Vaksin HiB: Manfaat, Efek Samping, dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Imunisasi pada anak diberikan sebagai langkah untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit, salah satunya penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenza tipe B (HiB). Vaksin HiB diberikan pada bayi mulai usia 2 bulan. Apa saja penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi ini dan bagaimana cara kerjanya? Berikut penjelasan lengkap seputar imunisasi HiB.

Apa itu vaksin HiB?

Bayi mendapatkan vaksin hepatitis B Vaksin HiB adalah cara untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenza tipe B (HiB). Mengutip dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) Haemophilus influenza tipe B (HiB) adalah bakteri yang menyebabkan beberapa penyakit berbahaya, seperti pneumonia dan meningitis.

Penyakit ini sering menyerang anak-anak usia di bawah usia 5 tahun.  Bakteri HiB ditularkan melalui saluran pernapasan dari orang yang terinfeksi ke orang yang rentan atau sistem kekebalan tubuhnya kurang baik. 

Di Indonesia, vaksin HiB termasuk ke dalam daftar imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi dan anak-anak. Artinya, imunisasi ini bisa diberikan secara gratis di puskesmas atau posyandu terdekat. 

Imunisasi HiB bisa diberikan dalam bentuk vaksin mandiri atau kombinasi yang bergabung dengan vaksin lainnya. Namun saat ini, vaksin HiB lebih sering digunakan dengan vaksin kombinasi bernama pentabio.

Vaksin pentabio adalah gabungan dari 6 vaksin, yaitu vaksin DPT, hepatitis B, dan HiB.

Bagaimana cara kerja vaksin HiB?

imunisasi itu amanMungkin Anda bertanya-tanya, untuk apa vaksin HiB? Vaksin atau imunisasi HiB bekerja dengan mencegah penyebaran bakteri Bakteri Haemophilus influenzae tipe B (HiB).

Bakteri HiB ditularkan melalui saluran pernapasan dari orang yang terinfeksi ke orang yang rentan atau sistem kekebalan tubuhnya kurang baik.

Berikut beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin HiB:

Pneumonia

Ini adalah penyakit infeksi yang menyerang paru sehingga kantung udara di dalam paru membengkak dan meradang.

Infeksi ini dimulai dengan mengganggu sistem pernapasan atas (tenggorokan dan hidung), kemudian pindah ke paru-paru, dan menghambat pergerakan udara di dalam paru-paru.

Pada anak, pneumonia justru tidak ditandai dengan tempo pernapasan yang meningkat, tapi gejalanya muntah-muntah, demam, dan nyeri di perut bagian bawah.

Meningitis

Ini adalah kondisi infeksi yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis juga disebut sebagai penyakit radang selaput otak yang disebabkan oleh beberapa bakteri, salah satunya Haemophilus influenza tipe B (HiB). 

Bakteri ini bisa menyebar lewat saluran pernapasan dan cairan yang dikeluarkan dari mulut, sehingga bisa menular lewat batuk dan bersin. Vaksin HiB bisa mencegah penyebaran penyakit meningitis yang disebabkan bakteri Haemophilus influenzae tipe B (HiB).

Osteomielitis

Penyakit ini adalah kondisi infeksi pada tulang yang menyebar lewat aliran darah. Osteomielitis bisa diawali ketika mengalami cedera yang membuat tulang mudah terkena kuman.

Bakteri Haemophilus influenzae tipe B (HiB) menyebabkan penyakit ini yang menyebar lewat kulit dan otot yang letak infeksinya dekat dengan tulang. 

Epiglotitis

Ini adalah kondisi peradangan pada epiglotitis, jaringan yang terdiri dari tulang rawan dan terletak di pangkal lidah. Kondisi ini sangat umum ditemukan pada anak-anak yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (HiB).

Ketika epiglotitis terinfeksi bakteri ini, kondisi tenggorokan akan meradang, membengkak, bahkan jalur pernapasan bisa terganggu. Peradangan ini sering ditemukan pada bayi usia di bawah 1 tahun dan bisa diatasi dengan vaksin HiB untuk mencegah penyebaran bakteri.

Selulitis

Selulitis adalah infeksi kulit yang sering disebabkan oleh bakteri dan ini sangat umum terjadi. Kondisi ini diawali dengan muncul kemerahan pada kulit, bengkak, terasa panas dan lembut saat disentuh. 

Mengutip dari Medscape, selulitis yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae tipe B (HiB) menyerang bagian wajah, kepala, atau leher.

Kondisi ini paling sering dialami pada anak di bawah usia 2 tahun. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan dalam situs resminya bahwa imunisasi HiB hanya bisa mencegah meningitis (radang otak) dan pneumonia (radang paru) yang disebabkan oleh bakteri HiB. 

Sementara itu meningitis dan pneumonia yang disebabkan oleh kuman pneumokokus, tidak bisa dicegah dengan vaksin HiB, tapi dengan imunisasi PCV atau pneumokokus.

Maka, sebaiknya bayi mendapatkan kedua vaksin tersebut sesuai jadwal pemberian agar terhindari dari penyakit pneumonia dan meningitis.

Siapa yang membutuhkan vaksin HiB?

vaksin Rekomendasi dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), jadwal imunisasi ini diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar dan satu kali sebagai booster atau penguat. 

Pemberian vaksin ini bisa dalam bentuk suntikan mandiri atau sebagai bagian dari vaksin kombinasi yang bergabung dengan imunisasi lain.

Jenis imunisasi kombinasi yang biasanya bergabung dengan HiB yaitu pentabio.  Berikut beberapa kelompok usia yang perlu mendapatkan vaksin ini:

Bayi

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), biasanya bayi akan mendapatkan vaksin HIB pada usia 2,3,4 bulan. Kemudian rangkaian imunisasi ini akan mendapatkan booster pada usia 15-18 bulan

Anak-anak

Untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun dan rentang usia 15-18 bulan yang sebelumnya belum menerima imunisasi HiB, akan membutuhkan 1 kali imunisasi HiB tambahan.

Ini untuk menguatkan tubuh dari paparan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae tipe B.

Anak usia di atas 5 tahun dan orang dewasa

Biasanya anak usia di atas 5 tahun dan orang dewasa tidak menerima vaksin HiB, tapi ini direkomendasikan untuk mereka yang memiliki beberapa masalah kesehatan. 

Masalah kesehatan yang membutuhkan imunisasi HiB seperti menjalani transplantasi sumsum tulang dan operasi pengeluaran limpa.

Imunisasi HiB juga direkomendasikan untuk anak berusia 5-18 tahun yang memiliki penyakit HIV Imunisasi HiB bisa diberikan bersamaan dengan jenis vaksin lainnya.

Berapa harga imunisasi HiB?

Imunisasi HiB bisa diberikan secara tunggal atau gabungan dengan vaksin lain. Biasanya, vaksin HiB bergabung dengan kelompok vaksin DPT pentavalen atau pentabio.

Harga imunisasi HiB tunggal (tanpa bergabung dengan vaksin lain),  tergantung mereknya. Untuk Hiberix sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sementara itu merek Act-Hib berkisar Rp250 ribu sampai Rp370 ribu.

Adakah kondisi yang membuat anak perlu menunda pemberian vaksin HiB?

Anak sakit demam imunisasi polio Imunisasi memiliki banyak manfaat, tapi ada kondisi yang membuat anak perlu menunda pemberian vaksin HiB. Sebagai contoh, ketika anak sedang mengalami sakit ringan atau tidak enak badan (batuk, pilek, demam). 

Bila anak Anda datang ke klinik, rumah sakit, atau posyandu dalam keadaan tersebut, petugas kesehatan biasanya akan menyarankan untuk menunda sampai kondisinya sehat. Vaksin tidak akan bekerja optimal bila tubuh si kecil dalam keadaan kurang sehat.

Apa efek samping dari vaksin HiB?

anak sering sakit demam setelah imunisasi hib Imunisasi termasuk ke dalam jenis obat sehingga bisa menimbulkan efek samping. Namun tidak perlu khawatir karena efek samping yang ditimbulkannya cenderung ringan dan akan sembuh dengan sendirinya. 

Berikut efek samping ringan yang biasanya terjadi setelah pemberian vaksin HiB:

  • Demam ringan 
  • Kulit kemerahan di area suntikan
  • Kulit sedikit bengkak setelah disuntik

Efek samping imunisasi ini akan mereda 2-3 hari setelah anak mendapatkan vaksin. Namun meski kasusnya sangat jarang terjadi, vaksin bisa menyebabkan reaksi alergi yang sangat parah. Beberapa tandanya yaitu:

  • Ruam di kulit sampai gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung cepat

Bila si kecil mengalami kondisi di atas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kapan harus ke dokter?

konsultasi ke dokter setelah vaksin Anda perlu membawa anak ke dokter ketika mengalami efek samping berat yang sampai mengancam jiwa, seperti kesulitan bernapas. Kasus ini hanya ada 1 dari 1 juta pemberian imunisasi HiB sehingga sangat jarang terjadi.

Saat membawa anak ke rumah sakit, beri tahu dokter bahwa si kecil baru saja mendapatkan vaksin sehingga dokter bisa menangani sesuai kondisinya.

Imunisasi memang memiliki efek samping, tapi anak yang tidak diimunisasi memiliki risiko lebih besar tertular penyakit lebih berbahaya dan kemungkinan mengancam jiwa.

Ini yang membuat manfaat imunisasi lebih besar dibanding risiko kematian dan penting diberikan untuk anak agar tidak mudah tertular penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mutasi Bikin Coronavirus Lebih Mudah Menular? Ini Faktanya

Para ahli menemukan mutasi baru pada coronavirus yang membuatnya lebih mudah menginfeksi. Apakah virus ini lebih berbahaya dari sebelumnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 25 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Vaksin rotavirus termasuk ke dalam imunisasi tambahan yang dianjurkan IDAI. Mengapa vaksin ini perlu diberikan dan adakah efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Tumbuh kembang anak selama pandemi COVID-19 harus tetap terkontrol meski pelayanan kesehatan anak banyak terganggu. Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun yang Tidak Boleh Dilewatkan

Imunisasi memiliki jadwal yang tidak boleh terlewatkan, mulai dari yang wajib sampai tambahan. Ini jadwal imunisasi anak selengkapnya,

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 11 Juni 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

imunisasi yang harus diulang

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Imunisasi untuk Remaja

Daftar Imunisasi Penting untuk Anak Usia 9-16 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Yurika Elizabeth Susanti
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
masker n95 mencegah penularan covid-19

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit