5 Cara Jitu Mencegah Sembelit Pada Si Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Tanda-tanda anak sembelit yang paling umum adalah sulit buang air besar serta perut begah karena feses terlalu lama “bermukim” dalam usus. Anak kecil rentan mengalami sembelit karena mereka biasanya tidak cukup makan serat atau minum air. Meski terkesan sepele, gejala sembelit lama-lama dapat mengganggu aktivitas harian anak. Dibanding mengobati, tentu lebih baik jika Anda sebagai orangtua mencegah anak kena sembelit, bukan? Namun, bagaimana caranya? Yuk, simak cara terbaik untuk mencegah anak sembelit berikut ini.

Cara terbaik mencegah sembelit pada anak

sumber protein untuk anak

Ada banyak penyebab sembelit pada anak, tapi bukan berarti Anda tidak bisa mencegah risikonya.

Sembelit pada anak terutama sering disebabkan oleh kebiasaan si kecil yang suka pilih-pilih makanan. Anak kecil cenderung menghindari makan buah dan sayuran, dan lebih memilih makanan yang tinggi lemak seperti fast food.

Padahal, serat dari buah dan sayuran itu penting untuk melunakkan sisa makanan agar nanti menjadi feses yang mudah dikeluarkan. Sebaliknya, lemak jenuh dan protein lebih sulit dicerna oleh usus sehingga malah semakin menumpuk lebih lama dalam perut.

Anak kecil juga termasuk jarang atau lalai minum air putih karena lebih menyukai minuman manis atau fokusnya tertuju pada kegiatan yang sedang dilakukan. Anak yang jarang minum rentan mengalami dehidrasi dan sembelit karena pencernaannya butuh asupan cairan yang cukup agar dapat berfungsi normal. Air membantu melunakkan feses sehingga nantinya mudah dikeluarkan.

Ketika feses dibiarkan terlalu lama menumpuk di usus besar, teksturnya makin lama akan mengeras sehingga sulit dikeluarkan dan anak semakin enggan untuk BAB.

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah sembelit pada anak di rumah, dari perubahan pola makan sampai menerapkan kebiasaan harian yang baik. Lebih lengkapnya, mari bahas satu per satu.

1. Biasakan anak makan serat

Ketika anak sedang sembelit, cobalah sediakan lebih banyak menu makanan yang kaya serat seperti sayur dan buah-buahan segar.

Serat cenderung lebih mudah dicerna perut sehingga usus anak tidak perlu bekerja terlalu keras. Anda bisa memenuhi asupan serat anak dari beragam jenis sayuran berwarna hijau tua, seperti bayam dan brokoli.

Anda juga dapat memberikan susu untuk mengatasi sekaligus mencegah anak sembelit, yakni susu yang tinggi serat.

Susu tinggi serat mengandung serat larut jenis FOS:GOS yang merangsang pertumbuhan bakteri baik dalam usus anak. Jenis serat ini juga membantu melunakkan feses dan memperlancar gerak usus sehingga BAB si kecil lebih lancar.

Susu tinggi serat membantu memenuhi kebutuhan serat harian anak, tapi pastikan juga jumlah konsumsinya sesuai.

Sediakan juga buah untuknya sebagai makanan pencuci mulut atau camilan, seperti potongan buah apel dan pir. Bisa juga Anda buat menjadi jus buah, agar kebutuhan cairannya juga meningkat.

2. Pelihara jumlah bakteri baik dalam usus

Langkah selanjutnya untuk mencegah anak sembelit adalah menjaga jumlah bakteri dalam usus agar tetap seimbang.

Bakteri baik ini penting untuk membantu usus memproduksi asam lemak dan asam laktat yang mempermudah pergerakan sisa makanan agar bisa dibuang.

Sediakanlah makanan yang mengandung bakteri baik (makanan probiotik), seperti tempe dan yogurt, sebagai cara mencegah sembelit pada anak.

Namun, jangan lupa juga tetap memberikan si kecil makanan tinggi serat untuk menjaga jumlah bakteri baik dalam tubuh. Serat adalah makanan utama bagi bakteri baik agar bisa terus berkembang biak.

3. Minum lebih banyak air

Di samping memilih makanan yang tepat, lengkapi pula kebutuhan asupan cairan tubuh anak. Air membantu serat bekerja lebih cepat untuk melunakkan feses yang mengeras sehingga ampuh untuk mencegah anak sembelit.

Rata-rata anak kecil butuh asupan air minimal 10–15 persen dari berat badannya. Artinya jika berat badan anak 10 kilogram, ia harus mendapatkan asupan cairan paling sedikit 1-1,5 liter per hari.

Asupan air pun tidak melulu harus didapat dari air putih. Sebagai cara mengatasi sembelit pada anak, Anda bisa juga memberikannya sayur atau buah potong yang mengandung banyak air.

Konsumsi air berkarbon atau air soda tawar juga efektif mencegah dehidrasi. Namun, hindari minuman soft drink yang berperisa dan berwarna karena dapat memperburuk sembelit anak.

4. Toilet training

Apabila anak Anda sudah bisa berkomunikasi, ajarkan toilet training sedini mungkin. Ini merupakan cara mencegah sembelit pada anak yang sering kali menahan BAB.

Minta si kecil untuk memberi tahu apabila perutnya terasa sakit dan ingin BAB sehingga bisa segera dibawa ke toilet. Biasanya sensasi ingin BAB akan datang setelah anak makan besar, seperti setelah sarapan, makan siang, atau makan malam.

Saat anak sudah duduk di toilet, jangan memburu-buru anak agar BAB-nya cepat selesai. Ciptakanlah suasana yang tenang dan nyaman sehingga mendukung keinginannya untuk BAB.

Jangan lupa untuk memastikan jadwal makan anak sudah sesuai. Tujuannya, untuk menerapkan kebiasaan buang air besar agar lebih rutin. Contohnya, jadwalkan waktu sarapan sedikit lebih awal, ini memberi kesempatan pada anak untuk buang air besar sebelum berangkat ke sekolah.

5. Ajak anak untuk olahraga

Selain memperbaiki pola makan, Anda juga perlu meningkatkan aktivitas fisik anak. Pasalnya, aktivitas fisik mendukung usus bergerak normal dan ini bisa membantu mencegah anak sembelit.

Anda bisa mengajak si kecil untuk berjalan-jalan di taman, mengendarai sepeda, berenang, atau sekedar melakukan permainan sederhana, seperti lempar tangkap bola.

Rutin periksa ke dokter bantu mencegah anak kena sembelit

dampak gizi buruk pada anak

Apabila anak sembelit disertai dengan gejala lain, sebaiknya segera periksakan lebih lanjut ke dokter agar dapat diketahui adanya kemungkinan penyakit tertentu beserta rencana pengobatannya.

Anda juga perlu memantau perkembangan dan pertumbuhan si kecil setiap saat agar dapat mendeteksi masalah sejak dini. Dilansir dari situs Kids Health, sembelit pada anak bisa disebabkan oleh sindrom iritasi usus besar (IBS).

Melakukan perawatan dan mengunjungi dokter secara rutin menjadi cara terbaik mencegah anak dengan IBS mengalami sembelit lebih parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-hati, Bu, Ketahui Dampak Buruk Bayi Sering Mengejan

Ketika bayi sering mengejan akibat sembelit, perlu segera dilakukan upaya untuk kembali melancarkan pencernaan agar tidak menyebabkan dampak buruk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 4 menit baca

Anak Suka Mengejan Saat BAB, Waspada Gejala Sembelit

Apakah anak suka mengejan saat BAB? Bisa jadi ini gejala sembelit. Bila dibiarkan bisa saja meningkatkan risiko kondisi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Anak, Parenting 27/04/2020 . 4 menit baca

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23/04/2020 . 6 menit baca

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca