Apa yang Harus Orangtua Lakukan Kalau Anak Tidak Mau Minum Susu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Susu merupakan sumber kalsium dan nutrisi penting lainnya yang baik untuk tumbuh kembang anak. Tapi tak sedikit anak yang ogah minum susu, terutama anak-anak yang berusia lebih dari 6 tahun. Sebagai orangtua, Anda mungkin khawatir si kecil tidak akan mendapatkan cukup gizi karena tidak minum susu. Lantas, apa yang harus dilakukan ketika si kecil tidak mau minum susu?

Apakah kesehatannya terpengaruh kalau anak tidak mau minum susu?

Banyak orangtua yang mengharuskan anaknya untuk rutin minum susu, demi mempercepat serta memaksimalkan pertumbuhan anak hingga ia dewasa kelak. Susu memang diperkaya oleh ragam nutrisi yang baik untuk tumbuh kembangnya, tapi susu bukanlah minuman yang wajib selalu ada di dalam menu harian si kecil.

Tidak minum susu tidak akan membuat si kecil menderita kekurangan gizi atau masalah gizi tertentu. Faktanya, tak ada satu pun makanan atau minuman yang dipersenjatai dengan semua nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh. Termasuk susu. Meski tinggi akan kalsium, susu tidak memiliki cukup karbohidrat, zat besi, dan vitamin C yang juga penting untuk kesehatan anak. Anda hanya bisa mendapatkan gizi seimbang jika mengonsumsi berbagai makanan.

Oleh karena itu, Anda bisa menyiasati anak yang tidak suka minum susu dengan menyediakan bahan makanan lain yang punya zat gizi yang mirip dengan susu. Susu mengandung berbagai mineral dan vitamin seperti kalsium, zat besi, zink, vitamin D, dan vitamin K.

Makanan apa saja yang bisa dikonsumsi anak jika ia tidak mau minum susu?

Sekali lagi, ini bukan berarti susu tidak baik untuk dikonsumsi. Tapi susu bukan satu-satunya makanan yang punya nutrisi yang paling baik dan sempurna untuk anak. 

Itu sebabnya jika anak tidak mau minum susu, sebaiknya tidak usah dipaksa. Anda bisa mencukupi gizinya dari berbagai sumber makanan sehat, seperti:

  • Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, serta brokoli
  • Sumber protein hewani, seperti telur, ikan sarden, dan ikan teri
  • Berbagai jenis kacang-kacangan, contohnya kacang kedelai, kacang almond, atau edamame

asupan kalsium

Sementara, makanan yang mengandung vitamin D atau vitamin K yang biasanya juga diandalkan untuk menguatkan tulang yaitu:

  • Beberapa jenis ikan, seperti ikan tuna, ikan salmon, dan ikan sarden
  • Hati sapi
  • Kuning telur

Dalam daging sapi, hati sapi, sayuran berdaun hijau tua, dan berbagai jenis kacang-kacangan, juga terdapat zat besi dan zink di dalamnya, sehingga Anda tak perlu cemas si kecil akan kekurangan nutrisi. Variasikan menu makanannya, agar ia mendapatkan berbagai nutrisi yang ia butuhkan.

Cara lain untuk mengakali si kecil agar suka minum susu

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar si kecil tetap mendapatkan kalsium dan nutrisi lainnya dari susu, yaitu dengan menggantinya dengan produk susu olahan lain atau membuat modifikasi resep yang dicampurkan dengan susu.

Ya, di sini memang ibu dituntut lebih kreatif untuk membuat makanan yang menarik dengan rasa yang lezat namun tetap bernutrisi tinggi. Jadi bila Anda ingin tetap membuat si kecil minum susu, Anda bisa mengakalinya dengan memodifikasi resep dengan campuran susu, atau menggunakan produk susu olahan lainnya seperti, keju atau yogurt.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Saat anak tidak nafsu makan, Anda pasti khawatir. Hal ini bisa berlangsung sementara atau lebih lama. Namun, apakah hal ini wajar terjadi pada tiap anak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Parenting, Nutrisi Anak 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Bayi memiliki waktu tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Ketahui cara menidurkan bayi yang membuatnya nyaman plus lama waktunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit