home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Echolalia, Mendengar Suara Berulang yang Terjadi Akibat Gangguan Saraf

Echolalia, Mendengar Suara Berulang yang Terjadi Akibat Gangguan Saraf

Pernah mendengar suara bergema? Mungkin Anda sering mendengar suara ini ketika seseorang berbicara melalui mikrofon. Namun, ini kondisi ini bisa terjadi pada anak yang memiliki autisme atau masalah kesehatan tertentu. Suara bergema yang sering didengar ini disebut juga dengan echolalia. Agar lebih jelas mengenai echolalia, simak ulasannya berikut ini.

Echolalia adalah penyakit mental, tapi bisa terjadi pada anak normal

Echolalia sebenarnya menjadi bagian dari perkembangan anak, yaitu ketika si kecil belajar untuk berbicara. Mereka cenderung meniru perkataan yang sama berulang kali. Namun, saat anak sudah masuk usia tiga sampai empat tahun, echolalia akan hilang karena kemampuan mereka dalam berbicara akan bertambah sempurna.

Jika echolalia tidak hilang pada anak, ini menunjukkan adanya gejala kerusakan otak yang menyebabkan ia mendengar suara yang sama berulang (bergema).

Orang dengan kondisi ini, biasanya akan kesulitan untuk berkomunikasi secara normal karena harus berusaha keras untuk memahami perkataan orang lain. Mereka mungkin cenderung mengulang pertanyaan seseorang dibanding menjawab pertanyaan tersebut.

Echolalia yang tidak hilang umumnya dimiliki oleh anak dengan autisme yang perkembangan berbicaranya tertunda. Pada beberapa kasus, orang dengan sindrom Tourette juga bisa memiliki kondisi ini. Sindrom Tourette adalah kondisi seseorang yang cenderung berbicara tanpa kendali, bahkan berteriak.

Orang dengan afasia, demensia, cedera otak traumatis, skizofrenia juga bisa memiliki echolalia.

Penyebab dan gejala echolalia

anak mudah lupa

Adanya kerusakan atau gangguan pada otak, seperti kecelakaan atau penyakit pada otak bisa jadi penyebab echolalia. Gangguan ini juga bisa muncul pada seseorang yang mengalami cemas dan merasa tertekan.

Gejala utama echolalia adalah pengulangan kata atau suara yang didengar oleh pasien. Pengulangan tersebut bisa muncul saat orang lain sedang berbicara atau setelah pembicaraan selesai. Namun, dapat juga muncul dalam satu jam atau satu hari setelah mendengarnya.

Gejala echolalia yang mungkin terjadi pada anak meliputi:

  • Terlihat frustasi saat berbicara
  • Kesulitan untuk menanggapi percakapan
  • Mudah marah saat ditanya atau memulai pembicaraan
  • Cenderung mengulang pertanyaan dibanding menjawab pertanyaan

Jenis echolalia yang umum terjadi

Ada dua jenis echolalia yang umumnya dialami oleh seseorang. Namun, keduanya sangat sulit dikenali sampai Anda atau dokter mengenal pasien dan tahu bagaimana kebiasaan pasien saat berkomunikasi. Jenis echolalia meliputi:

Echolalia fungsional (interaktif)

Orang dengan echolalia interaktif masih bisa mengikuti percakapan dengan orang lain, walaupun kata-kata yang diucapkan sering kali tidak sempurna. Bahkan sering kali, mengungkapkan pertanyaan pada dirinya sendiri, padahal ia ingin meminta sesuatu. Semua kata yang diucapkan kemungkinan adalah kata-kata yang sering ia dengar.

Echolalia non-interaktif

Orang dengan echolalia non-interaktif sering mengungkapkan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan situasi yang dihadapi. Mereka juga sering kali mengulang pertanyaan berkali-kali sebelum menjawabnya. Mereka cenderung mencetuskan kata-kata saat ia sedang melakukan sesuatu.

Cara mengatasi echolalia pada anak

Jika si kecil mengalami echolalia, Anda jangan berkecil hati. Beberapa metode yang bisa membantu anak untuk mengatasi echolalia adalah:

  • Terapi bicara. Pasien echolalia akan mengikuti terapi bicara untuk belajar mengatakan apa yang mereka pikirkan. Latihan bicara ini disebut dengan “isyarat-jeda-titik”, yaitu ahli terapis akan mengajukan suatu pertanyaan, anak akan diberi waktu singkat untuk menanggapi pertanyaan, kemudian ia harus menyatakan jawabannya dengan benar.
  • Terapi obat. Gejala echolalia akan bertambah parah ketika anak mengalami stres atau cemas. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresan aau antikecemasan untuk membuat anak jadi lebih tenang.
  • Perawatan di rumah. Orang di sekitar pasien dapat membantu meningkatkan kemampuan pasein untuk berkomunikasi. Orangtua mungkin harus mengikuti pelatihan dulu supaya lebih mengerti bagaimana cata terbaik untuk berkomunikasi dengan pasien.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Echolalia. https://www.healthline.com/health/echolalia#treatment. Diakses pada 13 September 2018.

Echolalia Symptoms and Signhttps://www.medicinenet.com/echolalia/symptoms.htm.  Diakses pada 13 September 2018.

Why Does My Child With Autism Echo Words and Sounds? https://www.verywellhealth.com/why-does-my-child-with-autism-repeat-words-and-phrases-260144. Diakses pada 13 September 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 26/09/2018
x