home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Efektif Terapi Applied Behaviour Analysis (ABA) untuk Anak Autisme?

Seberapa Efektif Terapi Applied Behaviour Analysis (ABA) untuk Anak Autisme?

Sudah ada banyak terapi yang dapat digunakan untuk membantu anak dengan autisme. Salah satunya adalah terapi ABA (Applied Behaviour Analysis). Seberapa efektifkah terapi autisme ABA ini?

Apa itu terapi ABA?

Autisme adalah kelainan perkembangan otak anak yang menyebabkan gangguan dalam interaksi sosial, gangguan fokus, hingga gangguan kemampuan bahasa dan berkomunikasi. Tingkat keparahan autisme bisa bervariasi, mulai dari yang paling ringan sampai berat, sehingga anak memerlukan perhatian khusus.

Terapi ABA (Applied Behaviour Analysis) adalah program terapi terstruktur yang berfokus mengajarkan seperangkat keterampilan khusus untuk anak-anak dengan autisme. Terapi ini mengajarkan anak autisme untuk memahami dan mengikuti instruksi verbal, merespon perkataan orang lain, mendeskripsikan sebuah benda, meniru ucapan dan gerakan orang lain, hingga mengajarkan baca tulis.

Penelitian menunjukan bahwa terapi ABA dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan kemampuan sosial dan akademik anak autisme. Selain itu, terapi autisme ini juga bertujuan untuk:

  • Meningkatkan keterampilan perawatan diri
  • Meningkatkan keterampilan bermain
  • Meningkatkan kemampuan anak untuk mengelola perilaku mereka sendiri

Seperti apa cara melakukan terapi ABA?

Terapis anak Anda pertama-tama akan mengamati anak untuk melihat sejauh apa kemampuan yang dimilikinya dan kesulitan yang dimilikinya. Kemudian ia akan menentukan tujuan spesifiknya, misalnya tujuan obyektif terapi ABA anak Anda adalah agar bisa menatap mata orang yang mengajaknya bicara. Terapis juga akan menentukan ukuran obyektifnya, seperti seberapa banyak jumlah tatapan mata anak dalam 10 menit mengobrol.

Untuk mencapai tujuan ini, terapis akan merancang rencana teknis serinci mungkin terkait aktivitas anak selama terapi. Misalnya untuk membuat anak sukses membangun kontak mata, ia akan:

  • Duduk berhadapan sejajar dengan anak, bersama dengan asisten terapis yang biasanya ada di belakang anak.
  • Sepanjang terapi memanggil nama anak sambil memegang benda yang menarik (pancingan). Benda itu akan diletakkan sejajar dengan mata terapis bertujuan memancing anak untuk melihat ke arah mata terapis.
  • Terapis akan memanggil nama anak sambil mengatakan kalimat perintah sederhana. Contohnya, “Mira, lihat” sambil tangannya mengarahkan pancingan sejajar dengan mata. Tujuannya agar anak melihat ke arah mata terapis.
  • Terapis akan terus mengatakan “Mira lihat” hingga sang anak membangun kontak mata dengan terapis secara spontan.
  • Setiap respon tidak sesuai yang dilakukan oleh anak akan direspon dengan terapis dengan menjawab “tidak” atau dengan menyebut nama anak “Mira, tidak”.
  • Jika anak sudah bisa membangun kontak mata, maka terapis akan memberikan pujian-pujian pada anak. Misalnya “ Mira hebat, Mira pintar sekali”. Terapis akan mengulang ulang berbagai macam pujian ketika anak berhasil melakukan apa yang ditargetkan.

Tatapan mata anak yang dilihat terapis akan dijadikan sebagai pengukuran objektif; sudah seberapa jauh perubahan yang ditampilkan oleh anak dalam melakukan kontak mata.

Jika anak sudah berhasil membangun kontak mata, terapis akan melanjutkan terapi dengan tujuan yang baru. Misalnya untuk membuat si anak membalas dengan “ya” ketika namanya dipanggil atau melatih kemampuan motoriknya untuk menangkap bola atau minum dengan gelas. Semakin banyak yang dipelajari, maka akan semakin kompleks tugas yang diberikan terapis untuk anak.

Dari hal-hal kecil ini nantinya akan terkumpul perilaku yang utuh. Semakin banyak kemampuan baru yang dipelajari, maka akan semakin lengkap kemampuannya untuk berinteraksi sosial dengan lingkungannya.

Di akhir sesi terapi, terapis anak Anda akan mengevaluasi kelancaran program tersebut dan membuat perubahan jika dibutuhkan.

Siapa yang berhak memberikan terapi autisme ABA?

Terapi autisme ABA bukanlah program sembarangan. Program ini harus dilakukan oleh orang yang memang sudah bersertifikasi sebagai terapis perilaku dan memiliki pengalaman luas bekerja sama dengan anak pengidap autisme. Guru, orangtua, dan tenaga profesional kesehatan lainnya juga sebenarnya dapat melakukan pengajaran langsung terhadap anak ASD, namun diperlukan pelatihan terlebih dahulu sebelumnya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Autism Treatment Network. Tanpa Tahun. Applied Behavior Analysis. [Online] Tersedia pada: https://www.autismspeaks.org/docs/sciencedocs/atn/atn_air-p_applied_behavior_analysis.pdf (Diakses 23 Maret 2018)

The Australian Parenting. 2017. Applied Behavior Analysis (ABA). [Online] Tersedia pada: http://raisingchildren.net.au/articles/applied_behaviour_analysis_th.html (Diakses 23 Maret 2018)

Hardiani Ratna Sari. 2012. Metode ABA (Applied Behaviour Analysis): Kemampuan Bersosialisasi Ternhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Autis. Jurnal Keperawatan Soedirman vol 7 (1).

Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Metode ABA Dasar Seri i. [Online] Tersedia pada: https://www.youtube.com/watch?v=TqnT5h96-M8 (Diakses 23 Maret 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 6 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x