Si Kecil Sering Mengeluh Pusing? 4 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Anak kecil umumnya merasa lebih sulit untuk menyampaikan apa yang ia rasakan saat sakit. Mereka mungkin hanya akan bisa bilang sebatas “aku tidak enak badan” atau “aku pusing”. Meski begitu, jangan anggap sepele jika anak sering pusing. Pusing yang kambuhan bisa jadi menandakan masalah kesehatan yang perlu dicek ke dokter.

Berbagai kondisi yang menyebabkan anak sering pusing

Sesekali pusing masih terhitung wajar, terutama jika hanya berlangsung sementara dan bisa mereda dengan istirahat sebentar atau minum obat. Namun bila anak jadi lebih sering mengeluh pusing atau keluhannya tidak kunjung sembuh, bahkan sampai hilang kesadaran, ini jadi peringatan bagi orangtua untuk segera mencari tahu penyebabnya.

1. Dehidrasi

Sumber: The Logical Indian

Dehidrasi bisa terjadi kapan saja pada anak, dengan beragam penyebab. Misalnya karena penyakit seperti demam, diare, atau muntah-muntah maupun karena aktivitasnya. Lama-lama bermain di bawah teriknya matahari bisa membuat anak pusing. Begitu juga jika setelah ia berdiri dalam waktu lama, seperti waktu upacara 17-an.

Salah satu tanda dehidrasi pada anak adalah pusing. Selain itu, gejala dehidrasi lainnya bisa meliputi:

  • Mulut dan bibir kering.
  • Mata celong; mencekung.
  • Buang air lebih sedikit atau tidak buang air sama sekali.
  • Saat anak menangis, tidak ada air mata yang keluar.
  • Tubuh terlihat lemah dan tampak mengantuk.

Dehidrasi tahap ringan dapat segera diatasi dengan memperbanyak minum cairan dan segera cari tempat berteduh ketika di luar ruangan. Jika gejala dehidrasinya sudah parah sampai anak menunjukkan tanda-tanda hilang kesadaran, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

2. Anemia

anak kekurangan dopamin

Jika anak sering pusing, ini mungkin menandakan ia mengalami anemia defisiensi zat besi. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan zat besi sehingga sel darah merah anak tidak cukup mengandung hemoglobin untuk membawa oksigen ke otak dan berbagai organ tubuh lainnya.

Otak yang kekurangan oksigen tidak bisa bekerja optimal. Maka, salah satu gejala yang paling umum muncul dari anemia adalah pusing. Anemia muncul secara bertahap. Mungkin anak awalnya mengeluhkan pusing, kemudian gejala anemia lain akan bermunculan, seperti:

  • Tubuh lemah dan mudah lelah.
  • Kulit pucat, terutama di sekitar tangan, kuku, dan kelopak mata.
  • Nafsu makan rendah.
  • Ngidam makan sesuatu yang aneh, seperti es batu.
  • Mudah marah.
  • Jantung berdetak lebih cepat.

3. Gangguan kecemasan

vitiligo pada anak

Gangguan kecemasan tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tapi anak-anak juga. Gangguan psikologis ini umum muncul pada anak-anak yang pernah mengalami kejadian traumatis, seperti KDRT, pelecehan seksual, perceraian orangtua, bencana alam, dan lainnya.

Anak yang memiliki gangguan kecemasan mungkin sering mengeluh pusing karena mereka sulit tidur. Gejala lainnya bisa meliputi:

  • Cepat marah.
  • Sering merasa gelisah tanpa sebab.
  • Cemas berlebihan hampir setiap hari.
  • Sulit fokus/berkonsentrasi.

4. Vertigo

anak sakit
Sumber: Health Prep

Vertigo adalah penyakit yang gejala utamanya adalah pusing berputar. Sensasi kepala kliyengan ini membuat orang yang mengalaminya mudah jatuh atau merasa ingin pingsan. Vertigo umumnya disebabkan oleh masalah keseimbangan pada telinga tengah atau pada otak.

Selain pusing, gejala vertigo lainnya yang mungkin dialami anak meliputi:

  • Mual dan muntah.
  • Tubuh terus berkeringat.
  • Tubuh lemah.
  • Kesulitan untuk berjalan atau menjaga keseimbangan.
  • Mengalami masalah pendengaran.
  • Wajah pucat.
  • Nistagmus (gerakan mata yang abnormal).

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan darah akibat rusaknya faktor pembekuan darah. Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan perdarahan sulit dihentikan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Distrofi Otot

Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
perdarahan otak subdural hematoma

Subdural Hematoma

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
meredakan demam setelah imunisasi

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2020 . Waktu baca 4 menit