6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Anak-anak kerap kali mencoba menahan buang air besar (BAB). Namun, hal ini bisa membuat BAB-nya menjadi keras. Maka itu, orangtua perlu melakukan upaya agar BAB anak lancar dan tidak keras. Selain kebiasaan, mungkin juga pola diet dan aktivitas fisik si kecil membuat anak susah BAB.

Ibu perlu tahu mengenai tips agar anak terbebas dari sembelit sehingga ia bisa beraktivitas dengan leluasa.

Kenapa anak bisa mengalami sembelit?

mengatasi sembelit anak

Sembelit tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak. Sembelit ditandai jika seorang anak sulit buang air besar karena sistem pencernaan tidak bekerja dengan lancar. Gejala sembelit yang biasa timbul pada anak-anak bisa dilihat di bawah ini.

  • BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu
  • BAB disertai rasa nyeri dan sakit
  • Feses atau tinja seperti tersumbat di dalam dubur dan tidak bisa keluar semua
  • Feses kering, keras, dan besar

Melihat anak yang menangis karena susah BAB pasti membuat orangtua jadi tidak tega. Pasti semua orangtua juga berharap agar BAB anak lancar dan tidak keras. Jika sembelit yang dialami anak tidak kunjung sembuh hingga lebih dari dua pekan, sebaiknya harus dibawa ke dokter anak untuk diobati.

Mengapa anak bisa sembelit? Ada beberapa faktor yang memicu kondisi ini, seperti:

  • Sering menahan BAB, terutama saat toilet training (latihan BAB mandiri)
  • Jarang beraktivitas fisik
  • Tidak mengonsumsi serat
  • Tidak banyak minum air putih
  • Kondisi kesehatan lainnya, seperti gangguan saraf, konsumsi obat-obatan tertentu, dan lainnya

Tips agar BAB anak lancar dan tidak keras

Agar pencernaan anak lancar dan tidak terganggu, orangtua bisa menerapkan enam tips berikut ini.

1. Melatih anak agar BAB teratur

obat pencahar untuk anak sembelit

Aktivitas bermain ataupun belajar sering membuat anak menahan buang air besar. Misalnya ketika anak enggan BAB di sekolah karena takut pada gurunya atau malu pada temannya, atau anak dalam perjalanan.

Sebaiknya orang tua memberikan pelatihan agar BAB anak teratur. Orangtua bisa mengajarkan anak pergi ke kamar mandi ketika ia pertama kali merasakan keinginan untuk BAB.

Bantulah anak untuk membentuk kebiasaan BAB yang teratur dengan meminta anak duduk di toilet setiap harinya di waktu yang sama, usahakan setelah anak makan.

2. Konsumsi serat dari buah

manfaat buah pir

Berikan buah-buahan sebagai camilan yang kaya serat agar BAB anak jadi lancar dan tidak keras. Berikan sumber serat berbeda setiap hari terutama yang banyak mengandung air. Makanan tinggi serat membantu memperlancar proses buang air besar dan meningkatkan gerakan usus untuk mendorong feses keluar.

Buah pir, kiwi, maupun plum bagus untuk meredakan sembelit. Buah-buahan tersebut memiliki serat tinggi dan menjadi pilihan untuk meredakan perut yang tidak nyaman karena sembelit.

3. Ajak anak makan sayur

makanan berserat untuk anak

Berikan juga sayuran yang kaya akan serat, agar BAB anak lancar dan tidak keras. Sayur bayam dipercaya memiliki kandungan serat tinggi di setiap helai daunnya. Selain serat, bayam juga mengandung vitamin C, vitamin K, dan folat. Sayuran hijau ini bagus untuk melunakkan feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

Anda juga bisa mengajak anak untuk makan sayuran lainnya, seperti brokoli, wortel, buncis, maupun selada. Sehingga ia terbiasa mengonsumsi sayuran yang bervariasi dan mendapatkan beragam vitamin dan mineral penting di dalamnya.

4. Ingatkan minum air putih

kebutuhan cairan pada anak

Agar BAB anak lancar dan tidak keras, biasakan anak untuk rutin minum air putih setiap saat. Untuk mengetahui aturan minum air putih berdasarkan usia anak, Anda bisa cek di sini.

Secara alami, rutin minum air putih dapat menghindari gangguan sistem pencernaan, seperti konstipasi. Maka itu, selalu ingatkan anak untuk tetap minum air putih, agar sistem pencernaannya lancar dan kesehatannya tetap terjaga.

5. Motivasi untuk beraktivitas fisik

Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Kebiasaan menahan BAB juga sering terjadi ketika anak terlalu asyik bermain dengan gadgetnya. Kebiasaan ini dapat membuat anak mengalami sembelit atau konstipasi.

Agar BAB anak lancar dan tidak keras, berikan semangat padanya agar mau melakukan kegiatan fisik dan tidak membiarkannya asyik sendiri dengan gadget.

Ajak anak untuk melakukan permainan yang menggerakan fisiknya. Ada beragam aktivitas fisik anak yang bisa dilakukan, seperti bersepeda, menari, berlari, atau bermain bola.

Rutin melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga dapat mendukung kesehatan anak secara keseluruhan. Termasuk membantu meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga memudahkan anak untuk buang air besar.

6. Konsumsi susu kaya serat

Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Selain mengajak anak untuk rutin konsumsi beragam buah dan sayur, Anda bisa menambahkan konsumsi susu formula kaya serat untuk membantu melancarkan sistem pencernaan dan meningkatkan sistem imunitas tubuhnya.

Jangan lupa untuk membaca aturan pakai produk susu, agar si kecil mendapatkan manfaat dari nutrisi dalam produk tersebut.

Tak hanya memastikan BAB anak lancar dan tidak keras, ibu juga harus memperhatikan gejala lainnya seperti frekuensi BAB si kecil. Dengan begitu, ibu akan lebih mudah mengetahui dan mendeteksi tanda gangguan pencernaan pada anak.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Manfaat Beta Glucan untuk Tumbuh Kembang si Kecil

Beta glucan memberikan manfaat untuk tumbuh kembang anak. Yuk sertakan nutrisi ini untuknya dan ketahui apa peran beta glucan untuk kesehatan anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Seberapa Penting Kebutuhan Karbohidrat untuk Balita Usia 2-5 Tahun?

Menjaga asupan nutrisi dan gizi anak agar tetap seimbang sangat penting demi pertumbuhannya. Berikut kebutuhan karbohidrat balita usia 2-5 tahun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Panduan Seputar Kebutuhan Protein untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan nutrisi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, termasuk asupan protein. Berikut panduan seputar kebutuhan protein anak.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Pentingnya Memenuhi Asupan Nutrisi Si Kecil dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

Nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan si Kecil dapat menentukan kesehatannya di masa depan. Asupan nutrisi untuk anak harus menjadi prioritas utama Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
nutrisi untuk daya tahan tubuh anak

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
vitamin pencernaan anak

Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020

Nutrisi yang Penting untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020