Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Serat Setiap Hari?

    Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Serat Setiap Hari?

    Suplemen serat dipilih oleh beberapa orangtua untuk mengatasi masalah anak yang tidak suka sayur dan buah. Suplemen serat dinilai sebagai solusi yang praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan serat anak. Akan tetapi, sebenarnya suplemen serat baik untuk anak-anak atau tidak? Apakah semua anak membutuhkannya? Yuk, pelajari lebih jauh soal seluk-beluk suplemen serat untuk anak di sini.

    Seberapa penting serat untuk anak?

    makanan untuk anak dengan asma

    Serat pangan memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh. Serat membuat anak kenyang sekaligus memperlancar sistem pencernaan anak. Pola makan anak dengan serat yang cukup bisa mencegah sembelit (susah buang air besar). Makanan kaya serat juga merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik sehingga bisa bantu mengurangi risiko kanker tertentu dan juga obesitas.

    Maka itu, kebutuhan serat anak harus terpenuhi dengan baik. Serat pangan bisa didapatkan dari berbagai macam sumber. Menurut American Academy of Pediatrics, serat bisa didapatkan dari sayuran, buah, kacang-kacangan, nasi merah, serta olahan gandum utuh seperti roti gandum atau sereal kaya serat.

    Pro dan kontra suplemen serat untuk anak

    suplemen untuk anak

    Serat pangan memang penting untuk kesehatan anak secara keseluruhan. Ketika kebutuhan serat anak dalam makanannya sehari-hari tidak mencukupi, ia pun berisiko mengalami sembelit dan masalah usus lainnya.

    Nah, saat inilah dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen serat untuk anak. Penggunaan suplemen ini harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Jangan sembarangan memberikan suplemen serat untuk anak tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter anak.

    Beberapa penelitian menemukan bukti bahwa produk suplemen serat yang mengandung polietilen glikol bisa menimbulkan kerusakan sistem saraf pusat dan asidosis laktat (pH tubuh terlalu asam) pada anak.

    Selain kandungan polietilen glikol, ada lagi suplemen yang mengandung psyllium. Produk suplemen serat yang mengandung psyllium ini memang bisa membantu meringankan sembelit. Dilansir dari laman Livestrong, psyllium memang merupakan suplemen yang efektif untuk membantu mengatasi masalah pencernaan pada anak.

    Psyllium membuat feses lebih padat berisi. Pysillium juga yang membuat gerakan usus semakin lancar sehingga anak tidak terlalu kesulitan buang air besar. Dosis harian yang dianjurkan buat anak yaitu sebanyak 3,4 sampai 16 gram psyllium.

    Akan tetapi, belum ada penelitian yang menunjukan apakah suplemen serat untuk anak aman diberikan dalam jangka panjang. Maka itu, penggunaan suplemen serat untuk anak harus di bawah pengawasan dokter, bukan tanpa pertimbangan. Kalaupun anak memang harus minum suplemen serat, ada jangka waktu tertentu kapan harus meminumnya dan berapa dosis yang dianjurkan oleh dokter.

    Penelitian terkait efek samping penggunaan suplemen serat untuk anak hingga sekarang masih terus dikembangkan untuk jangka panjang. Diskusikan dengan dokter anak bila Anda punya pertanyaan lebih lanjut.

    Makanan adalah sumber serat untuk anak yang paling aman

    berbagai jenis makanan tinggi serat

    Suplemen serat untuk anak tidak bisa dijadikan pengganti makanan kaya serat seutuhnya. Agar lebih aman dan sehat, sebaiknya berikan anak serat dari sumber makanan alami. Ada banyak sumber makanan yang praktis dan juga banyak disukai anak-anak. Berikut contohnya.

    1. Oatmeal

    oatmeal bikin gemuk

    Anda bisa memberikan oatmeal untuk anak di waktu sarapan. Satu cangkir oat yang sudah dimasak bisa mengandung hingga 4 gram serat. Anda tinggal menambahkan topping favorit anak seperti buah, meses, kismis, atau topping lainnya.

    2. Apel

    buah apel

    Apel adalah buah yang banyak disukai anak-anak. Melansir situs Panganku dari Kemenkes RI, satu buah apel ukuran sedang (100 gr) mengandung 2,6 gram serat.

    3. Roti gandum

    roti gandum atau roti tawar putih

    Roti gandum utuh juga bisa Anda berikan pada anak untuk memenuhi kebutuhan seratnya. Selembar roti gandum biasanya mengandung 2-3 gram serat. Anda bisa membuat sandwich untuk anak yang praktis dan juga kaya serat sebagai bekal makan siang atau camilan.

    4. Wortel

    manfaat wortel

    Wortel adalah sayuran berwarna cerah yang banyak disukai anak-anak karena rasanya tidak hambar seperti sayur lainnya. Mengutip Panganku dari Kementerian Kesehatan, per 100 gram wortel segar mengandung 1 gram serat. Namun untuk anak yang suka makan wortel rebus, serat yang ia dapatkan hanya sekitar 0,8 gram.

    Nah, untuk menyiasatinya, Anda bisa menambahkan asupan serat anak dari susu formula tinggi serat.

    5. Susu tinggi serat

    minum susu saat sahur

    Selain dari sumber makanan di atas, Anda juga bisa bantu mencukupi kebutuhan serat anak dengan memberikan susu formula tinggi serat.

    Susu formula yang baik untuk pencernaan anak adalah yang kaya serat dan mengandung FOS:GOS. FOS:GOS itu sendiri adalah dua jenis serat yang mudah larut.

    Pastikan juga susu formula anak mengandung zat gizi penting lain seperti omega-3, omega-6, zat besi, kalsium, vitamin A, dan zink untuk mendukung tumbuh kembangnya.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Russo Juniper. 2017. Fiber Supplements for Kids. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/261397-fiber-supplements-for-kids/ (Diakses 8 Juli 2018)

    Whiter Dana Angelo. 2018. Fiber Supplements for Kids. [Online] Tersedia pada: https://www.verywellfit.com/fiber-supplements-for-kids-4129575 (Diakses 8 Juli 2018)

    American Academy of Pediatrics. 2015. Kids Need Fiber: Here’s Why and How. [Online] Tersedia pada: https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Kids-Need-Fiber-Heres-Why-and-How.aspx (Diakses 9 Juli 2018)

    Campbell Leah. 2016. 10 High-Fiber Foods Your Kids will Actually Eat. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/parenting/high-fiber-foods-for-kids#1 (Diakses 9 Juli 2018)

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui Aug 16, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
    Next article: