Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Cara Membantu Anak yang Kehilangan Pendengaran

    5 Cara Membantu Anak yang Kehilangan Pendengaran

    Mendapati anak Anda kehilangan pendengaran tentu jadi situasi yang sulit. Agar tetap bisa berkomunikasi dengan baik, Anda perlu melakukan upaya untuk membantu anak yang hilang pendengaran.

    Dengan penanganan yang tepat, si kecil dapat berkembang sama seperti anak lainnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak dengan gangguan pendengaran.

    Beberapa cara membantu anak yang hilang pendengaran

    sindrom Usher

    Kehilangan pendengaran tentunya menjadi kondisi yang menantang bagi pertumbuhan anak.

    Meski begitu, ini bukanlah penghalang baginya untuk tumbuh dengan ceria dan berprestasi.

    Anda bisa melakukan berbagai cara-cara berikut untuk membantu anak dengan gangguan pendengaran agar bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

    1. Tangani sesegera mungkin

    Untuk kondisi kehilangan pendengaran, penanganan awal adalah kuncinya.

    Anda sebaiknya memberikan alat bantu dengar atau alat lainnya untuk membantu anak agar bisa mendengar.

    Jika ini terjadi di usia bayi, perlu orangtua ketahui bahwa otak bayi berkembang dengan cepat.

    Itu sebabnya, sangatlah penting untuk merangsang masuknya suara ke otak secepat mungkin.

    Anak-anak yang mendengar suara lebih awal cenderung bisa berkembang sama dengan anak seusianya.

    Apalagi di saat ini, semua bayi biasanya menjalani tes sejak baru lahir, termasuk memeriksa pendengarannya.

    Dengan begitu, kondisi kelainan pendengaran sudah bisa dideteksi sejak lahir sehingga memudahkan Anda dalam membantu anak yang hilang pendengaran.

    Itu berarti jika bayi Anda memiliki masalah pendengaran, ia dapat langsung menggunakan alat bantu dengar bahkan di usia yang baru beberapa minggu sejak lahir.

    Anak yang kehilangan pendengaran cukup parah pun dapat menyesuaikan diri dengan kawan sebayanya saat berusia 5 atau 6 tahun jika ia mendapatkan implan koklea saat berusia 1 atau 2 tahun.

    Implan koklea adalah alat elektronik yang diletakkan di bagian dalam telinga untuk membantu otak memproses suara.

    Dokter THT akan menjelaskan bagaimana alat ini dapat membantu anak yang hilang pendengaran agar bisa mendengar kembali.

    2. Manfaatkan program intervensi dini

    Mengutip Alexander Graham Bell Association, sekitar 95% orangtua dengan anak yang kehilangan pendengaran tidak mengalami hal yang sama dengan anak mereka.

    Hal ini mengharuskan para orangtua untuk belajar lebih banyak. Anda bisa mempelajarinya melalui program intervensi dini yang diselenggarakan oleh klinik atau rumah sakit.

    Program ini akan membantu Anda untuk mengetahui penanganan apa saja yang anak Anda butuhkan. Bayi yang kehilangan pendengaran harus mendapatkan penanganan sedini mungkin.

    Anda bisa mencari program ini melalui rumah sakit terdekat atau menghubungi ahli pendengaran, seperti audiologist dan patologis bahasa.

    Program Intervensi dini juga dapat mengajari Anda dan keluarga beberapa tips untuk membantu anak yang hilang pendengaran agar ia mampu mengembangkan bahasa dan berbicara.

    gagap

    3. Bergabung dengan komunitas orangtua

    Membantu anak dengan gangguan pendengaran bukanlah hal yang mudah untuk Anda kerjakan sendiri bersama pasangan.

    Anda akan membutuhkan dukungan dari orangtua lain yang memiliki pengalaman serupa.

    Mereka dapat mendukung Anda secara emosional dan memberikan saran-saran yang Anda butuhkan dalam merawat anak.

    Ada banyak sekali komunitas yang tersedia baik secara online maupun offline. Cobalah bergabung di salah satu komunitas tersebut.

    Anda juga bisa menanyakan kepada dokter tentang komunitas yang terdekat dan mudah diakses dari tempat tinggal Anda.

    Banyak orangtua yang merasa berbagi pengalaman dengan keluarga yang senasib telah banyak membantu mereka.

    Jika Anda sebagai orangtua memperoleh dukungan, tentunya akan memudahkan Anda dalam membantu anak yang hilang pendengaran.

    4. Eksplor suara bersama anak

    Biasanya, anak yang tidak bisa mendengar juga akan sulit berbicara. Ini karena ia tidak mendengar perkataan yang orang lain ucapkan.

    Oleh sebab itu, Anda perlu melatihnya untuk mendengar suara dan kata-kata sejak berusia dini. Hal ini akan membantu anak dalam mengembangkan bahasa.

    Anda bisa melakukan cara-cara sederhana berikut untuk memperkenalkan suara baru setiap harinya.

    • Bermain dengan bayi dan mengajarkannya untuk meniru, seperti permainan cilukba. Permainan ini mengajarkan bayi Anda untuk berkomunikasi bergantian.
    • Bicara tentang hal yang Anda sedang lakukan. Contohnya, “Kita akan ke rumah nenek”, atau “Ayah sedang cuci piring”.
    • Membaca untuk anak. Deskripsikan gambar yang ada di dalam buku. Saat ia bertambah besar, minta ia menunjuk gambar yang Anda sebut atau menyebut gambar yang Anda tunjuk.
    • Bernyanyi bersama dan memperkenalkan dengan irama juga dapat Anda lakukan untuk membantu anak yang hilang pendengaran.

    anak rentan sakit telinga

    5. Terlibat secara langsung

    Anda tahu apa yang terbaik bagi anak Anda. Jika rencana dan layanan untuk anak yang disediakan oleh tim dokter atau terapis tidak berhasil, beri tahu mereka.

    Tim kesehatan dan pengasuh harus bekerja sama dengan Anda sebagai orangtua untuk mencapai tujuan yang ingin Anda berikan pada anak.

    Jika penyedia layananan tidak memberikan respons yang baik, carilah penyedia lain untuk membantu anak Anda dalam menghadapi gangguan pendengaran.

    Di samping itu, menyerahkan tanggung jawab penanganan kepada dokter dan terapis bukanlah langkah yang bijaksana.

    Cara terbaik yang perlu dilakukan sebagai orangtua adalah terlibat penuh dalam perkembangan dan pengasuhan anak yang berkebutuhan khusus.

    Anda juga perlu berpartisipasi dengan aktif terhadap berbagai metode yang diterapkan dalam membantu anak yang hilang pendengaran.

    Pastikan Anda terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan anak. Jangan berhenti mencari informasi mengenai kondisi yang anak alami.


    Pusing setelah jadi orang tua?

    Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


    health-tool-icon

    Pengingat Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak

    Gunakan pengingat jadwal ini untuk mempelajari imunisasi apa yang dibutuhkan oleh anak Anda dan kapan waktu tepatnya.

    Apa jenis kelamin anak Anda?

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    From Diagnosis to Action. Retrieved 12 January 2022, from https://www.agbell.org/Portals/26/professional-archives/Parent%20Guidance/From%20Diagnosis%20to%20Action.pdf?ver=2018-04-09-155050-087

    Does Age Matter with Cochlear Implants? [STUDY]. Retrieved 12 January 2022, from https://www.agbell.org/Portals/26/professional-archives/Child%20Development/Does%20Age%20Matter%20with%20Cochlear%20Implants%20[STUDY].pdf?ver=2018-04-09-154916-027

    Children with Hearing Loss and Special Needs [STUDY]. Retrieved 12 January 2022, from https://www.agbell.org/Portals/26/professional-archives/Parent%20Guidance/Children%20with%20Hearing%20Loss%20and%20Special%20Needs%20[STUDY].pdf?ver=2018-04-09-155049-417

    Hearing Loss Treatment and Intervention Services | CDC. (2021). Retrieved 12 January 2022, from https://www.cdc.gov/ncbddd/hearingloss/treatment.html

    The Decibels Foundation : What We Do : Deaf and Hard of Hearing Specialty Program at Minute Man ARC : Deaf and Hard of Hearing Specialty Program. Retrieved 12 January 2022, from https://www.decibelsfoundation.org/what_we_do/mma/mma-page.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Jan 19
    Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A