Bayi Kurang dari 6 Bulan Diberikan Makanan, Boleh atau Tidak, Ya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) idealnya baru boleh dilakukan saat usia bayi sudah mencapai 6 bulan. Namun, jika bayi tidak lagi mendapatkan ASI, adakah makanan yang bisa bisa diberikan untuk usianya di bawah 6 bulan ini?

Bolehkah memberi makanan untuk bayi di bawah 6 bulan?

perkembangan bayi 18 bulan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan

Selama usia bayi masih belum genap 6 bulan, ASI ekslusif masih menjadi makanan sekaligus minuman utamanya. ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan maupun minuman lainnya entah itu air putih, air teh, maupun susu formula.

Jadi, ketika usia bayi masih di bawah 6 bulan, memang belum diperbolehkan mendapat asupan makanan dan minuman lainnya.

Hal ini didukung oleh kutipan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Menurut IDAI, pemberian ASI saja selama usia bayi masih kurang dari 6 bulan sudah mampu memenuhi kebutuhan zat gizi hariannya.

Itulah salah satu alasan mengapa bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan sangat dianjurkan untuk menyusu ASI eksklusif dan belum diberikan makanan maupun minuman lain.

Di sisi lain, manfaat ASI lainnya yang baik bagi bayi yakni mudah dicerna ketimbang makanan dan minuman lainnya.

Terlebih lagi karena di usia yang masih sangat dini ini, kerja sistem pencernaan bayi belum sempurna sepenuhnya. Namun menariknya, ASI bisa membantu mempercepat proses pematangan kerja saluran pencernaan si kecil.

Sementara jika diberikan makanan padat di usia yang masih terlalu dini, kemampuan makan bayi biasanya belum terlalu matang.

Jika dipaksakan, ditakutkan si kecil akan mengalami kesulitan saat makan dan sistem pencernaan tubuhnya belum siap untuk menerima makanan.

Adakah kondisi yang memperbolehkan asupan selain ASI?

Kadang kala, ada beberapa kondisi tertentu yang menyulitkan bayi untuk menyusu ASI eksklusif, baik itu secara langsung melalui payudara maupun menyusu dari botol.

Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh produksi ASI ibu yang kurang sehingga kebutuhan ASI eksklusif bayi tidak tercukupi.

Namun selain itu, masih ada berbagai kondisi medis lainnya yang tidak memungkinkan pemberian ASI untuk bayi.

Kondisi tersebut contohnya galaktosemia pada bayi, ibu sedang menjalani kemoterapi, serta kondisi HIV, tuberkulosis, dan herpes pada ibu.

Bayi yang mengalami galaktosemia tidak disarankan memperoleh ASI karena tubuhnya tidak memiliki kemampuan untuk mengubah galaktosa menjadi glukosa.

Begitu pula untuk ibu yang mengalami HIV serta sedang menjalani kemoterapi karena kanker. Kedua kondisi ini juga tidak diperkenankan memberikan ASI kepada bayi melalui cara apa pun.

Sementara jika ibu mengalami tuberkulosis dan herpes, pemberian ASI masih bisa dilakukan dengan cara memompa dan menyusui dari botol.

Akan tetapi, ibu tidak boleh menyusui bayinya secara langsung untuk kondisi herpes dengan lesi pada payudara.

Ibu boleh memompa ASI dengan pompa elektrik maupun pompa manual bila mengalami herpes, tetapi pastikan lesi herpes di bagian lainnya tertutup.

Dalan kondisi ini, biasanya Anda diperbolehkan untuk memberikan bayi kurang dari 6 bulan asupan selain ASI.

Dengan catatan, tetap konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan asupan makanan dan minuman apa yang terbaik bagi bayi di bawah 6 bulan.

Apa yang harus diberikan untuk bayi selain ASI?

pemberian susu formula pada bayi

Jika ibu atau bayinya mengalami satu dari beberapa kondisi yang telah disebutkan sebelumnya, ASI boleh tidak diberikan.

ASI yang tidak diberikan ini bisa saja mulai berlangsung sejak bayi lahir maupun saat usianya sudah menginjak beberapa bulan.

Nah, dalam kondisi yang tidak memungkinan pemberian ASI eksklusif ini, para ibu mungkin bertanya-tanya apa yang bisa menjadi pengganti ASI.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kerja sistem pencernaan bayi yang baru lahir sampai usianya beberapa bulan belum begitu optimal.

Selama masa tersebut, Anda belum diperbolehkan memberikan makanan padat guna memenuhi kebutuhan zat gizi si kecil.

Bukan berupa makanan, setelah mengonsultasikan kondisi Anda maupun bayi di bawah 6 bulan yang tidak bisa mendapatkan ASI, dokter biasanya akan menyarankan pemberian susu formula.

Susu formula adalah pengganti ASI untuk bayi sampai usia 6 bulan yang memang telah diformulasikan khusus.

Dalam buku Penuntun Diet Anak, kandungan susu formula bisa menjadi sumber zat gizi untuk bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif  sampai ia mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).

Menurut UU RI No. 36 Tahun 2009 pun demikian, setiap bayi berhak mendapat ASI eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis.

Susu formula atau yang biasa disingkat sufor bisa dijadikan pengganti ASI untuk bayi kurang dari 6 bulan tetapi atas saran dari dokter.

Maka itu, jika pemberian ASI eksklusif masih sangat memungkinkan, sebaiknya Anda tidak memberikan susu formula maupun makanan lainnya untuk bayi di bawah 6 bulan.

Makanan apa yang boleh diberikan untuk bayi di bawah 6 bulan?

makanan bayi 7 bulan

Pada intinya, bayi yang tidak memungkinkan diberikan ASI bisa diganti dengan susu formula. Hal ini khususnya berlaku bagi bayi yang usianya baru beberapa minggu atau beberapa bulan.

Sementara melansir dari laman Mayo Clinic, bayi yang berusia sekitar 4-6 bulan sudah mulai bisa diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang teksturnya disesuaikan seperti MPASI untuk bayi 6 bulan.

Pemberian MPASI untuk bayi dibawah 6 bulan harus dengan instruksi dokter. Biasanya dokter akan menilai indikasi pemberian MPASI sebelum 6 bulan dan tanda kesiapan MPASI pada bayi.

Pertama-tama Anda dapat mulai dengan memberikan bubur lumat dan sangat halus agar mudah dikunyah dan dicerna oleh bayi.

Anda boleh saja memberikan satu jenis makanan alias makanan padat tunggal sebagai perkenalan untuk si kecil. Ambil contohnya membuat puree satu jenis buah atau bubur beras.

Hanya saja, menu tunggal ini sebaiknya tidak Anda berikan terus menerus dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan satu jenis makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Oleh karena itu, setelah beberapa hari diperkenalkan dengan makanan padat, Anda tetap harus mencobanya dengan aneka makanan.

Sumber makanan padat yang ibu berikan kepada bayi seharusnya memenuhi zat gizi empat kuadran, meliputi:

  • Karbohidrat meliputi nasi, kentang, mi, roti, dan bihun
  • Protein, terutama sumber hewani contohnya daging, ikan, ayam, dan telur
  • Aneka sayur dan buah-buahan
  • Lemak dari minyak, santan, maupun margarin

Selain itu, usahakan juga agar si kecil mendapatkan asupan serat, vitamin, dan mineral. Menu makanan bayi yang menggabungkan beberapa jenis sumber makanan disebut menu campuran.

Menu makanan padat campuran untuk bayi di bawah 6 bulan misalnya bubur atau nasi tim campur.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan RI, bubur campur ini merupakan makanan bayi yang diolah dari beras, lauk hewani atau nabati, sayur, serta sedikit garam.

Anda dapat membuat bubur campur berisi daging ayam dan wortel dengan tekstur yang sangat halus dan lumat agar mudah dimakan oleh bayi.

Kuncinya, konsultasikan dengan dokter

obat diare mencret bayi

Terlepas dari apa pun kondisi yang terjadi, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum memberi makanan maupun minuman untuk bayi di bawah 6 bulan.

Lagi-lagi, ini karena bayi belum waktunya diberikan makanan di usia kurang dari 6 bulan. Namun untuk beberapa kondisi tertentu, susu formula bisa dijadikan pengganti ASI eksklusif asalkan Anda telah mendapat persetujuan dokter.

Sementara untuk bayi yang usianya sudah di atas 4 bulan dan tidak lagi memungkinkan diberikan ASI, makanan padat juga mulai bisa diperkenalkan meski usianya terbilang masih di bawah 6 bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . 6 mins read

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

Supaya Imun Anak Kuat, Ini Kandungan yang Harus Ada Dalam Susu Formulanya

Susu formula merupakan salah satu sumber nutrisi yang dapat membantu sistem imun anak tetap terjaga dengan syarat di dalamnya terdapat kandungan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Tips Parenting 14/04/2020 . 4 mins read

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Meski lemak sering kali harus dihindari, asupan lemak yang sehat untuk bayi sebenarnya sah-sah saja. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan lemak harian bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 10/04/2020 . 7 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 mins read

Cara Memilih Susu Soya yang Tepat untuk Kebutuhan Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . 6 mins read
susu formula untuk anak

Kelebihan Formula PDX GOS dan Betaglucan dalam Memperkuat Imun Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . 5 mins read
peralihan asi ke susu formula

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 4 mins read