Lebih Sehat Mana Buat Anak: Susu Full Cream Atau Susu Rendah Lemak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/02/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Saat ini, sudah banyak orang yang beralih ke susu rendah lemak atau bahkan susu skim yang sudah dipangkas kadar lemaknya. Memang benar, kedua jenis susu tersebut tidak membuat tumpukan lemak ditubuh semakin melonjak. Namun, apakah susu rendah lemak atau susu skim lebih baik bagi anak dalam masa pertumbuhan ketimbang susu full cream? Mana yang lebih baik, anak minum susu full cream atau susu yang sudah tak ada lemaknya?

Sebaiknya anak minum susu full cream atau susu rendah lemak?

Sah-sah saja bagi orang dewasa untuk mengganti susu full cream jadi susu rendah lemak atau susu skim sekalian. Apalagi jika Anda sedang berusaha untuk membatasi asupan lemak, maka susu rendah lemak dan susu skim bisa jadi salah satu solusinya.

Namun, bagaimana dengan si kecil? Apakah Anda juga harus mengganti susu full cream si kecil dengan yang rendah lemak? Apakah memang lebih baik anak minum susu rendah lemak?

Ya, banyak orangtua bingung susu mana yang lebih baik. Susu memang dapat diandalkan sebagai asupan kalsium dan zat besi untuk anak, sehingga Anda harus pintar-pintar memilih jenis susu bagi si kecil.

Jika dilihat dari kadar lemak, sebenarnya ketiga jenis susu ini tetap punya jumlah lemak di dalamnya, kok. Berikut adalah jumlah lemak yang dimiliki setiap jenis susu:

  • Susu full cream: 3,25 persen lemak atau sekitar 8 gram lemak
  • Susu rendah lemak: 1-2 persen lemak atau sekitar 2,5-4,5 gram lemak
  • Susu skim: 0,5 persen lemak atau sekitar kurang dari 2 gram lemak

Susu Alternatif Bagi Anak Yang Alergi Susu Sapi

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebaiknya anak tidak diberikan susu rendah lemak dulu hingga ia berusia 2 tahun. Setelah itu, si kecil boleh diberikan susu yang lemaknya lebih rendah. 

Namun, jika anak yang berusia 1-2 tahun mengalami kegemukan, maka pemberian susu rendah lemak boleh diterapkan padanya. Sebelum mengubah pola diet pada si kecil, sebaiknya Anda diskusikan dulu dengan dokter anak Anda dan berkonsultasi dengan ahli gizi.

Meski begitu, jangan terlalu ketat membatasi lemak pada anak

Faktanya, lemak adalah salah satu jenis zat gizi yang diandalkan dalam perkembangan si kecil. Jangan sampai Anda membuatnya kekurangan lemak. Di dalam tubuh, lemak dibutuhkan si kecil untuk membangun jaringan tubuh – termasuk sistem saraf – dan pengendalian hormon.

Tak hanya itu, lemak juga membantu si kecil dapat menyerap beberapa vitamin yang dibutuhkan seperti vitamin A, D, E, dan K. Maka itu, sebaiknya jangan terlalu membatasi asupan lemak si kecil, kecuali memang anak mengalami obesitas yang membuatnya harus membatasi asupan lemak.

Namun, jika si kecil punya berat badan yang normal, maka menurut Kementerian Kesehatan RI, asupan lemak yang dianjurkan dalam satu hari adalah:

  • 7-11 bulan: 36 gram
  • 1-3 tahun:  44 gram
  • 4-6 tahun: 62 gram
  • 7-9 tahun: 72 gram

Laki-laki

  • 10-12 tahun: 70 gram
  • 13-15 tahun: 83 gram
  • 16-18 tahun: 89 gram

Perempuan

  • 10-12 tahun: 67 gram
  • 13-18 tahun: 71 gram

Selain itu, Anda juga harus pintar memilih jenis lemak untuk si kecil. Tak semua lemak itu jahat, kok. Contohnya lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3. Biasanya, zat gizi penting ini dapat ditemukan dalam makanan seperti ikan, alpukat, dan kacang-kacangan. Hindari memberikannya makanan berlemak jenuh tinggi, yang banyak ditemukan pada makanan yang digoreng.

Jadi, kalau memilih susu rendah lemak untuk anak, Anda juga harus pintar memilih makanan sumber lemak lainnya, agar asupan lemak tetap normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

3 Aktivitas Seru dan Menyenangkan untuk Si Kecil yang Gagap

Orangtua bisa mendorong kemampuan berbicara anak yang gagap lewat aktivitas menyenangkan. Apa saja aktivitas yang cocok untuk anak gagap? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 07/06/2020 . 4 menit baca

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 menit baca
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 menit baca
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca