Mengenali Gejala dan Penyebab Bronkitis Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum kuat seperti orang dewasa, sehingga anak lebih rentan terhadap penyakit. Penyakit bisa menyerang anak melalui apa saja. Bakteri atau virus bisa masuk ke dalam tubuh anak melalui udara yang dihirupnya, makanan yang dimakannya, dan lain sebagainya. Salah satu penyakit yang bisa menyerang anak adalah bronkitis. Apa penyebab bronkitis pada anak? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu bronkitis?

Bronkitis adalah peradangan pada dinding saluran bronkus (saluran udara yang menghubungkan tenggorokan (trakea) dengan paru-paru). Dinding ini menghasilkan lendir yang berfungsi untuk melindungi organ dan jaringan dalam sistem pernapasan. Bronkitis dapat membuat anak lebih sulit untuk menghirup dan mengeluarkan napas dari paru-paru. Hal ini membuat jaringan menjadi iritasi sehingga menghasilkan lebih banyak lendir.

Bronkitis terbagi dalam dua jenis, yaitu:

  • Bronkitis akut, berlangsung dalam waktu singkat (hanya beberapa minggu) namun dapat menyebabkan gejala yang parah. Bronkitis akut merupakan bronkitis yang paling sering diderita anak-anak.
  • Bronkitis kronis, berlangsung dalam waktu yang lebih lama (sampai beberapa bulan atau tahun) dan bisa terjadi dalam kondisi yang ringan sampai berat. Biasanya bronkitis kronis ini lebih sering terjadi pada orang dewasa. Penyebab paling sering dari bronkitis kronis adalah merokok.

Apa penyebab bronkitis pada anak?

Anak-anak biasanya lebih sering menderita bronkitis akut. Penyebab bronkitis pada anak (bronkitis akut) biasanya adalah virus, tapi juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, dan iritasi dari asap rokok, polusi, atau debu.

Saat anak pilek, flu, sakit tenggorokan, atau mengalami sinusitis kronis yang disebabkan oleh virus, virus ini dapat menyebar ke daerah bronkus. Virus yang ada di daerah bronkus ini kemudian dapat menyebabkan saluran napas menjadi bengkak, meradang, dan tersumbat oleh lendir yang dihasilkannya.

Virus-virus ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui batuk atau bersin. Virus juga dapat menyebar saat anak menyentuh mulut, hidung, atau dari ingus atau cairan pernapasan dari orang yang terinfeksi yang menempel di benda-benda yang dipegang anak.

Apa saja gejala bronkitis pada anak?

Gejala pertama yang paling sering ditunjukkan oleh anak dengan bronkitis akut adalah batuk kering, yang kemudian dapat berkembang menjadi batuk berdahak. Batuk ini dipicu oleh peradangan pada dinding saluran bronkus. Selain itu, gejala-gejala lain dari bronkitis pada anak adalah:

  • Hidung meler, yang biasanya terjadi sebelum anak batuk
  • Tubuh terasa lemas dan tidak enak badan
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Demam, biasanya ringan sekitar 37,8°C sampai 38,3°C
  • Sesak napas
  • Nyeri di dada
  • Mengi
  • Sakit tenggorokan

Setiap anak mungkin akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala-gejala tersebut biasanya dapat berlangsung selama 7 sampai 14 hari atau juga bisa bertahan selama tiga sampai empat minggu.

Bagaimana cara mengobati bronkitis pada anak?

Bila anak menunjukkan gejala-gejala tersebut di atas sebaiknya segera bawa anak ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan antibiotik jika penyebab dari bronkitis adalah infeksi bakteri. Namun, biasanya bronkitis lebih sering disebabkan oleh virus, sehingga pemberian antibiotik tidak akan membantu.

Sementara itu, beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai orangtua untuk mengurangi gejala bronkitis pada anak adalah:

  • Berikan anak banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Menjaga kelembaban kamar anak, bisa dilakukan dengan cara menempatkan humidifier di kamar anak
  • Biarkan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup
  • Berikan anak paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan demam
  • Berikan anak obat tetes hidung saline untuk meredakan hidung tersumbat
  • Sebaiknya tidak memberikan anak obat batuk supresan. Batuk sebenarnya cara tubuh dalam mengeluarkan lendir dalam saluran pernapasan anak. Untuk meredakan batuk anak, sebaiknya berikan madu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ketika sakit saat menyusui,obat tentu jadi solusi cepat. Namun ternyata, Ibu tidak boleh minum sembarang obat. Apa saja obat yang aman untuk ibu menyusui?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
sinusitis kronis

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit