Penyebab Kulit Bayi Berminyak dan Langkah-langkah Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Kulit bayi sangat sensitif, berbeda dengan orang dewasa. Ada beberapa masalah kulit yang biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir, salah satunya kulit bayi berminyak, terutama di bagian kulit kepala. Kulit kepala bayi yang berminyak bisa menjadi salah satu tanda adanya masalah kulit, yaitu dermatitis seboroik.

Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik merupakan kondisi di mana kulit bayi terlihat berisisik dan berkerak. Bagian kulit yang biasanya terkena ialah kepala, belakang telinga, dan lipatan kulit. Kondisi ini juga dapat memengaruhi daerah berminyak pada tubuh, seperti wajah, sisi hidung, alis, kelopak mata, dan dada.

Dermatitis seboroik yang biasanya terjadi di kepala bayi disebut juga dengan istilah cradle cap. Kondisi ini mirip dengan ketombe pada orang dewasa. Umumnya hal ini terjadi di tiga bulan pertama dan bisa berlangsung hingga satu tahun.

Cradle cap bukan termasuk penyakit kulit yang serius. Hanya saja, rasa gatal yang ditimbulkan terkadang cukup membuat bayi Anda rewel. Selain itu, masalah kulit yang satu ini sangat mengganggu penampilan karena kulit kepala terlihat berminyak, seolah berketombe dan kotor.

Gejala dan ciri dermatitis seboroik pada bayi

  • Ada sisik putih atau kuning yang mudah mengelupas pada kulit di bagian tubuh bayi yang berminyak misalnya belakang telinga, sisi hidung, terutama kepala.
  • Muncul kemerahan pada kulit.
  • Terasa gatal, yang biasanya ditunjukkan bayi dengan cara menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal. Bisa juga gatalnya tidak bisa dijangkau, sehingga bayi Anda hanya bisa menangis dan rewel terus.

Penyebab dermatitis seboroik

  • Aktivitas kelenjar minyak yang berlebih
  • Jamur malassezia yang terdapat di kulit yang berminyak
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Mengatasi kulit bayi berminyak karena dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik dan masalah kulit bayi berminyak umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga penampilan serta kebersihan kulitnya.

Untuk bagian badan, cuci dan mandikan seperti biasa menggunakan air hangat dan sabun khusus bayi. Lalu, gunakan sampo khusus bayi untuk bagian kepala yang terkena cradle cap. Sampo khusus bayi tidak mengandung detergen sehingga cenderung ringan dan aman digunakan, tidak akan menimbulkan iritasi yang lebih parah.

Sebelum mencuci kepala bayi, oleskan baby oil, minyak zaitun, atau petroleum jelly secara perlahan. Pijat lembut agar sisik di kulit kepala melunak dan perlahan terlepas. Kemudian bilas lagi kepalanya dengan air hangat atau suam-suam kuku sampai bersih.

Biasanya, menggunakan sampo khusus bayi sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit kepala bayi Anda. Namun, jika keadaan memburuk, Anda bisa konsultasikan ke dokter untuk mengetahui pengobatan yang tepat.

Jika diperlukan, dokter akan meresepkan krim antijamur, clotrimazole, econazole, atau miconazole. Krim tersebut biasanya membantu membersihkan ruam dan kemerahan serta mengatasi kulit bayi berminyak yang sudah cukup parah. Jika ada pembengkakan, krim steroid ringan juga menjadi pilihan pengobatan yang biasanya diresepkan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 7, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca