Masih Kecil Sudah Kena Radang Sendi (Arthritis), Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Biasanya radang sendi menyerang orang yang telah lanjut usia (lansia). Radang sendi yang sebenarnya ada banyak macamnya ini, membuat persendian tubuh menjadi sakit, nyeri, dan membengkak. Akan tetapi, si kecil ternyata bisa terserang radang sendi juga layaknya orang dewasa. Seberapa parah radang sendi pada anak dan apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Simak semua jawabannya di bawah ini.

Bagaimana radang sendi pada anak bisa muncul?

Sebenarnya penyakit rematik (rheumatoid arthritis) termasuk ke dalam salah satu jenis radang sendi atau arthritis. Namun, memang jenis radang sendi tersebut lebih sering ditemui pada orang yang telah lanjut usia.

Meski masih dalam masa pertumbuhan, anak-anak ternyata bisa terserang radang sendi. Namun, memang jenisnya berbeda dari rematik. Radang sendi pada anak yang harus Anda waspadai adalah juvenile idiopathic arthritis atau rematik pada anak.

Diketahui jika kondisi ini dapat dialami oleh satu dari 1.000 anak, sehingga memang bisa dibilang gangguan kesehatan ini tak terlalu umum terjadi pada anak. Juvenile idiophatic arthritis dapat dialami oleh anak di bawah usia 16 tahun.

Apa saja gejala radang sendi pada anak? Apakah sama dengan gejala orang dewasa?

Sebagian besar kasus juvenil idiophatic arthritis tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Pun, jika ada gejala yang muncul, biasanya gejala tersebut mirip dengan gejala penyakit lain, sehingga tak banyak yang mengetahui itu adalah radang sendi. Maka dari itu, berikut adalah gejala radang sendi pada anak yang harus Anda waspadai.

  • Sendi terasa kaku, terutama pada pagi hari
  • Sendi terasa sakit dan bengkak
  • Demam yang tidak turun-turun, atau demam yang sering kambuh
  • Kulit menjadi memerah
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba
  • Mata terasa sakit dan memerah
  • Kelelahan
  • Sulit untuk melakukan aktivitas fisik

Apa yang menyebabkan radang sendi pada anak?

Juvenil idiophatic arthritis sebenarnya termasuk penyakit autoimun yang sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, penyakit ini dapat muncul akibat kesalahan dari sistem imun tubuh yang justru menyerang jaringan serta sel-sel tubuh yang baik.

Jadi, pada anak yang mengalami juvenil idiophatic arthritis, lapisan sinovial – lapisan sendi yang berperan sebagai pelumas sendi – mengalami kerusakan akibat peradangan. Peradangan lapisan ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan tersebut, sehingga muncul radang.

Apakah jenis radang sendi pada anak ini bisa disembuhkan?

Sayangnya, tak ada pengobatan yang menyembuhkan radang sendi pada anak. Namun, jangan khawatir, anak tetap akan diberikan pengobatan. Tujuan utama dari pengobatan adalah untuk:

  • Menghilangkan rasa sakit
  • Mengurangi bengkak
  • Mengurangi kekakuan sendi
  • Meningkatkan kekuatan sendi
  • Mencegah sendi semakin rusak

Meskipun begitu, pengobatan yang dilakukan akan tergantung dengan jenis radang sendi yang si kecil alami. Pada beberapa kasus, anak perlu menjalani operasi medis untuk memperbaiki bagian sendi yang mengalami peradangan.

Sementara itu, obat-obatan yang biasanya diberikan pada anak dengan radang sendi yaitu:

  • Obat penghilang rasa sakit, seperti NSAIDs. Obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi rasa sakit dan mengurangi bengkak pada sendi. Contoh obat NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen.
  • Obat anti-rematik, obat jenis ini juga digunakan untuk mengatasi bengkak dan nyeri yang dirasakan akibat peradangan. Biasanya, obat ini akan dikombinasikan dengan obat NSAIDs. Beberapa contoh dari obat ini yaitu methotrexate (Rheumatrex), hydroxychloroquine (Plaquenil), dan sulfasalazine (Azulfidine).
  • Kortikosteroid, obat ini kerap dipakai dalam bentuk cairan yang disuntikkan langsung ke bagian sendi yang meradang, jika nyeri dan bengkaknya kambuh. Sebenarnya, obat jenis ini tersedia dalam bentuk oral, namun tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak.
  • Antimetabolit, obat ini digunakan untuk mencegah kerusakan sendi di kemudian hari.

Bila memang Ada mencurigai si kecil mengalami gangguan kesehatan ini, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk diperiksakan lebih lanjut.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Meredakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air

Nyeri sendi dan punggung rasanya memang tidak menyenangkan. Coba redakan dengan terapi air kolam hangat yang dapat meringankan nyeri Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

10 Gangguan Kesehatan yang Bisa Disembuhkan dengan Fisioterapi

Terapi fisik alias fisioterapi tak hanya bisa menyembuhkan gangguan pada alat gerak, tapi juga bisa mengatasi inkontinensia alias tak bisa menahan kencing.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 10 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
toksoplasmosis atau toxoplasma

Toxoplasmosis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit