Panduan Lengkap Memenuhi Kebutuhan Gizi Bayi (Usia 0-2 Tahun)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Awal masa kehidupan, bisa dikatakan sebagai masa-masa penting di mana pertumbuhan anak berkembang dengan sangat pesat. Itu sebabnya, nutrisi anak harus diperhatikan dan dipenuhi dengan baik, termasuk aturan pemberian makanan yang tidak boleh sembarangan. Lantas, bagaimana cara tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap harinya?

Kebutuhan gizi bayi usia 0-6 bulan

sistem imun bayi

Sebelum menginjak usia balita, air susu ibu (ASI) adalah makanan utama untuk memenuhi gizi bayi di enam bulan pertamanya atau disebut sebagai ASI eksklusif.

Namun hebatnya, kebutuhan gizi harian bayi dapat terpenuhi dengan baik meski hanya dari ASI saja. Jadi sebisa mungkin, pastikan bayi mendapatkan ASI eksklusifnya selama enam bulan penuh tanpa pemberian makanan dan minuman lainnya.

Ada dua jenis tekstur ASI yang mesti diketahui ibu, yaitu hindmilk dan foremilk yang menandakan kandungan lemak di dalam susu.

Hindmilk adalah ASI dengan tekstur kental yang biasanya keluar saat akhir menyusu. Semakin banyak jumlah hindmilk yang diperah, akan semakin banyak pula kandungan lemak di dalam ASI.

Sementara foremilk adalah ASI yang keluar di awal menyusu. Foremilk yang ada di dalam ASI menandakan kandungan lemak yang rendah.

ASI memang sudah ‘dirancang’ sebagai makanan terbaik untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan. Hanya dengan menyusu ASI saja kebutuhan gizi harian bayi sebelum usia enam bukan sebenarnya telah terpenuhi dengan baik.

Angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 0-6 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 550 kkal
  • Protein: 12 gram (gr)
  • Lemak 34 gr
  • Karbohidrat 58 gr

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin

  • Vitamin A: 375 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 4 miligram (mg)
  • Vitamin K: 5 mcg

Mineral 

  • Kalsium: 200 mg
  • Fosfor: 100 mg
  • Magnesium: 30 mg
  • Natrium: 120 mg
  • Kalium: 500 mg

Panduan makanan untuk bayi usia 0-6 bulan

Sebelum masuk ke usia balita, makanan sekaligus minuman yang baik diberikan untuk memenuhi gizi bayi usia 0-6 bulan adalah ASI.

Ada berbagai manfaat lain yang bisa diperoleh melalui pemberian ASI. Pertama, ASI biasanya lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh bayi ketimbang makanan dan minuman lainnya.

Kedua, ASI bisa membantu mencegah risiko serangan berbagai penyakit, sekaligus menurunkan tingkat kematian karena penyakit tersebut.

Bahkan, pemberian ASI yang optimal dapat mempercepat proses pemulihan ketika bayi terserang penyakit. Kabar baiknya lagi, manfaat ASI dapat mempererat hubungan emosional antara ibu dan anak melalui interaksi psikologisnya.

Terlebih lagi, kolostrum atau cairan ASI berwarna bening kekuningan yang baru keluar pertama kali ternyata kaya akan segudang nutrisi.

Kandungan kolostrum untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi meliputi vitamin A, antibodi, hingga sel darah putih. Selanjutnya, ASI akan bertansisi menjadi cairan ASI sesungguhnya dengan warna putih susu.

Berikut komposisi zat gizi yang terkandung di dalam ASI:

1. Karbohidrat

Karbohidrat yang ada di dalam ASI yaitu laktosa. Laktosa adalah jenis karbohidrat pada ASI yang dapat menyumbang sekitar 42 persen total energi.

2. Protein

ASI memiliki dua jenis protein. Kedua protein yang ada pada ASI yakni whey sebanyak 60 persen dan kasein sebanyak 40 persen.

3. Lemak

ASI mengandung asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Keduanya merupakan zat pembangun senyawa AA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid).

Asupan lemak akan menyumbang sekitar 40-50 persen kebutuhan gizi energi harian bayi.

4. Vitamin

Vitamin yang ada di dalam ASI mampu memenuhi semua kebutuhan gizi harian bayi. Kandungan vitamin pada ASI meliputi vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K serta larut air seperti B dan C.

5. Mineral

ASI juga kaya akan beragam zat gizi mineral untuk bayi. Berbagai mineral yang terkandung di dalam ASI di antaranya zat besi, seng, kalsium, tembaga, mangan, fluor, kromium, selenium, dan lainnya.

Cara memberikan ASI untuk bayi

Normalnya, bayi memperoleh ASI dengan cara menyusu langsung pada payudara ibu  setiap 2-3 jam sekali pada bayi baru lahir. Frekuensi pemberian akan berubah seiring bertambahnya usia bayi. Namun sayangnya, tidak semua bayi dan ibu dapat melakukan hal tersebut setiap waktu.

Pada beberapa kasus, cara pemberian ASI bisa tidak melalui payudara langsung sehingga ASI harus diperah dan disimpan dengan tepat.

Cara tersebut biasanya dilakukan oleh ibu menyusui yang bekerja. Ibu menyusui yang persediaan ASI-nya sudah harus dikeluarkan tapi bayi belum ingin menyusu juga bisa memompa dengan pompa elektrik maupun manual.

Alhasil, ibu menyusui tersebut akan memompa ASI-nya untuk diberikan kepada bayinya saat sudah lapar. Penting untuk diperhatikan bahwa ASI yang sudah diperah tidak boleh disimpan sembarangan.

Cara menyimpan ASI perah

Berikut panduan menyimpan ASI perah:

  1. ASI yang sudah diperah dimasukkan ke dalam wadah steril (botol atau kantung khusus ASI), kemudian diberi label bertuliskan tanggal dan waktu ASI diperah
  2. ASI perah disimpan ke dalam freezer atau lemari pendingin, tapi bukan diletakkan di bagian pintu lemari pendingin
  3. Aturan suhu penyimpanan ASI sebagai berikut:
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam freezer bersuhu -17 derajat Celcius atau lebih rendah selama 6 bulan atau lebih
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam freezer dan kulkas bersuhu rata-rata -10 derajat Celcius dengan waktu yang berbeda. ASI segar akan awet selama 3-4 bulan bila berada di dalam freezer dan kulkas dua pintu dan bisa awet selama 2 minggu untuk freezer dan kulkas satu pintu
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam kulkas atau lemari pendingin bersuhu rata-rata 5-10 derajat Celcius selama 5-8 hari
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam suhu kamar (tanpa freezer atau kulkas) bersuhu 27-28 derajat Celcius selama 10 jam
    • ASI beku yang keluar dari freezer tidak boleh dibekukan kembali. Sementara jika ASI beku dikeluarkan dari kulkas bisa dibekukan kembali selama 24 jam dan di suhu kamar selama 1 jam
  4. Periksa suhu freezer dan kulkas sebanyak 3 kali sehari
  5. Pastikan ASI yang telah disimpan tetap dalam kondisi dingin selama diperjalanan bila diperah dalam jarak yang jauh, misalnya dari rumah ke kantor atau sebaliknya

Cara mencairkan dan menghangatkan ASI perah

Berikut cara mencairkan dan menghangatkan ASI perah:

  1. Pilih ASI perah dari yang disimpan paling awal terlebih dahulu
  2. Hindari mencairkan ASI perah pada suhu kamar
  3. Anda bisa memindahkan ASI perah beku di dalam kulkas (24 jam), letakkan di semangkuk air hangat atau basahi wadah ASI perah dengan air dingin mengalir yang dilanjutkan dengan air hangat
  4. Hindari mencairkan ASI perah beku pada microwave atau di dalam air yang sangat panas karena dapat merusak kandungan gizi di dalamnya
  5. Kocok ASI yang sudah hangat dan mencair agar lemak handmilk dan foremilk menyatu dengan baik
  6. Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair

Kebutuhan gizi bayi usia 7-11 bulan

madu untuk bayi

Memasuki usia bayi enam bulan ke atas atau sampai dua tahun, ASI bisa tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Akan tetapi, pemberian ASI sebaiknya disertai juga dengan makanan padat. Pasalnya, di usia 6 bulan sampai awal usia balita, ASI tidak dapat sepenuhnya lagi memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Oleh karena itu, diperlukan bantuan dari makanan dan minuman lainnya untuk mencukupi kebutuhan zat gizi karbohidrat, lemak, protein, serat, mineral, dan vitamin untuk bayi.

Angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 7-12 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 725 kkal
  • Protein: 18 gr
  • Lemak 36 gr
  • Karbohidrat 82 gr
  • Serat: 10 gr
  • Air: 800 mililiter (ml)

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin 

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 5 mcg
  • Vitamin E: 5 miligram (mg)
  • Vitamin K: 10 mcg

Mineral 

  • Kalsium: 250 mg
  • Fosfor: 250 mg
  • Magnesium: 55 mg
  • Natrium: 200 mg
  • Kalium: 700 mg
  • Besi: 7 mg

Panduan makan harian usia 7-12 bulan

Di usianya yang semakin bertambah, kebutuhan bayi akan berbagai zat gizi tentu semakin meningkat. Ini karena ASI hanya dapat memenuhi sekitar 65-80 persen dari total kebutuhan energi dan sangat sedikit kandungan mikronutriennya.

Itu sebabnya, pemberian ASI saja tidak mampu memenuhi semua kebutuhan zat gizi harian bayi. Untuk melengkapi kebutuhan gizi tersebut, bayi harus mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sejak usianya 6 bulan.

Proses pengenalan dan pemberian MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi juga harus dilakukan secara bertahap.

Mula-mula Anda bisa berikan makanan dalam bentuk lumat atau lembek terlebih dahulu kepada bayi, contohnya dalam bentuk bubur.

Di sini, bayi akan belajar mengenali rasa dan tekstur makanan yang baru dicobanya. Selanjutnya setelah mulai terbiasa, Anda bisa mencoba memberikan makanan dalam bentuk agak padat seperti nasi tim.

Namun, pastikan teksturnya tetap lunak sehingga memudahkan bayi saat menggigit dan mengunyahnya. Untuk waktu pemberian MPASI guna mencukupi zat gizi harian bayi, bisa disesuaikan dengan jadwal makan harian sebanyak 3 kali sehari.

Bahkan, pemberian MPASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi bisa lebih tergantung seberapa banyak porsi pemberiannya.

Pastikan juga komposisi MPASI terdiri dari berbagai jenis makanan sehat sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi harian bayi.

Tujuannya agar bayi tidak kekurangan zat gizi tertentu serta pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya lebih optimal.

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, komposisi bahan makanan untuk MPASI dibagi menjadi dua kelompok, meliputi:

  • MPASI lengkap, terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah
  • MPASI sederhana, terdiri dari makanan pokok, lauk hewani atau nabati, dan sayur atau buah

Sementara kriteria MPASI yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, yakni:

  • Padat energi, protein, serta zat gizi mikro seperti zat besi, seng, kalsium, vitamin A, vitamin C, dan folat
  • Tidak mengandung bumbu yang tajam, dan menggunakan gula, garam, penyedap rasa, pewarna, maupun pengawet secukupnya saja
  • Mudah saat dimakan dan disukai oleh anak

Syarat MP-ASI yang baik

Menurut WHO, beberapa syarat MPASI yang baik meliputi:

  • Diberikan pada waktu yang tepat, yakni ketika pemberian ASI saja sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
  • Aman, yakni MP-ASI harus disimpan dan diberikan kepada anak dengan tangan atau perlengkapan makan yang bersih
  • Kaya akan gizi, yakni MP-ASI mampu mencukupi kebutuhan zat gizi makro dan mikronutrien bayi dan balita
  • Teksturnya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak

Teori 4 kuadran

Salah satu syarat MPASI yang baik yakni kaya akan gizi. Maka itu, sebaiknya pastikan MP-ASI yang Anda berikan pada si kecil mengandung 4 hal berikut:

  • Karbohidrat, contohnya nasi, kentang, mie, roti, dan bihun
  • Protein, terutama sumber hewani. Contohnya daging, ayam, ikan, dan telur
  • Buah atau sayur
  • Lemak, yang berasal dari minyak, santan, margarin, dan lain sebagainya

Di usia 7-11 bulan ini, pemberian lemak penting guna menyumbang asam lemak esensial serta mendukung penyerapan vitamin larut lemak sebagai asupan gizi bayi.

Di sisi lain, lemak juga bertugas untuk meningkatkan kandungan energi pada makanan sekaligus menguatkan fungsi sensorik bayi.

Anda bisa memberikan bayi asupan zat gizi lemak dengan menggunakan minyak sayur pada makanannya, misalnya membuat menu MPASI yang ditumis menggunakan minyak.

Tak terkecuali pemberian zat besi yang sama pentingnya bagi asupan gizi dan tumbuh kembang bayi. Pasalnya, zat besi mampu mendukung proses pembentukan otak, meliputi struktur serta fungsinya.

Jika asupan gizi zat besi pada bayi dan balita tidak mencukupi dapat menimbulkan terjadinya gangguan pada struktur dan fungsi otak.

Yang mungkin menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, sebamv iknya memberikan menu tunggal atau campuran pada MPASI pertama bayi?

Sebagai gambaran, menu MPASI tunggal adalah menu yang hanya terdiri dari satu jenis makanan saja, contohnya hanya bubur yang diberikan selama beberapa waktu berturut-turut.

Sebaliknya, menu campuran menggabungkan berbagai sumber bahan makanan dalam MPASI bayi guna memenuhi kebutuhan gizi harian.

Dalam upaya untuk mencukupi gizi harian bayi, ada baiknya untuk memberikan variasi sumber makanan sebagai menu MPASI si kecil.

Ini karena satu jenis makanan saja biasanya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bayi dan balita. Dengan memakan aneka jenis makanan, maka kebutuhan gizi bayi lebih mudah dan cepat terpenuhi.

Seperti anjuran dari Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Gizi Seimbang, MPASI bayi sebaiknya memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

Kebutuhan gizi bayi usia 13-24 bulan

Perkembangan Bayi Usia 40 Minggu

Menginjak usia tahun pertama sampai kedua, porsi dan frekuensi makan bayi banyak mengalami perkembangan. Bahkan, kemampuan makan bayi juga sudah lebih baik demi memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Angka kecukupan gizi (AKG) harian bayi usia 13-24 bulan

Kebutuhan zat gizi makro harian bayi:

  • Energi: 1125 kkal
  • Protein: 26 gr
  • Lemak 44 gr
  • Karbohidrat 155 gr
  • Serat: 16 gr
  • Air: 1200 mililiter (ml)

Kebutuhan zat gizi mikro harian bayi:

Vitamin 

  • Vitamin A: 400 mikrogram (mcg)
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 miligram (mg)
  • Vitamin K: 15 mcg

Mineral 

  • Kalsium: 650 mg
  • Fosfor: 500 mg
  • Magnesium: 60 mg
  • Natrium: 1000 mg
  • Kalium: 3000 mg
  • Besi: 8 mg

Panduan makan harian usia 13-24 bulan

Setelah di usia sebelumnya bayi masih makan makanan lumat, dicincang halus, dicincang kasar, hingga finger food, kini tidak lagi.

Pada usia 1 tahun ini, buah hati Anda telah mampu makan makanan keluarga. Frekuensi bayi dalam makan makanan padat guna memenuhi kebutuhan gizi hariannya bisa berkisar 3-4 kali untuk makanan utama.

Sementara untuk asupan gizi dari makanan selingan atau camilan, bayi mampu melahap sekitar 1-2 porsi per hari. Menariknya lagi, porsi makan bayi di usia 1-2 tahun ini sudah lebih banyak.

Buah hati Anda yang berusia 1-2 tahun umumnya mampu makan kurang lebih ¾-1 mangkuk penuh ukuran 250 mililiter (ml). 

Di sisi lain, perkembangan makan bayi di usia ini biasanya dapat beradaptasi dengan segala macam tekstur makanan, tetapi belum mampu mengunyah dengan lancar.

Selain itu, sajian makanan keluarga untuk si kecil pun mulai bisa dimakannya. Harus dipahami betul bahwa pola makan dan pemilihan makanan di usia ini akan memengaruhi selera makan si kecil hingga ia dewasa kelak.

Maka itu, supaya ia tidak memilih-milih makanan, Anda harus memberikannya aneka ragam makanan sejak dini.

Jadi, sekarang Anda tak perlu bingung lagi bagaimana harus memenuhi kebutuhan gizi harian bagi bayi usia 0-2 tahun.

Share now :

Direview tanggal: Mei 9, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 21, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca