Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020
Bagikan sekarang

Pernah melihat anak batuk begitu intens dan ada kalanya ia sampai muntah? Rasanya pasti tidak nyaman bagi anak yang mengalami ini. Namun orangtua tak perlu merasa panik. Coba kenali terlebih dulu penyebab dan gejalanya. 

Mengenal penyebab anak batuk sampai muntah

Batuk adalah cara tubuh melindungi diri dari bakteri dan mikroba penyebab infeksi dan penyakit. Batuk sangat mungkin timbul dari iritasi terhadap lingkungan yang memicu si kecil sensitif (berdebu atau udara dingin). Selain itu, batuk juga bisa timbul karena virus atau infeksi bakteri.

Terkadang batuk pada anak terdengar begitu keras dan kuat. Batuk yang kuat dapat berakibat pada anak muntah. Kenapa bisa?

Pada umumnya, anak bisa muntah begitu saja setelah ia batuk amat keras. Batuk yang keras ini memicu kontraksi otot pada perut sehingga memungkinkan anak untuk muntah. 

Berikut beberapa penyebab anak terbatuk sampai muntah.

1. Pertusis

anak batuk terus menerus

Penyebab anak batuk sampai muntah adalah kondisi pertusis. Pertusis atau batuk rejan bisa terjadi pada usia bayi, anak-anak, remaja, hingga dewasa. Pertusis bisa berkembang setelah 5-10 setelah terkena paparan.

Gejala awal pertusis meliputi:

  • Hidung meler
  • Demam ringan
  • Batuk ringan sesekali
  • Apnea (berhenti bernapas)

Awalnya, pertusis tampak seperti batuk pilek biasa. Namun, jika tidak disembuhkan segera, bisa berlanjut lebih serius. Gejala bisa berkembang ke arah:

  • Paroxysms, batuk berulang yang cepat diikuti suara “whoop” saat batuk dengan nada yang tinggi
  • Muntah saat atau setelah batuk
  • Kelelahan setelah batuk

2. Batuk pilek hingga asma

Anak laki-laki mengalami batuk di malam hari

Pada gejala batuk pilek biasa, terkadang bisa menjadi penyebab anak batuk sampai muntah. Anak yang sering batuk bisa memicu refleks muntah mereka. Terkadang refleks ini hanya menimbulkan rasa mual saja, tetapi adapun yang membuatnya muntah.

Di samping itu, anak sakit batuk pilek yang memang memiliki asma, bisa memicu ia muntah. Hal ini dikarenakan banyak lendir atau mukus yang mengalir ke dalam perutnya, sehingga menimbulkan rasa mual dan muntah. 

3. Respiratory syncytial virus (RSV)

Batuk di malam hari pada anak

RSV merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan manusia. Gejala yang timbul juga mirip dengan batuk pilek. Misalnya, demam, hidung terseumbat, batuk-batuk, mengi, napas pendek, kulit pucat berwarna biru.

Penyakit ini tidak berbahaya, tetapi perlu ditangani segera. RSV juga menjadi penyebab anak mengalami batuk yang berulang, sehingga memengaruhi refleks muntah. RSV perlu segera ditangani, sebab bisa mengakibatkan komplikasi yang merambat pada pneumonia dan bronkiolitis.

Cara mencegah anak agar tidak batuk sampai muntah

obat diare anak

Penyebab batuk sampai muntah pada anak pun beragam. Namun, sebelum anak sampai pada tahap batuk dengan intensitas serius, seperti terlalu sering dan kuat, ada baiknya segera diobati.

Ibu bisa membawanya ke dokter langsung atau mengobatinya secara mandiri dengan obat yang dijual di apotek. Dengan begitu, gejala dan keluhan anak bisa segera ditangani.

Bila si kecil mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, ataupun flu ibu memberikannya obat dengan kandungan phenylephrine. Kandungan tersebut membantu melegakan hidung tersumbat akibat batuk pilek, alergi, ataupun hay fever. 

Konsumsi phenylephrine juga dapat mempercepat pemulihan batuk pilek. Selalu baca aturan pakai pada kemasan obat agar obat bisa bekerja secara optimal. Jangan lupa ingatkan si kecil untuk istirahat, sehingga ia bisa cepat sembuh dan gejalanya berangsur menghilang.

Kini orangtua sudah tahu penyebab anak batuk sampai muntah dan bagaimana cara mencegahnya. Ketika kondisi anak sudah dapat ditangani, tentu ia bisa kembali bersemangat melakukan aktivitasnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019

Obat Batuk untuk Bayi, yang Alami Atau dari Resep Dokter

Saat si kecil batuk, jangan asal memberinya obat yang ada di pasaran. Pasalnya, dosis dan jenis obat batuk untuk bayi berbeda dengan orang dewasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Paratusin

Paratusin adalah obat batuk dan pilek. Cari tahu informasi tentang cara penggunaan, efek samping, keamanan, dan interaksi obat Paratusin di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Benarkah Jus Nanas Efektif Sebagai Obat Batuk Alami?

Jus nanas tak hanya menyegarkan tenggorokan tapi juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Katanya, manfaat jus nanas salah satunya sebagai obat batuk alami.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
Bahan-bahan obat batuk alami

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019
mucohexin

Mucohexin

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019