Berapa Asupan Karbohidrat yang Harus Dipenuhi Anak Setiap Hari?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Selayaknya berbagai sumber nutrisi lainnya, asupan karbohidrat untuk anak juga harus senantiasa tercukupi dengan baik. Pasalnya, karbohidrat memegang peranan penting atas berbagai fungsi tubuh, terutama untuk anak yang notabene masih akan terus tumbuh dan berkembang. Sebagai orangtua, tugas Anda yakni memastikan agar kebutuhan karbohidrat anak setiap harinya selalu terpenuhi.

Seberapa penting kebutuhan karbohidrat bagi anak?

kebutuhan gizi anak asupan gizi anak

Baik bagi bayianak prasekolah, hingga anak usia sekolah sampai remaja, kebutuhan karbohidrat merupakan salah satu unsur penting harian yang tidak boleh kekurangan. Sebab zat gizi makro ini, menyediakan sejumlah energi guna mendukung seluruh kerja berbagai organ dan jaringan tubuh.

Karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan diproses menjadi glukosa, yang nantinya digunakan sebagai sumber energi utama. Bukan hanya itu saja, karbohidrat juga mengemban tugas penting untuk menunjang fungsi otak.

Sekitar 20 persen energi yang ada di dalam tubuh digunakan oleh otak untuk bekerja. Sementara selebihnya, baru diedarkan ke seluruh penjuru tubuh untuk dipakai oleh organ dan jaringan lainnya. Asupan karbohidrat yang dimakan anak juga bisa membuat tubuhnya kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan berat badan.

Ini karena ketika anak makan makanan sumber karbohidrat, khususnya karbohidrat kompleks, sistem pencernaan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya. Alhasil, karbohidrat tersebut masih akan terus ada di dalam sistem pencernaan selama beberapa waktu. Bahkan, pelepasan gula ke dalam aliran darah pun dilakukan secara bertahap.

Menariknya lagi, terpenuhinya kebutuhan karbohidrat anak juga dapat melancarkan proses penyerapan asam amino triptofan pada tubuh. Triptofan adalah satu dari sekian jenis asam amino pada makanan sumber protein, yang diyakini baik untuk memperbaiki suasana hati anak.

Berapa banyak kebutuhan karbohidrat anak setiap harinya?

agar anak mau makan

Kebutuhan karbohidrat di setiap jenjang usia anak tidak selalu sama. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, berikut asupan karbohidrat yang dibutuhkan anak:

  • Usia 0-6 bulan: 58 gram (g) per hari
  • Usia 7-11 bulan: 82 g per hari
  • Usia 1-3 tahun: 155 g per hari
  • Usia 4-6 tahun: 220 g per hari
  • Usia 7-9 tahun: 254 g per hari

Setelah usia anak menginjak 10 tahun, kebutuhan karbohidrat yang harus dipenuhi setiap harinya akan dibedakan berdasarkan jenis kelamin.

Anak laki-laki

  • Usia 10-12 tahun: 289 g per hari
  • Usia 13-15 tahun: 340 g per hari
  • Usia 16-18 tahun: 368 g per hari

Anak perempuan

  • Usia 10-12 tahun: 275 g per hari
  • Usia 13-18 tahun: 292 g per hari

Mengingat ukuran tubuh dan tingkat aktivitas masing-masing anak setiap harinya berbeda-beda, maka AKG dari Kemenkes tersebut bisa dijadikan sebagai perkiraan. Di satu sisi, mungkin ada anak yang terlampau aktif bermain maupun mengikuti serangkaian kegiatan akademis dan non-akademis.

Sementara di sisi lain, ada pula anak yang aktivitasnya biasa saja bahkan cenderung tidak banyak melakukan kegiatan fisik. Maka itu, alangkah baiknya untuk menyesuaikan kebutuhan karbohidrat harian anak tersebut dengan aktivitas hariannya.

Hal ini bertujuan agar tidak terjadi ketimpangan antara energi yang masuk dengan yang dikeluarkan oleh tubuh. Begini, terlalu banyak asupan energi anak dari karbohidrat, tapi tidak diiringi dengan pengeluaran yang seimbang dari aktivitas, bisa membuat berat badan melonjak naik.

Ini karena sisa energi yang tidak terbakar melalui aktivitas tersebut, akan disimpan dan menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, terjadilan peningkatan berat badan yang mungkin membuat proporsi tubuhnya tidak seimbang, alias tampak gemuk.

Jadi, penting untuk memastikan kebutuhan karbohidrat anak sudah terpenuhi seoptimal mungkin.

Apa saja sumber karbohidrat untuk anak?

manfaat karbohidrat

Berdasarkan jumlah gula di dalamnya, makanan jenis karbohidrat terbagi menjadi dua, meliputi:

Karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang terdiri dari jumlah molekul gula sedikit, yakni hanya 1-2 saja. Sedikitnya molekul gula tersebutlah yang membuat proses pencernaan karbohidrat sederhana tidak memakan waktu lama.

Jadi setelah selesai dicerna oleh tubuh, gula dari karbohidrat sederhana ini bisa langsung diedarkan ke seluruh tubuh. Selanjutnya, digunakan oleh organ, jaringan, serta sel-sel tubuh. Berikut aneka makanan sumber karbohidrat sederhana:

  • Madu
  • Permen
  • Gula putih
  • Gula merah
  • Soda

Akan tetapi, sebaiknya hati-hati untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat anak dengan masalah kesehatan tertentu. Ini karena saking cepatnya proses pencernaan karbohidrat sederhana, otomatis zat gizi ini bisa dengan mudah meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.

Karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat dengan jumlah molekul gula yang lebih banyak. Kebalikan dari karbohidrat sederhana, proses pencernaan karbohidrat kompleks butuh waktu yang jauh lebih panjang. Makanan yang kaya karbohidrat kompleks terdapat pada:

  • Roti
  • Jagung
  • Nasi
  • Gandum
  • Pasta
  • Kentang
  • Kacang-kacangan
  • Beberapa sayur dan buah-buahan

Ya, sayur dan buah-buahan yang terkenal sebagai sumber serat ternyata juga menyumbang karbohidrat kompleks. Hal ini juga menjadi perbedaan lain antara karbohidrat sederhana dan kompleks, Jika sebelumnya karbohidrat sederhana dijelaskan bisa meningkatkan kadar gula darah, karbohidrat kompleks tidak demikian.

Proses pencernaan karbohidrat kompleks yang terbilang lama, membuat kadar gula darah lebih stabil sekaligus tidak membuat berat badan cepat naik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca