4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/03/2020
Bagikan sekarang

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga rentan sekali bermasalah. Mungkin belakangan ini Anda cemas karena melihat bentol berair muncul pada kulit bayi. Laman Raising Children menyebutkan, kemunculan bentol berair umumnya disebabkan oleh gesekan yang membuat kulit lecet dan melepuh. Apa lagi yang dapat menyebabkan bentol berair pada kulit bayi? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab bentol berair pada kulit bayi dan cara mengobatinya

Bentol berair akibat gesekan biasanya dapat pulih sendiri dalam beberapa hari tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua bentol disebabkan oleh iritasi dan gesekan. Masalah ini juga bisa disebabkan oleh infeksi dari virus maupun bakteri.

Nah agar cara mengobatinya tepat, Anda juga perlu tahu dulu apa penyebab pastinya. Berikut ini berbagai masalah kesehatan yang bisa menimbulkan lenting berair terasa gatal pada kulit bayi:

1. Cacar air

bintik cacar air

Munculnya lenting berair yang terasa gatal pada kulit bayi bisa disebabkan oleh cacar air. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus Varicella.

Cacar air biasanya didahului oleh gejala lain, misalnya demam tinggi beberapa hari sebelum lenting gatal muncul. Demam lebih cenderung muncul pada bayi di atas 3 bulan. Demam jarang atau bahkan tidak muncul pada bayi yang usianya lebih muda daripada itu.

Bentol berair akibat cacar awalnya muncul di area leher, dada, atau wajah yang lama-lama menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, anak mungkin akan kehilangan nafsu makan dan terlihat lemah tidak seperti biasanya.

Bentol berair pada kulit bayi yang disebabkan oleh cacar tidak boleh dipecahkan supaya tidak meninggalkan bekas di kulit, menyebar ke seluruh tubuh, atau menular pada orang lain.

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Jika Anda mengamati kemunculan bentol berair pada kulit bayi yang merujuk ke cacar, segera bawa ke dokter. Jangan memencet lenting dan jangan biarkan si kecil menggaruknya. Virus penyebab cacar dapat menular melalui lendir dari lenting yang pecah, air liur, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat untuk melawan dan menghentikan infeksi virus tersebut. Dokter juga dapat meresepkan obat lain untuk meredakan gejala cacar air, contohnya krim pereda gatal yang dioleskan pada kulit.

Umumnya bayi dapat sembuh dari cacar air dalam seminggu. Namun, kasus infeksi yang parah mungkin memerlukan waktu lebih dari dua minggu sampai anak kembali sehat.

Jika si kecil belum pernah mengalami cacar air, segera dapatkan vaksin cacar. Selain itu, jauhi si kecil dari anggota keluarga yang memang sedang sakit cacar. Berdekatan dengan pengidap cacar dapat meningkatkan peluang bayi tertular penyakit serupa.

2. Impetigo

impetigo pada bayi

Penyakit kulit bernama impetigo dapat menjadi penyebab munculnya bentol berair pada kulit bayi.

Penyakit ini terjadi akibat infeksi bakteri A streptococcus atau Staphylococcus aureus pada area kulit yang rusak, contohnya kulit lecet, luka akibat pecahnya lenting cacar, atau bekas gigitan serangga.

Lenting akibat impetigo umumnya berukuran lebih besar, keras, dan padat daripada lenting cacar. Bila pecah, lenting impetigo akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang akan berubah menjadi kerak.

Bentol berair ini dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit bayi. Namun, bentol tidak boleh disentuh atau sengaja dipecahkan karena bisa memperburuk atau memperbesar area infeksi.

Cara mengatasi impetigo pada bayi:

Jika Anda curiga bentol berair pada kulit bayi disebabkan oleh impetigo, bawa si kecil ke dokter.

Impetigo adalah penyakit infeksi bakteri, sehingga pengobatannya akan berupa antibiotik yang diresepkan dokter. Pertama-tama, dokter akan meresepkan obat antibiotik oles lebih dahulu.

Kemudian jika tidak efektif, barulah antibiotik minum dalam bentuk cair diberikan. Pemberian antibiotik minum bisa diitambah dengan obat lain yang bisa meredakan gatal-gatal akibat gejala impetigo, terutama rasa gatal.

Langkah terpenting untuk mendukung pemulihan kulit sekaligus mencegah infeksi berulang adalah menjaga kebersihan kulit bayi, terutama pada area yang terluka. Luka ini perlu ditutup dengan perban dan kasa dan rajin dibersihkan.

3. Kudis

penyakit kulit pada bayi

Anda mungkin mengira bahwa kudis hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Nyatanya, bayi juga bisa kena kudis.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei pada kulit bayi, yang kemudian memunculkan bentol berair.

Kutu penyebab kudis dapat menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau melalui penggunaan barang yang sama, sperti selimut, handuk, atau pakaian.

Selain benjolan berair, kudis juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, bersisik, keropeng, dan gatal. Benjolan dapat muncul di bagian tubuh mana pun, namun paling sering di area tangan dan kaki.

Cara mengatasi kudis pada bayi:

Dokter akan mengobati kudis dengan memberikan krim atau losion yang dapat membunuh kutu. Obat ini harus dioleskan ke seluruh tubuh, tidak hanya pada area yang bentol berair saja.

Si kecil perlu memakai obat ini dalam waktu 8 hingga 12 jam, setelahnya kulit harus dibersihkan sehingga obat lebih efektif digunakan menjelang tidur.

Pada bentol berair pada kulit bayi yang berukuran besar, dokter akan meresepkan obat oral dan obat lain untuk meredakan gatal. Untuk mencegahnya, hindari kontak intens atau penggunaan barang yang sama dengan orang terinfeksi.

4. Eksim

gejala impetigo

Kulit yang memiliki bentol berair dapat disebabkan oleh eksim, terutama pada bayi berusia 6 bulan.

Penyebab eksim tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya paparan dari beberapa zat di lingkungan dapat mengiritasi kulit dan memicu sistem imun bereaksi secara negatif

Selain lenting berair, gejala lain yang meliputi adalah kulit menebal, kemerahan, bersisik, membengkak, dan terasa gatal. Dapat juga menyebabkan luka terbuka jika bayi menggaruk area kulit yang terkena.

Cara mengatasi eksim pada bayi:

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan.

Namun, perawatan yang tepat dapat meredakan dan mencegah kekambuhan gejala di kemudian waktu.

Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengurangi ruam, gatal, dan menjaga kelembapannya. Anda juga perlu menghindari si kecil dari pemicunya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Cara Jitu Menghilangkan Bekas Kudis Agar Kulit Mulus Kembali

Kudis bisa meninggalkan bekas yang lama hilang. Yuk, coba cara menghilangkan bekas kudis yang menghitam seperti di artikel ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Sabun sulfur untuk scabies kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Scabies pada bayi

Waspadai Scabies pada Bayi, Begini Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020