Pernah mendengar istilah bingung puting? Bingung puting umum terjadi pada bayi di awal-awal kehidupannya. Hal ini tentu dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Namun jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini.

Apa itu bingung puting?

Bayi yang selalu mendapatkan ASI langsung dari payudara ibu dan tidak pernah mendapatkan botol susu mungkin tidak pernah mengalami bingung puting. Bingung puting bisa terjadi saat bayi yang sudah biasa mengisap dot botol susu, kemudian berusaha mengisap puting payudara ibu lagi.

Mengisap dot dengan mengisap payudara ibu tentu berbeda bagi bayi. Bayi mungkin harus bekerja lebih keras untuk dapat mengisap payudara ibu. Mengapa? Hal ini karena bayi harus membuka mulutnya dan menempel dengan baik di payudara ibu agar bisa mengisap payudara ibu dengan nyaman. Saat mengisap payudara ibu, bayi harus menggerakkan sekitar 40 otot wajahnya untuk mendapatkan ASI sampai perutnya kenyang.

Bila bayi mengisap dot, ia tidak harus bersusah payah seperti itu untuk mendapatkan susu. Bayi hanya tinggal membuka mulutnya dan kemudian dot akan menghampiri mulutnya. Kemudian, susu pun akan menetes sedikit demi sedikit dari lubang dot dan bayi tidak perlu sekuat tenaga mengisap dot.

Nah, saat bayi sudah terbiasa mengisap dot dengan mudahnya, ia bisa saja merasa kesulitan saat harus mengisap payudara, sehingga menolak untuk menyusu di payudara ibu. Biasanya, untuk menempel pada payudara ibu dengan baik pun bayi akan merasa kesulitan jika ia sudah terbiasa dengan dot.

Bagaimana cara mengatasi bingung puting?

Bingung puting biasanya dialami oleh bayi yang diperkenalkan dengan botol susu terlalu dini. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar bayi tidak diberi botol susu sampai usianya kira-kira mencapai 4-6 minggu, dilansir dari WebMD.

Tentu, bingung puting bisa berdampak buruk bagi bayi. Bingung puting dapat membuat bayi merasa kesulitan dalam mendapatkan ASI dari payudara ibu. Bahkan, beberapa orang menganggap bingung puting sebagai salah satu penyebab bayi berhenti menyusu di payudara ibu lebih awal. Untuk itu, bingung puting harus segera diatasi. Bagaimana caranya?

  • Terus susui bayi. Satu hal yang harus terus Anda lakukan agar bayi tidak mengalami bingung puting adalah terus menawarkan bayi ASI langsung dari payudara Anda. Awalnya mungkin Anda merasa kesulitan, bayi pun merasa kesulitan untuk menempel di payudara Anda. Namun, jika terus-terusan dicoba (tanpa memaksa bayi), hal ini dapat membantu bayi untuk menemukan posisi nyamannya untuk menyusu di payudara ibu.
  • Bantu bayi saat menyusu. Anda mungkin bisa membantu bayi agar lebih mudah meraih payudara Anda. Saat mulut bayi sudah terbuka, bantu bayi agar bisa menempel dan mengisap puting payudara Anda dengan baik. Anda juga bisa memijat payudara Anda untuk membantu mengeluarkan ASI saat menyusui.
  • Menyusui pada waktu yang tepat. Bayi harus dalam kondisi yang lapar agar ia menyusu di payudara Anda dengan baik. Bayi yang lapar biasanya akan mengisap payudara Anda dengan semangat, sehingga bisa mendapatkan ASI lebih banyak. Hal ini membuat ia puas dan kenyang setelah menyusu.
  • Kurangi penggunaan botol susu, termasuk empeng. Terus-menerus menawarkan botol susu dan empeng pada bayi dapat membuat bayi tambah kesulitan untuk bisa menikmati menyusu di payudara ibu. Untuk itu, sebaiknya kurangi frekuensi penggunaan botol susu atau empeng, terutama saat bayi masih kecil atau belum pandai menyusu di payudara ibu dengan baik.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul “Gizi Anak dan Remaja” bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya