Apa Saja Tahapan Terapi Wicara untuk Pasien dengan Bibir Sumbing?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menurut Pusat Data Kemenkes RI, persentase anak dengan celah bibir (bibir sumbing) dan langit-langit mencapai 20,4% dari tahun 2014-2018. Tidak hanya kesulitan untuk makan, anak dengan kondisi ini biasanya juga mengalami gangguan kemampuan berbicara. Lantas, bagaimana agar pasien dapat berbicara dengan normal? Simak ulasan mengenai terapi wicara yang harus dijalani pasien bibir sumbing berikut ini.

Pengaruh celah bibir pada kemampuan berbicara pasien

Celah bibir atau dikenal dengan bibir sumbing merupakan kondisi yang menggambarkan adanya celah di antara rongga mulut dan rongga hidung.

Kondisi ini terjadi akibat ketidaksempurnaan proses penyatuan mulut dan langit-langit selama di dalam kandungan.

Pasien bibir sumbing sangat memerlukan perawatan dokter, seperti prosedur pembedahan dan terapi wicara.

Pasalnya, pasien celah bibir tidak hanya kesulitan untuk makan. Mereka juga mengalami kesulitan untuk berbicara dengan baik.

Hal ini terjadi karena keterampilan berbicara membutuhkan kerja sama antara rongga hidung dan rongga mulut.

Terbentuknya celah di rongga mulut dan rongga hidung ini membuat aliran udara pada hidung jadi tidak normal. Akibatnya, suara yang dihasilkan pun sengau.

Kondisi tersebut menyebabkan pasien celah bibir kesulitan mengucapkan huruf mati (konsonan), seperti huruf B, D, G, dan K. Suara yang keluar pun tak terdengar jelas.

Prosedur yang harus dilakukan sebelum terapi wicara

Meningkatkan kemampuan berbicara pasien bibir sumbing, tidak hanya dilakukan dengan terapi wicara. Sebelum itu, pasien harus lebih dahulu menjalani operasi penyatuan celah bibir.

Letkol. Ckm. dr. Denny Irwansyah, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, sekaligus Ketua Bidang  Pengabdian Masyarakat Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik (PERAPI), menuturkan pendapatnya ketika ditemui Tim Hello Sehat di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, Senin (14/5).

“Operasi merupakan tindakan medis paling utama untuk menyatukan celah bibir. Dengan operasi, tidak hanya mengembalikan bentuk anatomi wajah mendekati normal, namun juga memperbaiki fungsi bicara, makan, dan psikologis anak serta keluarganya”, jelas dr. Denny Irwansyah.

Meski bertujuan untuk menyatukan celah bibir, jenis operasi yang diberikan bisa berbeda-beda.

Pasalnya, kondisi ini bisa jadi tak hanya celah bibir saja, melainkan juga celah langit. Pasien dengan kondisi ini, tergolong cukup parah dan memerlukan beberapa kali operasi.

Setelah operasi penyatuan celah bibir dan celah langit usai, barulah mereka bisa melanjutkannya dengan terapi wicara.

Tahapan terapi wicara untuk pasien bibir sumbing

anak hiperaktif adalah

Terapi wicara sangat dibutuhkan oleh anak-anak dengan celah bibir atau bibir sumbing.

Terapi ini akan membantu mereka melafalkan berbagai kata yang digunakan sehari-hari untuk berkomunikasi dan melatih anak untuk mengatur pernapasan ketika berbicara.

Terapi wicara sangat disarankan untuk diberikan pada anak-anak berusia 18 bulan hingga 5 tahun. Pasalnya, pada usia tersebut kemampuan bicara anak sedang berkembang sehingga lebih mudah untuk diperbaiki.

Berikut beberapa tahapan terapi wicara yang perlu dijalani pasien bibir sumbing, meliputi:

Penentuan waktu untuk memulai terapi wicara

Setelah melakukan operasi, biasanya perubahan suara akan terus terjadi dalam 6 minggu. Namun, terapi wicara pada pasien bibir sumbing bisa dilakukan lebih awal, yaitu 2 minggu pascaoperasi.

Akan tetapi, perlu diingat untuk memperhatikan kondisi anak, apakah sehat atau tidak. Pastikan pula Anda mendapatkan persetujuan dari ahli bedah.

Yang dipelajari anak ketika melakukan terapi wicara

Meningkatkan kemampuan berbicara pasien, tidak boleh dilakukan sembarangan. Untuk itu, pasien sangat perlu memerlukan bantuan terapis.

Latihan yang diterima selama terapi wicara juga akan disesuaikan dengan usia pasien. Berbagai hal yang dipelajari pasien celah bibir yang mengikuti terapi wicara, antara lain:

  • Mengembangkan keterampilan artikulasi
  • Mempelajari keterampilan bahasa ekspresif
  • Meningkatkan pengucapan variasi konsonan
  • Meningkatkan perbendaharaan kata

Terapi tambahan

Selain mengikuti terapi wicara dengan terapis yang ahli, orangtua juga berperan dalam perkembangan kemampuan berbicara anak.

Orangtua diharapkan dapat mendorong anak untuk berlatih dan membiasakan diri dengan latihan-latihan berbicara yang sudah dipelajari dengan menerapkannya di rumah.

Memantau perkembangan kesehatan dan peningkatan kemampuan bicara anak juga menjadi poin yang perlu diperhatikan oleh orangtua.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya dari Fisik, Kenali 10 Ciri-Ciri Bayi yang Sehat

Mengetahui berat dan tinggi badan saja tidak cukup akurat untuk menyimpulkan bayi tumbuh sehat. Apa lagi tanda yang bisa dijadikan patokan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 3 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Fakta Empeng Bayi, Apa Saja Manfaat dan Kekurangannya?

Jika digunakan dengan benar, empeng alias dot bayi yang tak berisi susu memang memiliki banyak manfaat. Tapi ketahui juga kekurangannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

Ada banyak tanda bayi tumbuh gigi yang dapat membuat si kecil rewel. Berikut berbagai tanda dan tips meredakan rasa tidak nyaman saat bayi tumbuh gigi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

Standar tumbuh kembang bayi sesuai usia penting untuk mengukur pertumbuhan si kecil. Lantas, bagaimana pertumbuhan bayi yang seharusnya di tahun pertama?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

growth spurt pada bayi

Mengenal Growth Spurt, Peningkatan Perkembangan Bayi yang Cukup Pesat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
berat badan janin ideal

Pertumbuhan Berat Badan Janin dalam Kandungan di Setiap Trimester Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
baby gym senam bayi

Baby Gym, Olahraga untuk Melatih dan Mendukung Perkembangan Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Transient tachypnea of the newborn atau TTN

Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Kondisi Napas Bayi yang Cepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit