Memberikan Sayuran untuk Bayi Tidak Sulit, Kok! Ini Berbagai Hal yang Perlu Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Sayuran terkenal dengan segudang manfaat untuk membantu mendukung berbagai fungsi tubuh. Atas dasar itulah sayuran merupakan salah satu bahan makanan yang asupannya sebaiknya tidak terlewatkan, termasuk untuk bayi.

Selain itu, kandungan nutrisi yang ada di dalam sayuran juga tak kalah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi setiap harinya. Nah, untuk lebih jelasnya, simak informasi menarik seputar konsumsi sayuran bagi bayi di awal usianya berikut ini.

Kapan sayuran untuk bayi bisa mulai diberikan?

sayur tahan di kulkas

Setelah mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan penuh tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya, kini sudah saatnya si kecil belajar makan makanan padat.

Idealnya, sejak usia enam bulan bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) sekaligus dibiasakan makan sesuai jadwal makan MPASI.

Pemberian MPASI ini bisa dilakukan bersamaan dengan ASI maupun susu formula bayi bila bayi sudah tidak mendapat ASI lagi.

Anda juga mulai bisa mempertimbangkan pemberian MPASI pada bayi saat ia mulai memperlihatkan berbagai tanda siap makan MPASI.

Pengenalan makanan padat pada bayi pun bisa dilakukan secara perlahan-lahan dengan memberikan beragam menu MPASI.

Akan tetapi, ada baiknya untuk memberikan menu MPASI campuran yang terdiri atas aneka jenis makanan dibandingkan dengan MPASI tunggal.

MPASI tunggal adalah menu makanan padat yang hanya diolah dari satu macam bahan makanan. Jadi, sah-sah saja untuk mulai mengenalkan bayi dengan sayuran sejak ia belajar makan makanan padat.

Jangan lupa untuk tetap menyesuaikan dan mengolah sayuran sesuai dengan tekstur makanan yang mampu dimakan bayi.

Kenapa sayuran bermanfaat untuk bayi?

mengenalkan sayuran pada anak

Cara mendukung bayi agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal bukan hanya dari proses pembelajaran, tetapi juga dari asupan makanan harian.

Ada berbagai zat gizi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Zat gizi tersebut meliputi karbohidrat untuk bayi, lemak untuk bayi, protein untuk bayi, vitamin untuk bayi, mineral, hingga serat.

Menariknya, kebutuhan zat gizi untuk bayi berupa serat, vitamin, dan mineral dapat dicukupi melalui pemberian sayuran.

Bukan hanya kandungan serat, vitamin, dan mineral yang tinggi, sayuran juga bermanfaat sebagai sumber energi dan melancarkan buang air besar bayi.

Berkat kandungan beragam zat gizi di dalamnya, sayuran untuk bayi juga menjaga kesehatan mata, menyehatkan kulit, serta memperkuat tulang.

Lebih dari itu, asupan sayur-sayuran turut membantu menurunkan risiko tubuh terserang berbagai penyakit. Itulah mengapa asupan sayuran buat bayi disarankan sesuai dengan jumlah kebutuhannya.

Kabar baiknya lagi, manfaat memberikan sayuran untuk bayi juga dapat melatih kemampuannya saat makan. Anda bisa merebus sayuran hingga teksturnya agak lunak sehingga mudah dimakan bayi.

Pastikan juga Anda telah memotong dan menyesuaikan ukuran sayur agar lebih mudah saat digenggam alias memberikan finger food untuk bayi.

Namun, perhatikan bahwa menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)fingger food atau makanan jari sebaiknya diberikan saat bayi berusia sekitar 9-11 bulan.

Apakah ada urutan pemberian makanan sebelum sayuran?

menu makanan bayi 10 bulan

Sebenarnya, tidak ada aturan dan urutan khusus untuk memulai memperkenalkan makanan tertentu pada bayi.

Sah-sah saja untuk mulai memberikan bayi makanan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sejak usia enam bulan.

Misalnya yoghurt, ikan, daging ayam, daging sapi, keju untuk bayi, dan lainnya. Bahkan, tidak masalah juga bila memberikan sayur bersamaan dengan buah untuk bayi maupun salah satunya terlebih dahulu.

Sebab tidak ada bukti bahwa bayi yang diperkenalkan dengan buah terlebih dahulu bisa lebih sulit menerima sayur atau sebaliknya.

Mendukung hal tersebut, mengutip pernyataan yang dilansir dari laman Healthy Children, bayi memang memiliki kecenderungan menyukai rasa manis.

Itulah mengapa bayi menyukai ASI yang menjadi makanan sekaligus minuman pertamanya karena memiliki rasa asli cenderung manis.

Meski begitu, pemberian makanan dalam urutan apa pun tidak akan memengaruhi kesukaan bayi untuk jenis makanan tertentu.

Bayi umumnya tetap belajar menyukai berbagai rasa makanan lainnya bila Anda mengenalkan dengan aneka makanan sejak dini.

Tak perlu khawatir, bayi yang menerima sayur atau buah terlebih dahulu tetap bisa dengan mudah makan makanan lainnya.

Artinya, Anda tidak perlu ragu untuk memperkenalkan sayuran melalui menu makanan utama maupun makanan selingan atau camilan bayi.

Yang paling penting yakni mulai membiasakan bayi mengenal beragam variasi rasa dan tekstur makanan seiring bertambahnya usia.

Apa saja sayuran yang bisa diberikan untuk bayi?

makanan bayi

Pilihan sayuran yang bisa Anda berikan untuk bayi bervariasi bagi setiap keluarga. Kembali lagi, perkenalkan dan beri bayi sayuran secara bertahap dengan tetap menyesuaikan teksturnya berdasarkan kemampuan makan.

Ambil contohnya Anda bisa mengolah dan memberikan sayur wortel, brokoli, bayam, buncis, labu, dan beraneka ragam jenis lainnya.

Tidak ada batasan pemberian jenis sayuran selama tidak muncul gejala alergi atau tidak membuat bayi mengalami kondisi medis tertentu.

Sayuran memang terkenal kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral, tetapi tidak kalah banyak dilengkapi zat gizi lainnya.

Sayur wortel, misalnya, yang dalam 100 gram (gr) mengandung 7,9 gr karbohidrat, 1 gr protein, 0,6 gr lemak, 1 gr serat, dan aneka vitamin serta mineral.

Begitu pula dalam setiap 100 gr sayur bayam yang menyumbang 2,9 gr karbohidrat, 0,9 gr protein, 0,4 gr lemak, 0,7 gr serat, maupun vitamin dan mineral.

Bahkan, Anda juga bisa mencampur beberapa jenis sayuran dengan porsi secukupnya ke dalam menu MPASI untuk bayi.

Bagaimana tekstur sayuran yang baik untuk bayi?

makanan bayi 6 bulan agar tidak sembelit

Selain memerhatikan jenisnya, kenali juga tekstur sayuran yang baik untuk bayi. Pastikan Anda menyajikan sayuran dengan tekstur yang baik dan tidak menyulitkan bayi saat makan bila baru dalam tahap perkenalan MPASI 6 bulan.

Mulai usia 6 bulan, sayuran untuk bayi yang baik sebaiknya diberikan dalam tekstur lumat dan sangat halus. Sayuran dengan tekstur halus ini bisa Anda berikan sampai usia bayi sekitar 8 bulan.

Selanjutnya saat usia bayi menginjak 9-11 bulan, Anda sudah bisa meningkatkan tekstur makanan termasuk sayuran bagi bayi.

Pada usia ini Anda dapat mengolah dan menyajikan sayuran dalam tekstur yang dicincang halus (minced), dicincang kasar (chopped), dan makanan jari (finger food) untuk bayi.

Pilihan cara memasak sayuran pun bisa disesuaikan dengan selera, entah itu dikukus, direbus, atau ditumis. Agar lebih lezat dan membuat bayi mau makan, jangan lupa sesuaikan rasanya dengan menambah gula, garam, dan micin secukupnya pada makanan bayi.

Jangan lupa, usahakan cara menyimpan MPASI setelah dimasak serta peralatan MPASI yang Anda gunakan dalam kondisi bersih.

Berapa jumlah sayuran untuk bayi?

makanan penyebab sembelit pada bayi

Sebenarnya tidak ada jumlah pasti dalam memberikan sayuran untuk bayi. Namun, di masa awal bayi diperkenalkan dengan sayuran, ada baiknya untuk memberikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Seiring bertambahnya usia bayi, Anda bisa meningkatkan jumlah sayuran di setiap porsi makannya agar lebih terbiasa.

Hanya saja, penting untuk diingat bahwa meski bermanfaat baik tetapi bayi belum diperkenankan makan sayur dalam porsi yang terlalu banyak.

Berdasarkan Mayo Clinic, asupan serat yang terlalu banyak dapat mengakibatkan produksi gas berlebih di usus, kram, hingga perut kembung.

Terlebih lagi karena sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna sehingga rentan sekali mengalami masalah pencernaan.

Solusinya, pemberian sayuran buat bayi bisa ditingkatkan secara perlahan sedikit demi sedikit. Hal ini dapat membantu agar bakteri alami di dalam sistem pencernaan menyesuaikan diri dengan perubahan asupan sayuran.

Apakah sayuran organik lebih aman bagi bayi?

resep sayur bayam

Sesuai namanya, sayuran organik ditanam atau diproses secara alami alias tanpa pupuk dan pestisida. Secara tidak langsung, memberikan sayuran organik kepada bayi dapat membatasi paparan zat kimia.

Namun sejauh ini, belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat sayuran organik lebih besar ketimbang sayuran nonorganik.

Residu pestisida yang ada pada sayuran organik memang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sayuran nonorganik.

Sayuran organik juga mungkin menjadi pilihan beberapa orangtua guna membatasi kemungkinan paparan residu pestisida ke dalam tubuh bayi.

Hanya saja, ternyata residu pada sebagian besar sayuran organik dan nonorganik tidak lebih dari ambang batas normal yang dianjurkan.

Sampai saat ini juga belum ada penelitian yang membuktikan bahwa makan makanan organik lebih bergizi daripada makanan nonorganik, termasuk sayur-sayuran.

Jadi, pada dasarnya tidak masalah bila Anda ingin memberikan sayuran organik buat bayi maupun sayuran nonorganik.

Kedua proses penanaman sayuran tersebut sebenarnya sama-sama baik untuk diolah dan dijadikan makanan sehari-hari. Asal diolah dengan baik dan tetap memperhatikan kebersihan makanan.

Selama kebutuhan gizi bayi tercukupi, bayi tidak susah makan, dan tidak terjadi masalah gizi pada bayi, tentu tidak masalah memberikan sayuran jenis apa pun.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Meski seharusnya masih masuk masa menyusui, ada beberapa bayi yang mulai MPASI saat belum 6 bulan. Bagaimana pembagian jadwal makan bayi di bawah 6 bulan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Menyajikan menu makanan bayi dalam masa MPASI sebenarnya tidak sulit. Berbekal resep ini, mari buat aneka makanan yang sehat dan lezat untuk bayi yuk, Bu!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Membuat Menu Makanan Bayi 8 Bulan Tidak Sulit, Kok! Ini Inspirasi yang Bisa Dicoba

Menyajikan beragam menu makanan dapat membantu bayi 8 bulan agar terbiasa dan tidak suka pilih-pilih makan. Yuk, sontek berbagai menunya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

3 Resep MPASI dengan Slow Cooker yang Praktis dan Bergizi

Metode slow cooking menjadi metode memasak MPASI. Anda dapat menyontek 3 resep MPASI dengan slow cooker yang praktis, lengkap dengan informasi gizinya.

Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz

Direkomendasikan untuk Anda

sayur untuk anak 1 tahun

5 Jenis Sayur yang Cocok untuk Anak Usia 1 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
menu makanan bayi 7 bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020