Cara Membuat dan Menyimpan Makanan Bayi

Oleh

Ketika bayi mulai mengenal makanan padat, saatnya orangtua berpikir tentang makanan yang harus diberikan pada anak. Ada berbagai macam pilihan sehat, termasuk makanan bayi organik. Namun, orangtua yang ingin tahu persis apa saja yang masuk ke mulut bayi biasanya memilih untuk membuat makanan bayi sendiri. Dan ternyata, membuat makanan bayi tidak serumit kelihatannya!

Keuntungan membuat makanan bayi sendiri

Beberapa orangtua memiliki berbagai alasan mengapa mereka lebih memilih untuk membuat makanan bayi sendiri, umumnya karena:

  • Orangtua tahu persis apa yang dimakan bayinya
  • Makanan bayi buatan sendiri lebih ekonomis daripada makanan yang dijual di toko (meskipun beberapa orangtua berpendapat bahwa hal ini belum tentu benar)
  • Orangtua dapat memilih sendiri buah-buahan, sayuran, dan makanan lainnya untuk dijadikan lebih pure, dan tidak mengandalkan rasa yang disediakan oleh produsen makanan bayi. Anda tidak akan menemukan makanan bayi berbahan dasar melon atau alpukat dijual di supermarket
  • Bayi akan terbiasa mengonsumsi makanan yang dimakan anggota keluarga lain, tapi dalam bentuk pure.

Mira Akbar, ibu dari bayi berusia 20 bulan di Jakarta, berpendapat bahwa membuat makanan bayi sendiri itu sebenarnya mudah. Dengan membuat makanan sendiri, orang ua dapat memantau gizi anaknya.

“Saya mulai memutuskan untuk membuat makanan bayi sendiri ketika mengetahui bahwa makanan bayi yang dibuat di pabrik dimasak pada suhu yang sangat tinggi untuk membunuh bakteri sehingga makanan dapat disimpan lebih lama. Padahal, hal tersebut dapat menghilangkan banyak rasa, vitamin, dan nutrisi makanan,” kata Mira. “Saya lebih memilih untuk memanggang, mengukus, atau merebus sayuran atau buah di akhir pekan dan menghaluskannya dalam blender mini. Biasanya dalam sekali masak, saya bisa membuat 3-4 botol makanan bayi dari buah dan sayuran berbeda. Dengan demikian, saya punya stok persediaan makanan bayi untuk 1 bulan dengan memasak setiap akhir pekan,” ujar Mira.

“Dengan membuat sendiri, orangtua akan lebih peduli terhadap makanan yang akan masuk ke perut anak,” kata Erika Raditya, ibu dari 2 anak di Bandung. “Dan sepertinya, ini juga bisa memotivasi orangtua untuk membuat makanan yang lebih sehat, bahkan ketika anak sudah tumbuh dewasa.”

Kelemahan makanan bayi buatan sendiri

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat orangtua menyerah untuk membuat makanan bayi sendiri:

  • Waktu. Orang tua membutuhkan waktu untuk membuat dan menyiapkan banyak porsi kecil makanan bayi. Tentu saja menggunakan makanan yang sudah dikemas dapat menghemat banyak waktu.
  • Kenyamanan. Takaran makanan bayi yang dikemas pastinya sudah diukur dengan tepat, sehingga siap disajikan langsung.
  • Penyimpanan. Makanan bayi buatan sendiri dapat rusak lebih cepat. Selain itu, makanan bayi harus didinginkan sehingga dapat memenuhi lemari es, terlebih ketika Anda sudah membuat banyak porsi sebelumnya. Makanan bayi yang dikemas tidak perlu disimpan dalam lemari es, kecuali setelah dibuka.

Meskipun Erika membuat sendiri makanan untuk anaknya, ia mengaku, “Memasak makanan bayi benar-benar bikin caek. Saya menghabiskan weekend hanya untuk memasak makanan bayi, menaruhnya di dalam nampan es batu, membekukannya, sebelum akhirnya disimpan ke dalam lemari es. Sebenarnya saya tidak keberatan menggunakan makanan bayi dari supermarket ketika stok makanan buatan sendiri sudah habis.”

Memilih untuk tidak membuat makanan bayi sendiri bukan berarti Anda mengabaikan bayi. “Makanan kemasan yang ditujukan untuk bayi aman untuk dikonsumsi,” kata Jennifer Shu, MD, seorang dokter anak di Atlanta sekaligus co-penulis Heading Home with Your Newborn: From Birth to Reality and Food Fights: Winning the Nutritional Challenges of Parenthood Armed with Insight, Humor, and a Bottle of Ketchup.

“Jika ibu benar-benar khawatir tentang apa yang bayi makan, tapi tidak punya cukup waktu untuk membuat makanan bayi sendiri, fokuskan saja perhatian ibu pada makanan yang akan mereka konsumsi di meja makan nanti,” kata Shu. “Anak tidak akan makan pure selamanya, bukan?”

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat makanan bayi

Shu berpendapat bahwa membuat makanan bayi tidak serumit kelihatannya, “Yang perlu disiapkan adalah penggiling makanan dan panci untuk mengukus.” Mengukus adalah cara terbaik untuk memasak bahan-bahan agar tidak hilang nutrisinya.

Ada berbagai jenis alat pembuat makanan bayi di pasaran, mulai dari produk Prancis serbaguna (mengukus, mencampur, memanaskan, mencairkan makanan) sampai alat pembuat makanan sederhana (menggiling dan menghancurkan makanan). Tanpa membeli alat-alat ini pun, Anda tetap dapat membuat makanan bayi menggunakan alat penumbuk kentang atau blender yang ada di rumah. Yang terpenting, makanan anak tetap lembut dan tidak bergumpal.

Banyak juga buku-buku resep populer untuk membuat pure bayi, misalnya Blender Baby Food, Top 100 Bayi Purees, dan Petit Appetit Cookbook. Buku ini dapat menjadi referensi menu sekaligus sebagai pengingat pentingnya nutrisi dalam makanan bayi. Namun serupa dengan alat pembuat makanan bayi, buku resep ini opsional.

6 langkah mudah membuat makanan bayi

  • Cuci dan bilas tangan, juga peralatan masak.
  • Bersihkan dan kupas buah-buahan dan sayuran.
  • Panggang, kukus, bakar, atau masukkan bahan ke dalam microwave hingga lunak (mengukus dan menggunakan microwave dapat mempertahankan nutrisi).
  • Haluskan bahan dalam food processor atau blender dengan sedikit tambahan cairan (air, ASI, atau susu formula), atau hancurkan bahan dengan alat tumbuk jika bayi sudah siap untuk makanan bertekstur.
  • Tempatkan makanan dalam wadah kedap udara, kemudian simpan di dalam lemari es atau freezer. (Makanan kemasan tidak perlu disimpan dalam lemari es sebelum dibuka, berbeda halnya dengan makanan buatan sendiri.)
  • Hangatkan makanan ketika jam makan tiba, kemudian biarkan dingin sebelum disajikan.

Banyak toko yang menjual kontainer khusus untuk mendinginkan dan membekukan makanan bayi dengan jumlah porsi berukuran kecil. Namun, Anda juga bisa memanfaatkan nampan es batu sebagai alternatifnya.

Selain buah dan sayur, Anda bisa membuat pure dari daging matang (matang sempurna, tanpa lemak dan kulit), kacang-kacangan, dan telur matang.

Satu langkah mudah membuat makanan bayi

Membuat makanan bayi ternyata dapat dilakukan hanya dengan 1 langkah mudah. “Potong buah pir yang sangat matang, atau tumbuk pisang, maupun tumbuk alpukat – selesai,” kata Shu. “Selama Anda mengonsumsi makanan sehat, Anda juga dapat memberikan bayi versi modifikasi dari bahan yang Anda gunakan untuk menu keluarga. Misalnya, ketika Anda berencana membuat kentang tumbuk untuk keluarga, sisihkan sedikit kentang yang belum dicampur susu. Tambahkan sedikit mentega atau rempah-rempah yang ringan, dan sajikan untuk bayi Anda.

Yang juga perlu Anda baca