Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Risiko obesitas tidak hanya mengintai orang dewasa, tapi juga anak-anak. Kondisi ini biasanya disebabkan karena anak memperoleh banyak asupan kalori dari makanan yang tidak menyehatkan. Mengingat lemak menyumbangkan banyak kalori, apakah anak yang obesitas masih boleh makan makanan mengandung lemak?

Obesitas pada anak tidak hanya disebabkan makanan berlemak

tanda anak obesitas

Kelebihan berat badan dan obesitas pada anak disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab yang paling umum antara lain faktor keturunan, faktor psikologis, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta gabungan dari seluruh faktor tersebut.

Kasus obesitas banyak terjadi pada anak-anak yang sering mengonsumsi makanan tinggi kalori. Kalori yang besar tersebut biasanya berasal dari fast food, junk food, kue-kue manis, camilan, permen, makanan penutup, serta minuman manis.

Di sisi lain, anak yang makan makanan berlemak tidak serta-merta pasti mengalami obesitas. Obesitas cenderung terjadi karena anak terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung gula. Makanan ini tinggi akan kalori, tapi miskin nutrisi.

obesitas pada anak

Asupan gula yang berlebih akan diubah menjadi sel-sel lemak. Semakin sering anak mengonsumsi gula, semakin banyak pula sel lemak yang terbentuk. Jika anak jarang beraktivitas fisik, timbunan lemak dapat bertambah besar dan mengakibatkan obesitas.

Selain itu, gula berlebih juga memicu obesitas dengan cara mengganggu kerja hormon leptin. Fungsi hormon leptin adalah memberikan rasa kenyang. Asupan gula berlebih dapat mengurangi kemampuan otak dalam merespons sinyal hormon ini. Dampaknya, anak sering merasa lapar dan ingin makan lebih banyak.

Meski lemak identik dengan berat badan yang bertambah, dalang di balik obesitas anak sebenarnya adalah gula dan kurangnya aktivitas fisik. Anak yang mengalami obesitas sekalipun boleh makan makanan mengandung lemak, yang terpenting jumlahnya tidak berlebihan.

Cara memberikan asupan lemak yang sehat bagi anak obesitas

resep makan malam

Lemak memiliki sejumlah fungsi bagi perkembangan anak. Tubuh anak membutuhkan lemak untuk menghasilkan energi, membangun sel-sel otak dan sistem saraf, membentuk hormon, melapisi organ, serta menyerap vitamin A, D, E, dan K.

Kendati bermanfaat, Anda perlu memperhatikan jenis lemak yang dikonsumsi oleh si kecil. Berikan ia lebih banyak asupan lemak tak jenuh yang menyehatkan. Sebaliknya, batasi asupan lemak jenuh dan lemak trans yang banyak terdapat pada camilan manis.

Anak yang mengalami obesitas tetap boleh makan makanan mengandung lemak. Namun, ada beberapa penyesuaian yang perlu Anda lakukan. Di antaranya:

  • Memilih sumber lemak yang lebih menyehatkan berupa alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak.
  • Memberikan susu rendah lemak dan daging tanpa lemak.
  • Membaca label kemasan makanan, sebab produk makanan berlabel ‘fat-free’ terkadang mengandung gula tambahan yang tinggi kalori.
  • Membatasi konsumsi gula dan makanan manis.
  • Membatasi konsumsi makanan olahan. Sebagai gantinya, berikan si kecil makanan utuh dan alami.
  • Mengurangi memasak dengan metode deep-frying. Anda bisa menggantinya dengan menumis, memanggang, atau mengukus.

Lemak memang dapat menambah berat badan. Meski demikian, bukan berarti anak yang mengalami obesitas tidak boleh makan makanan mengandung lemak. Anak-anak dengan obesitas sekalipun tetap memerlukan asupan lemak demi tumbuh kembangnya.

Hal yang menjadi pembeda adalah jenis lemak yang mereka konsumsi. Orangtua boleh memberikan asupan lemak, tapi utamakan lemak dari jenis yang menyehatkan. Tidak lupa, ajak si kecil berolahraga agar tubuhnya lebih aktif membakar kalori. Jika obesitas berkelanjutan, segeralah konsultasikan ke dokter anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Lemak tubuh yang rendah bisa mengganggu kesuburan. Jika demikian, apakah wanita harus banyak makan makanan berlemak untuk meningkatkan kesuburan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 19 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Gila Cokelat di Hari Natal? Batasi Asupannya ya, Bu!

Kebanyakan makan cokelat saat Natal bisa berdampak buruk pada anak. Batasi konsumsinya agar si kecil tak mengalami berbagai masalah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Parenting, Nutrisi Anak 25 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Kelebihan Gizi Pada Anak Bisa Berbahaya, Ini yang Harus Dipahami Ortu

Asupan makanan harian dalam porsi besar bisa membuat anak mengalami gizi lebih. Mari cermati pola makan yang tepat untuk mengatasi gizi lebih pada anak!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 15 Mei 2019 . Waktu baca 9 menit

Berapa Kalori yang Harus Dipangkas Supaya Berat Badan Anak Obesitas Dapat Turun?

Mengurangi asupan kalori merupakan cara mengatasi obesitas. Lantas, seberapa banyak kalori harus dikurangi supaya berat badan anak obesitas dapat turun?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Nutrisi Anak 23 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 9 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
kebutuhan lemak balita

Panduan Seputar Kebutuhan Lemak Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 April 2020 . Waktu baca 7 menit
kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 April 2020 . Waktu baca 7 menit
perkembangan otak anak obesitas

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit