaparan, manfaat sarapan pagi juga dapat meningkatkan konsentrasi anak saat di sekolah. Bahkan, anak Anda akan tumbuh berprestasi berkat rutin sarapan setiap pagi.

Kenapa masih banyak anak yang jarang sarapan pagi?

anak susah makan kasih suplemen

Dilansir dari Livestrong, sekitar 8-12 persen anak-anak usia sekolah dan 30 persen remaja di dunia melewatkan sarapan setiap pagi. Sementara di Indonesia sendiri, 7 dari 10 anak mengalami kekurangan gizi sarapan.

Penyebab anak tidak sarapan pagi bisa bermacam-macam. Mulai dari bangun kesiangan, ibu tidak sempat menyiapkan sarapan, takut terlambat, hingga takut mengantuk di sekolah. Ya, banyak orang yang mengira bahwa sarapan pagi bisa bikin anak mengantuk. Katanya, hal ini bisa membuat anak jadi tidak fokus belajar di sekolah dan menurunkan prestasinya.

Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Manfaat sarapan pagi bukan hanya memberikan energi tambahan bagi anak dalam mengawali hari, tapi juga bikin anak lebih semangat dan fokus belajar di kelas.

Manfaat sarapan pagi untuk kecerdasan anak

kebutuhan nutrisi anak selama masa ujian sekolah

Ibarat mobil, sarapan pagi bertindak sebagai bensin alias bahan bakar yang memastikan fungsi organ tubuh berjalan optimal. Tak hanya menjaga kesehatan anak secara fisik, manfaat sarapan pagi juga bisa bikin si kecil lebih cepat tanggap dalam belajar.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak-anak yang rajin sarapan pagi cenderung lebih fokus dalam belajar, ketimbang anak yang tidak sarapan. Energi yang berasal dari asupan karbohidrat pada menu sarapan membuat anak lebih aktif berdiskusi, mampu menangani masalah kompleks di kelas, dan bahkan mendapatkan nilai yang lebih baik. Begitu menurut dr. William Sears, seorang dokter anak asal California, Amerika Serikat.

Hal ini turut disetujui oleh Dr. dr. I Gusti Lanang Sidiartha, Sp. A (K), selaku dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan metabolik, yang ditemui tim Hello Sehat di Sudirman, Jakarta Pusat pada Kamis (21/2). Dr. Lanang, begitu ia akrab disapa, bahkan sudah membuktikannya sendiri melalui penelitian yang dilakukan pada anak sekolah usia 6-9 tahun dan di atas 9 tahun di Bali.

Dr. Lanang menemukan bahwa anak yang rajin sarapan pagi memiliki nilai akademis 4 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak sarapan. Hal ini terlihat dari kemampuan kognitif anak yang meningkat, terutama dalam hal daya ingat dan kemampuan memperhatikan pelajaran di kelas.

“Dilihat dari hasil ujian seluruh mata pelajaran selama satu semester, anak yang rutin sarapan pagi mempunyai nilai di atas rata-rata daripada anak yang tidak sarapan,” jelas Dr. Lanang. Hal ini membuktikan bahwa manfaat sarapan pagi jelas membuat anak jadi lebih berprestasi di sekolahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Taufiq Pasiak, M. Kes, M.Pd, selaku ahli neuroanatomi dan neurosains, turut mendukung paparan tersebut. “Manfaat sarapan pagi bukan cuma bikin pintar, tapi juga mengatur emosi jadi lebih stabil. Akan tetapi, hal ini tidak bisa bersifat insidental (mendadak), harus berkelanjutan. Minimal 22 hari (rutin sarapan) biar bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk anak,” paparnya.

Hal ini turut didukung oleh sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience tahun 2013 silam. Dalam penelitian tersebut, disebutkan bahwa manfaat sarapan pagi juga bisa meningkatkan kesehatan jiwa anak.

Seperti apa menu sarapan yang baik untuk anak?

sarapan sehat

Untuk meraup manfaat sarapan pagi dengan maksimal, perhatikan menu makanan yang Anda sajikan untuk si kecil. Pastikan makanannya mengandung gizi lengkap yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Menu sarapan anak harus mengandung gizi makro dan gizi mikro yang lengkap. Menurut Dr. Lanang, menu sarapan yang ideal untuk anak setidaknya terdiri dari 4 komponen, yaitu karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan lemak.

Bicara soal karbohidrat, Anda mungkin berpikir bahwa harus ada nasi dalam menu sarapan anak. Padahal, Anda juga boleh memberikan sumber karbohidrat lainnya seperti mi, kentang, ubi, roti, dan sebagainya. Namun, tidak masalah juga kalau Anda hanya ingin memberikan nasi sebagai sumber karbohidrat untuk anak.

Lain halnya dengan protein, Anda justru dianjurkan untuk memberikan makanan sumber protein yang bervariasi untuk anak. Misalnya telur, ikan, daging, tahu, tempe, atau kacang-kacangan secara bergantian.

“Dari keempat komponen tersebut, protein hewani harus selalu ada. Sebab, kandungan makro dan mikronya cenderung lengkap. Tapi kalau bisa lebih banyak, lebih bagus,” ujar Dr. Lanang saat ditanya mengenai menu sarapan yang baik untuk anak. Jadi, meskipun Anda sudah memberikan tahu atau tempe sebagai sumber protein nabati, Anda harus tetap memberikan telur atau daging untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak.

Nah, sudah tidak diragukan lagi bahwa manfaat sarapan pagi dapat meningkatkan kinerja otak anak saat belajar. Oleh karena itu, yuk, biasakan anak sarapan pagi mulai dari sekarang!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . 5 mins read

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Banyak orang minum susu untuk sarapan karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar sehat ?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/04/2020 . 4 mins read

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 14 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 mins read
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 6 mins read
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 8 mins read
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 4 mins read