Jenis Pemeriksaan Bayi Baru Lahir yang Penting Diketahui Orangtua

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Saat si kecil dilahirkan, tentu Anda sudah mempersiapkan perlengkapan bayi baru lahir. Tidak hanya itu, si kecil juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang termasuk ke dalam perawatan bayi baru lahir untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan sejak awal kelahiran. Jadi apabila nanti ditemukan gangguan atau kelainan, bayi bisa ditangani sedini mungkin. Berikut penjelasan lengkap seputar pemeriksaan bayi baru lahir dan resusitasi pada bayi.

Prosedur pemeriksaan bayi baru lahir

anak yang baru lahir

Terdapat prosedur skrining yang perlu dilakukan pada bayi yang baru lahir. Ini untuk mendeteksi kelainan pada tubuh bayi agar tumbuh kembang si kecil bisa lebih optimal.  

Berikut prosedur pemeriksaan bayi baru lahir yaitu:

1. Tes darah

Mengutip dari Baby First Test, pemeriksaan ini dilakukan dengan menusuk tumit bayi untuk mengumpulkan sampel darah kecil. Suntikan ini bisa menjadi penyebab bayi menangis, maka orangtua disarankan untuk memegangi tubuh bayi untuk menenangkannya. 

Setelah darah diambil, petugas kesehatan akan menaruh tetes darah tersebut ke kartu kertas filter untuk membuat beberapa ‘titik darah kering’. Kartu pemeriksaan tersebut kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. 

Informasi penting yang diberikan selama pemeriksaan ini adalah:

  • Nama bayi
  • Jenis kelamin
  • Berat badan
  • Waktu kelahiran
  • Waktu pengumpulan darah
  • waktu menyusui pertama

Keluarga bisa minta kepada pihak rumah sakit untuk melakukan skrining tambahan. Biasanya ini dilakukan ketika ada riwayat keluarga dengan kondisi dan masalah kesehatan tertentu.

Pemeriksaan tersebut bisa mendeteksi riwayat dan kondisi bayi baru lahir secara menyeluruh.

Semakin cepat hasil pemeriksaan bayi baru lahir didapatkan, orangtua pun bisa menentukan bagaimana perawatan terbaik untuk si buah hati. Pasalnya, setiap bayi berbeda dan membutuhkan perawatan yang tidak sama, seperti saat melakukan pijat bayi.

2. Apgar

Mengutip dari Kids Health, tes ini dilakukan dua kali, yaitu pada satu menit pertama dan lima menit pertama setelah bayi lahir. Tes apgar adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir dalam beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim ibunya.

Apgar merupakan singkatan dari lima hal yang diperiksa bayi baru lahir, yaitu:

  • Appearance (warna kulit)
  • Pulse (frekuensi denyut jantung)
  • Grimance (pernapasan)
  • Activity (aktif atau tidaknya tonus otot)
  • Reflex (reaksi terhadap rangsangan)

Selain itu, bayi baru lahir memiliki feses yang berbeda tapi ini masih normal, sehingga orangtua perlu mengenal feses bayi untuk mengetahui perbedaan sehat dan tidak.

3. Tes pendengaran

Mengutip dari Baby First Test, pemeriksaan pendengaran pada bayi terdiri dari dua jenis, yaitu dengan Otoacoustic Emissions (OAEs) dan Auditory Brainstem Response (ABR).

Otoacoustic Emissions (OAEs) adalah tes yang digunakan untuk menentukan apakah bagian telinga bayi merespon suara. Cara pengujian ini adalah memakai earphone dan mikrofon kecil yang ditempatkan di telinga bayi, kemudian diputar suara. 

Bila pendengaran bayi normal, gema dari suara dipantulkan kembali ke saluran telinga dan diukur lewat mikrofon. Bila tidak ada gema yang terdeteksi, itu bisa menunjukkan gangguan pendengaran pada bayi.

 Auditory Brainstem Response (ABR) adalah tes untuk melihat respon otak terhadap suara. Caranya masih sama, dengan menggunakan earphone kecil yang ditempatkan di telinga.

Sebuah alat diletakkan sepanjang kepala bayi untuk  mendeteksi respon otak terhadap suara. Jika otak bayi tidak merespon suara secara konsisten, kemungkinan bayi mengalami masalah pendengaran.

Kedua pemeriksaan bayi baru lahir ini biasanya berlangsung selama 10 menit.

4. Penyakit kuning

Tes ini dilakukan untuk mengecek kadar bilirubin pada bayi melalui tes darah atau menggunakan light meter, yang bisa mendeteksi billirubin melalui kulit. Selain itu, si kecil juga melakukan imunisasi hepatitis B yang dilakukan 12 jam setelah dilahirkan.

5. Oximetri pulsa

Tes ini dilakukan untuk memeriksa kadar oksigen dalam darah bayi Anda. Sebab, jika kadar oksigen dalam darah rendah atau fluktuatif, hal tersebut cenderung menjadi tanda adanya Critical Congenital Heart Defect (CCHD) atau dalam bahasa Indonesia penyakit jantung bawaan kritis.

Penyakit jantung bawaan biasanya terjadi tanpa gejala namun bisa menyebabkan kematian jika tidak segera dilakukan pengobatan atau tindakan.

6. Hipotiroid kongenital

Mengapa pemeriksaan ini penting untuk bayi baru lahir? DIkutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) skrining hipotiroid kongenital untuk mendeteksi dini adanya hipotiroid bawaan.

Hipotiroid yang tidak diobati sejak dini bisa mengalami gangguan perkembangan otak (retardasi mental) yang berat. Penyakit ini biasanya baru dikenali setelah timbul gejala atau wujudnya setelah anak berusia kurang lebih satu tahun.

Skrining hipotiroid kongenital paling baik dilakukan saat bayi berumur 48-72 jam atau sebelum bayi pulang bersama orangtua dari rumah sakit.

Ketika masih di rumah sakit dan bayi sedang belajar menyusu, Anda perlu mengetahui cara menyendawakan bayi agar udara di dalam perut si kecil bisa keluar.

7. Pemeriksaan penglihatan untuk bayi prematur

Bila bayi baru lahir dalam keadaan prematur, perlu pemeriksaan mata untuk mendeteksi retinopathy of prematurity (ROP).

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit ini sering terjadi pada bayi prematur dan salah satu penyebab kebutaan bayi dan anak. 

Pemeriksaan ROP dilakukan pada bayi baru lahir dengan berat kurang dari 1500 gram atau masa kehamilan kurang dari 34 minggu.

Selain itu juga perlu pemeriksaan pada bayi baru lahir dengan risiko kelainan jantung bawaan, gangguan napas, asfiksia, perdarahan di otak, dan gangguan pertumbuhan janin di dalam rahim.

Pemeriksaan bayi baru lahir dalam kondisi khusus

bayi baru lahir

Ada beberapa kondisi khusus yang membutuhkan skrining berbeda pada bayi baru lahir, yaitu resusitasi. Apa ini? 

Mengutip dari Queensland Health, resusitasi adalah pemberian napas buatan guna memberikan pasokan oksigen lebih sehingga merangsang jantung dan paru bayi mulai bekerja. Resusitasi bayi termasuk ke dalam upaya penyelamatan nyawa. 

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan American Academy of Pediatrics (AAP) menilai bayi butuh resustasi atau tidak bisa diidentifikasi dengan tiga penilaian, yaitu:

  • Apakah bayi lahir pada usia kandungan cukup bulan?
  • Apakah bayi bernapas atau menangis sesaat setelah lahir?
  • Apakah bayi memiliki kerja otot yang baik?

Jika jawabannya ‘tidak’ berarti bayi Anda membutuhkan resusitasi. Namun juga bayi mengalami dari ketiga pertanyaan di atas, ia tidak perlu resusitasi sebagai rangkaian pemeriksaan bayi baru lahir.

Kalau setelah lahir bayi tidak kunjung bisa bernapas sendiri, tubuhnya akan perlahan kekurangan oksigen yang dapat mengarah pada kerusakan organ fatal bahkan kematian.

Apa saja kondisi yang membuat bayi perlu diresusitasi?

Tidak semua bayi yang baru lahir memerlukan tindakan resusitasi. Biasanya resusitasi bayi diperlukan dalam kondisi tertentu seperti:

Lahir dalam kondisi prematur

Bayi prematur biasanya lahir tiga minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran (sebelum 37 minggu). Akibatnya, bayi prematur memiliki berbagai masalah kesehatan yang tidak bisa disepelekan, seperti paru-paru yang belum terbentuk sempurna.

Mengutip dari Mayo Clinic, masalah pernapasan yang sering kali menghampiri bayi prematur adalah penyakit paru-paru kronis (PPOK) dan apnea (napas ngorok saat tidur).

Resusitasi bayi saat lahir prematur menjadi salah satu langkah penyelamatan yang paling utama.

Terlambat lahir

Berbanding terbalik dengan prematuritas, bayi dikatakan terlambat lahir saat persalinan dimulai lewat dari 42 minggu usia kehamilan. Saat bayi terlambat lahir, plasenta yang bertugas memasok nutrisi dan oksigen dari ibu tidak lagi berfungsi seefektif sebelumnya.

Akibatnya muncul berbagai masalah seperti peningkatan risiko selama persalinan akibat pasokan oksigen yang buruk hingga berisiko mengalami aspirasi mekonium.

Aspirasi mekonium adalah kondisi saat bayi bernapas dengan cairan yang mengandung feses pertamanya. Kondisi ini tentu saja bisa menghalangi saluran pernapasannya untuk dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, biasanya resusitasi diperlukan setelah kelahiran.

Proses persalinan yang lama

Persalinan normalnya memakan waktu 12-18 jam. Namun, pada kondisi tertentu proses melahirkan berjalan hingga 24 jam. Umumnya, persalinan macet terjadi pada proses melahirkan bayi besar lewat jalur normal atau posisi bayi sungsang.

Ibu yang memiliki jalur lahir terlalu sempit atau kontraksinya sangat lemah juga berisiko mengalami persalinan lama. Persalinan yang memakan waktu terlalu lama bisa membahayakan janin.

Berbagai risiko seperti kadar oksigen yang rendah untuk bayi, irama jantung bayi yang tidak normal, cairan ketuban yang terkontaminasi zat-zat berbahaya, dan infeksi uterus bisa saja terjadi.

Itu kenapa bayi bisa lahir dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Resusitasi bayi menjadi salah satu cara penyelamatan untuk menormalkan kondisi bayi.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Anda dan bayi akan dipulangkan dan istirahat di rumah. Untuk orangtua, sangat penting menjadikan rumah aman untuk anak terutama ketika anak sudah bisa bergerak aktif.

Tempat dan biaya pemeriksaan bayi baru lahir

penyebab kematian bayi

Tes skrining bisa dilakukan oleh pihak laboratorium di rumah sakit tempat bayi dilahirkan. Anda bisa membawa si kecil ke laboratorium yang menyediakan pemeriksaan bayi baru lahir.

Biaya untuk skrining kesehatan bayi cenderung terjangkau. Bahkan, beberapa rumah sakit telah memasukkan tes ini sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan anak.

Karena itu, sebelum Anda melahirkan sebaiknya cek dulu apakah rumah sakit atau klinik bersalin Anda menyediakan fasilitas skrining.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Bercak Darah Saat Tidak Sedang Haid? Ini Penyebabnya

Para perempuan tentu akan panik saat melihat adanya bercak darah padahal ia tidak sedang haid. Berikut arti dari bercak darah saat tidak sedang haid ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

Ketika sibuk meluangkan waktu untuk mengasuh anggota keluarga, jangan lupa untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis. Simak caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

Tidak menggunakan krim yang menyumbat saluran keringat, mungkin bisa jadi solusi. Namun tahukah Anda, ada bahan alami yang bisa mengusir biang keringat?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit