Manfaat ASI Eksklusif dalam Mencegah Obesitas pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan alami untuk bayi yang dihasilkan oleh Ibu pasca melahirkan. ASI eksklusif merupakan pemberian ASI pada bayi tanpa disertai dengan pemberian makanan atau minuman, bahkan air mineral, selama enam bulan pertama. ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi selama enam bulan pertama dan memenuhi setengah kebutuhan nutrisi bayi hingga dua tahun masa kehidupannya.

Pemberian ASI dengan ditambah makanan lainnya akan memicu tubuh bayi untuk membentuk sel lemak lebih awal dari biasanya. Hal inilah yang menyebabkan penyimpanan lemak tubuh secara abnormal pada anak berusia di atas lima tahun hingga menjelang remaja, atau yang dikenal dengan obesitas pada anak. Semakin dini usia anak tersebut saat mengalami kegemukan, semakin besar risikonya menderita obesitas.

Gejala obesitas pada anak ditandai dengan berat badan yang tidak sesuai dengan tinggi badan dan melebihi batas normal anak seusianya. Berbeda dengan kegemukan, anak yang mengalami obesitas memiliki penumpukan lemak yang sangat banyak seluruh tubuh terutama pada lengan atas, perut dan pinggang.

Dampak pada anak apabila sejak bayi sudah mengalami kegemukan

Anak dengan berat badan lebih sejak bayi berisiko mengalami perkembangan penyakit kardiovaskuler dan gangguan kesehatan saat masa pertumbuhan, di antaranya:

  • peninigkatan kadar kolesterol dan tekanan darah
  • peningkatan kadar glukosa darah
  • mengalami masalah pertumbuhan tulang dan sendi
  • sesak napas saat tidur (sleep apnea)

Dampak tersebut akan meningkat seiring dengan pertumbuhan anak hingga usia remaja bahkan dewasa. Sama halnya dengan obesitas pada umumnya, obesitas pada anak dapat dicegah apabila pada tahun pertama usianya diberikan ASI eksklusif.

Bagaimana ASI eksklusif mencegah obesitas pada anak

Pemberian ASI secara eksklusif atau tanpa memberikan makanan lain kepada bayi merupakan cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Berikut beberapa manfaat ASI dalam mencegah obesitas pada anak:

1. Mencegah metabolisme asupan yang tidak diperlukan oleh bayi

Tubuh bayi yang diberi makanan tambahan sebelum berusia enam bulan akan mencerna protein dan karbohidrat total yang lebih banyak dibandingkan apabila bayi hanya mendapatkan ASI eksklusif. Hal inilah yang akan memicu peningkatan berat badan bayi dan akan terus meningkat hingga memasuki usia anak-anak dan menyebabkan obesitas.

2. Mencegah penyimpanan lemak pada tubuh bayi

Tubuh bayi memerlukan cadangan makanan yang secukupnya. Apabila bayi sudah memiliki simpanan lemak yang terlalu banyak, maka bayi akan berisiko untuk tumbuh dengan berat badan lebih dan menjadi obesitas pada usia anak-anak. Pemberian ASI secara eksklusif akan mencegah pembentukan sel lemak pada bayi akibat sekresi berlebih hormon insulin dan hormon pencernaan dari pankreas dan lambung.

3. Membantu pembentukan keseimbangan kebutuhan energi bayi

ASI mengandung hormon dan komponen biologis lainnya yang mengatur asupan makanan dan karbohidrat yang dibutuhkan, dan akan membantu menjaga keseimbangan kebutuhan energi bayi hingga dewasa. Maka dengan tidak memberikan asupan yang tidak dibutuhkan, ini akan membantu fungsi ASI dalam membentuk keseimbangan kebutuhan energi bayi agar terhindar dari obesitas di masa mendatang.

Para peneliti juga telah membuktikan hal ini dengan beberapa penelitian. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberikan ASI secara eksklusif hingga berusia enam bulan memiliki risiko 22% lebih rendah untuk mengalami obesitas pada usia anak-anak, dan risiko obesitas pada anak akan lebih rendah 36% jika diberikan ASI eksklusif lebih dari sembilan bulan.

Bayi pada usia enam bulan pertama memerlukan asupan gizi yang spesifik dan sudah dapat dipenuhi dengan pemberian ASI saja. Bahkan ASI dapat memenuhi kebutuhan asupan bayi hingga usia dua tahun. Penambahan asupan lainnya di luar kebutuhan bayi baru lahir hanya akan mempercepat pembentukan sel lemak yang dapat menyebabkan obesitas pada anak.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Banyak ibu yang khawatir karena setelah sang buah hati lahir ke dunia, ASI tidak kunjung keluar dari payudara. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Menyusui 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

ASI dari setiap ibu bisa memiliki rasa yang berbeda bergantung dari berbagai faktor seperti hormon dan makanan. Seperti apa rasa ASI?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
diet susu risiko diabetes

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit