5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tak hanya orang dewasa, anak juga sering kali mengeluhkan sakit perut. Penyebabnya pun beragam, mulai dari sembelit, maag, diare, sampai yang merupakan gejala penyakit serius. Sakit perut yang anak Anda rasakan bisa jadi juga memerlukan perawatan khusus. Lantas bagaimana cara membedakan keduanya?

Seorang dokter spesialis sistem pencernaan dari laman Cleveland Clinic, dr. Deborah Goldman, mengungkapkan berbagai fakta mengenai sakit perut pada anak plus apa yang harus Anda lakukan jika menghadapinya. Berikut rangkumannya.

1. Pentingnya memantau kebutuhan cairan anak

Salah satu penyebab anak sakit perut adalah terjadinya infeksi di usus mereka. Infeksi ini kemudian dapat menyebabkan anak diare yang jika diabaikan bisa berujung pada dehidrasi. Di sinilah tugas orangtua wajib memastikan anak mendapatkan cukup cairan.

Pastikan anak selalu minum minimal delapan gelas atau setara 2 liter setiap harinya. Tak hanya bertujuan untuk mencegah dehidrasi ketika mengalami infeksi, jumlah air yang cukup bisa membantu usus untuk tetap bekerja dengan normal.

Usahakan untuk memberikan anak air putih delapan gelas setiap harinya dibandingkan minuman bersoda atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Minimal, setengah cairan yang masuk ke dalam tubuh anak adalah air putih.

2. Sakit perut anak paling sering karena sembelit

Bayi dan anak-anak memang paling sering mengalami susah BAB. Hal ini pulalah yang menjadi penyebab paling umum mengapa anak Anda mengalami sakit perut. Cara agar anak Anda tidak susah BAB adalah dengan menambahkan asupan serat ke dalam makanannya.

Bila anak sulit makan sayur, Anda bisa memberi dukungan asupan serat, dengan susu formula tinggi serat yang baik untuk pencernaan anak. Misalnya saja, Anda bisa memberikan susu formula yang memiliki kandungan serat tinggi demi memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Berhati-hatilah jika anak Anda sudah lama tidak BAB dan terus mengeluhkan sakit perut. Bisa jadi itu merupakan gejala dari kondisi medis lain yang lebih serius, seperti penyakit celiac.

Sebaiknya, segeralah bawa anak Anda ke dokter apabila ia terus mengeluhkan sakit perut dan susah buang air besar.

 3. Flu perut bukanlah flu pada umumnya

Meski sama-sama “flu”, flu perut adalah kondisi yang sama sekali berbeda dengan flu karena virus influenza. Flu perut dalam bahasa medis disebut dengan gastroenteritis. Umumnya, kondisi ini terjadi karena virus. Biasanya, anak yang mengalami gastroenteritis akan mengeluhkan sakit perut dan diare. Anak bisa juga mengalami muntah-muntah ataupun tidak.

Beberapa anak juga mungkin akan mengalami demam, namun tidak terlalu tinggi. Biasanya, gejala-gejala tersebut akan hilang antara 3-10 hari. Karena penyebabnya virus, anak yang menderita gastroenteritis biasanya tidak diberikan antibiotik.

Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi akibat diare yang dialami. Apabila gejalanya tidak kunjung membaik setelah lima hari, bahkan anak juga mengalami demam tinggi dan tampak lemas, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

4. Anak juga dapat mengalami rasa panas di ulu hati

Anak-anak juga bisa mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD) alias refluks asam lambung. Selain sakit perut, anak juga mungkin merasakan panas di ulu hatinya, rasa asam di tenggorokan, sendawa, dan mual serta muntah yang terus-menerus.

Umumnya, dokter akan memberikan antasida agar produksi asam lambung dapat berkurang. Selain dengan obat, untuk mencegah sakit perut pada anak yang disebabkan oleh GERD, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang mungkin perlu anak Anda lakukan, seperti:

  • Mengurangi porsi makan, tapi makan lebih sering
  • Menurunkan berat badan jika obesitas
  • Mengurangi makanan asam, pedas, dan berlemak
  • Sebisa mungkin tidak makan dalam porsi banyak saat hendak melakukan aktivitas berat, seperti olahraga
  • Memosisikan kepala lebih tinggi dari tubuh saat tidur

5. Anda mungkin lebih dari sekadar sakit perut

Umumnya, sakit perut anak bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan atau setelah mendapatkan pengobatan beberapa hari. Tak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan mengenai kondisi ini.

Bagaimanapun, Anda selalu perlu menjaga kesehatan pencernaan si kecil dengan menerapkan pola makan yang baik. Anda juga bisa mendukung kesehatan pencernaannya dengan memberikannya susu anak tinggi serat.

Perlu diketahui, ada beberapa kondisi sakit perut anak yang juga mungkin mengarah pada kondisi lain yang lebih serius.

Anda perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai ketika anak Anda mengalami sakit perut. Misalnya saja, anak Anda merasakan sakit pada perut bagian kanan bawah, Bisa jadi itu adalah tanda radang usus buntu (appendicitis).

Gejala gastroenteritis yang terus berulang juga bisa jadi adalah tanda inflammatory bowel disease (IBD). Intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan sakit perut dalam waktu lama dan terus berulang.

Apabila Anda merasa ragu, tak ada salahnya untuk segera membawa anak Anda ke dokter. Dengan begitu, anak Anda bisa mendapat pengobatan yang tepat, Anda pun jadi lebih tenang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Parenting, Tips Parenting 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Cacingan bukan masalah sepele. Kekurangan nutrisi hingga anemia dapat terjadi karena infeksi ini. Ayo, cari tahu tanda cacingan yang tak boleh diabaikan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
tanda cacingan
Gangguan Pencernaan, Health Centers 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. Belum lagi cacingan diduga bisa jadi penyebab stunting pada anak. Cari tahu lebih jauh, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Konten Bersponsor
penyebab stunting
Kesehatan Anak, Parenting 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
kesehatan dan kebahagiaan anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
bayi demam naik turun

Penyebab Demam Naik Turun Pada Bayi (dan Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 3 menit
mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit