Makanan “Finger Foods” Terbaik untuk Bayi Anda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Apa yang dimaksud finger foods?
Setiap potong makanan berukuran genggaman bayi yang dapat diambil sendiri olehnya disebut sebagai finger foods.  Memakan finger foods tidak hanya menyenangkan bagi bayi, tapi juga merupakan langkah penting agar bayi dapat mengembangkan keterampilan motorik halus dan koordinasi.

Makan sambil bermain bisa jadi sangat berantakan, tapi jangan buru-buru dibersihkan. Biarkan bayi Anda menikmatinya sekaligus sebagai pengalaman belajar.

Kapan saya harus memperkenalkan finger foods?

Ketika bayi berusia  antara 8 dan 9 bulan, ia mungkin akan berusaha ‘memberi tahu’ Anda bahwa ia sudah siap untuk mulai makan sendiri. Caranya dengan meraih sendok saat Anda sedang menyuapinya, atau merebut makanan dari piring Anda.

Pada awalnya, bayi Anda mungkin hanya mengambil makanan dan menaruhnya pada  mulut, tapi pada akhirnya dia akan mencari cara untuk menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan. Keterampilan motorik halus ini disebut pincer grasp.

Makanan finger foods apa yang paling baik?

Bayi Anda mungkin memiliki nafsu makan yang baik, tetapi ia belum  memiliki banyak gigi, jadi mulailah dengan makanan yang dapat larut dengan mudah dalam mulut. Saat ia tumbuh menjadi balita, Anda dapat memberinya potongan makanan apa pun yang Anda makan.

Ingat bahwa bayi belajar mengenai tekstur makanan, warna, dan aroma, jadi cobalah untuk menawarkan berbagai macam jenis makanan. Janganlah memberikan permen seperti cake atau kue kering, dan camilan tinggi lemak seperti dan keripik. Bayi Anda membutuhkan makanan yang kaya gizi, bukan kalori kosong.

Makanan harus mudah digenggam tetapi tidak menimbulkan bahaya tersedak. Sayuran harus dimasak sehingga cukup lembut untuk ditelan dengan mudah, dan semuanya harus dipotong-potong kecil. Anggur terlalu besar untuk bayi Anda saat ini dan bisa membuatnya tersedak, sehingga harus dihindari dulu.

Selalu pastikan untuk memilih makanan yang tepat untuk usianya. Para ahli mengatakan jangan memberikan telur, ikan, atau produk kacang pada anak yang masih terlalu kecil karena dapat meningkatkan risiko alergi makanan. Tapi penelitian terbaru dari American Academy of Pediatrics mengatakan, tidak ada bukti bahwa alergi pada bayi terjadi karena pengenalan dini pada satu jenis makanan. (Meskipun selai kacang masih harus dibatasi karena terlalu lengket untuk ditelan pada usia ini)

Namun, beberapa dokter menyarankan hati-hati ketika memperkenalkan makanan pada anak. Jika Anda khawatir anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu, perkenalkan makanan satu per satu dan awasi reaksi alerginya.

Berikut daftar finger foods favorit yang bisa diperkenalkan pada anak Anda:

  • Sereal oat panggang batangan atau sereal rendah gula lainnya
  • Potongan kecil roti panggang atau bagel (dicampur dengan sayuran untuk vitamin tambahan)
  • Potongan kecil pisang atau buah lainnya yang dikupas matang seperti mangga, plum, pir, peach, melon, atau semangka tanpa biji
  • Tofu
  • Pasta spiral yang dimasak lalu dipotong-potong
  • Potongan kecil dari keju lembut
  • Telur rebus cincang
  • Potongan kecil sayuran yang  dimasak, seperti kacang polong, zucchini, kentang, atau ubi jalar
  • Brokoli yang dimasak, atau kembang kol
  • Ayam, daging sapi atau kalkun, atau daging lunak lainnya yang dipotong dadu kecil dan dimasak

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Aturan Menjalankan Puasa yang Aman Bagi Ibu Hamil

    Ibu hamil yang sehat diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, namun harus lebih diperhatikan nutrisinya. Bagaimana cara menjalankan puasa saat hamil?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    gangguan makan ibu hamil

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020