Seberapa Banyak Serat yang Dibutuhkan Anak Setiap Harinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Salah satu dampak kurang serat yang paling sering terjadi adalah sembelit. Kelompok bayi dan anak-anak adalah yang paling rentan dengan kondisi ini. Cara termudah untuk mengatasi sembelit pada anak tentu saja dengan memberikan makanan tinggi serat. Meski begitu, banyak orangtua yang bingung seberapa banyak kebutuhan serat anak dalam sehari yang harus dicukupi. Simak ulasannya berikut ini.

Kebutuhan serat anak dalam sehari

Setiap anak membutuhkan serat yang berbeda-beda setiap harinya. Menurut Angka Kecukupan Gizi yang ditetapkan oleh Kemenkes RI lewat Peraturan Menteri Kesehatan no. 75 tahun 2013, jumlah kebutuhan serat harian anak berdasarkan usianya, yaitu:

  • Anak usia 0-6 bulan belum memiliki kecukupan serat yang dianjurkan
  • 7-11 bulan: 10 gram setiap hari
  • 1-3 tahun: 16 gram setiap hari
  • 4-6 tahun: 22 gram setiap hari
  • 7-9 tahun: 26 gram setiap hari

Sementara itu, untuk anak yang berusia 10 tahun ke atas, kebutuhan serat yang harus dipenuhi masih dibagi lagi berdasarkan jenis kelaminnya, yaitu:

  • Anak laki-laki usia 10-12 tahun: 30 gram serat setiap hari
  • Anak perempuan usia 10-12 tahun: 28 gram serat setiap hari
  • Anak laki-laki usia 13-15 tahun: 35 gram serat setiap hari
  • Anak perempuan usia 13-15 tahun 30 gram serat setiap hari
  • Anak laki-laki usia 16-18 tahun: 37 gram serat setiap hari
  • Anak perempuan usia 16-18 tahun: 30 gram serat setiap hari

Kebutuhan serat anak berdasarkan kondisi feses

Tak hanya dari segi usia dan jenis kelamin, anak kadang bisa saja memiliki kebutuhan serat yang berbeda dari yang telah ditetapkan di atas. Biasanya, kebutuhan ini akan mengikuti pola aktivitas anak, pola BAB, dan bagaimana asupan makanan sehari-harinya.

Sebagai orangtua, Anda mungkin bingung bagaimana menentukannya. Cara mudahnya adalah dengan mengetahui kondisi fesesnya. Normalnya, warna feses yang baik adalah yang kecokelatan dan mungkin sedikit kehijauan.

Selain itu, teksturnya juga cenderung lunak (tidak keras). Apabila feses anak keras dan sulit dikeluarkan, ada kemungkinan kebutuhan serat anak belum cukup sehingga ia mengalami sembelit.

Solusinya, berilah anak Anda lebih banyak asupan serat ketika ia susah buang air besar. Jangan lupa untuk mengimbanginya dengan minum air putih yang banyak. Sebab, makan serat terlalu banyak tanpa cairan yang cukup justru dapat menyebabkan anak Anda mengalami gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit. Perut kembung juga bisa menjadi tanda bahwa anak Anda terlalu banyak makan makanan berserat.

Apabila Anda masih tidak yakin, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter anak atau dokter ahli gizi agar kebutuhan serat untuk anak Anda lebih akurat.

Daftar makanan dan minuman berserat tinggi

Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang mengandung serat.

  • Oatmeal gandum utuh: satu porsi bubur havermut mengandung sekitar 10 gram serat
  • Apel dan pir: Satu buah apel berukuran sedang mengandung 2.6 gram serat dan 5.5 gram serat dari pir dengan kulitnya.
  • Wortel: satu buah wortel berukuran kecil mengandung 1 gram serat.
  • Jeruk: 100 gram jeruk mengandung 1.4 gram serat
  • Stroberi: 150 gram stroberi segar menyediakan 4.8 gram serat pangan harian
  • 100 gram nasi putih menyediakan 0.5 gram serat, sedangkan nasi merah dengan jumlah yang sama memiliki 1,7 gram serat.

Selain makanan-makanan di atas, Anda juga bisa membantu melengkapi kebutuhan serat harian anak dengan memberikan susu tinggi serat, sekaligus untuk menjaga kesehatan pencernaannya.

Meminum susu tinggi serat dapat membantu mencukupi sekitar 50% kebutuhan serat harian anak. Dengan begitu, serat anak tercukupi, anak pun terhindar dari risiko sembelit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips dan Trik Meningkatkan Asupan Serat si Kecil

Meningkatkan asupan serat pada anak bisa dilakukan dengan cara yang santai dan menyenangkan. Agar anak lebih mudah makan serat, coba lakukan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Banyak orang mengurangi karbo untuk menurunkan berat badan. Tapi, siapa bilang harus dihindari? Pilih beberapa sumber karbohidrat untuk diet berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Kebutuhan Serat untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Serat sangat penting untuk kesehatan orang dewasa dan anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan serat untuk balita usia 2-5 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 28 Februari 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengupas 5 Manfaat Biji Selasih yang Tak Boleh Dilewatkan

Biji selasih memiliki manfaat yang tidak kalah baik dibandingkan biji chia, biji rami, atau biji-bijian lainnya. Apa saja manfaat tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
kandungan susu soya

Pentingnya Kandungan Serat Tinggi pada Formula Soya

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 16 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
sumber serat

5 Sumber Serat Selain Buah dan Sayur untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit