Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Katarak pada anak-anak bisa menyerang satu atau kedua mata. Kekeruhan pada lensa mata ini terkadang bisa berkembang dan membesar sehingga mengganggu kemampuan penglihatan anak. Selain penglihatan yang buruk, katarak pada anak juga dapat menyebabkan strabismus atau mata juling, di mana titik mata melihat ke berbagai arah berbeda.

Bagaimana katarak bisa terjadi pada anak?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Katarak adalah setiap kekeruhan yang terjadi pada lensa mata, struktur bening di dalam mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan yang terlihat ke retina. Kekeruhan ini menyebabkan distorsi cahaya sehingga bayangan tersebut tidak dapat difokuskan dengan baik di retina. Keadaan ini menyebabkan rangsangan yang sampai ke otak terjadi dengan tidak baik dan menimbulkan persepsi bayangan menjadi buram.

Bagaimana gejala yang dirasakan?

Gejala yang timbul meliputi penglihatan yang buram, berkabut, dan silau. Orang dewasa dapat menyampaikan keluhan ini dengan baik kepada dokter mata, tapi masalahnya bayi dan anak belum bisa menyampaikan keluhannya. Karena itu orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda yang terlihat.

  • Hilangnya refleks merah (red reflex) atau terlihatnya warna putih pada bagian tengah mata bayi atau anak (leukokoria).
  • Bayi atau anak terkesan acuh dan terhadap mainan atau orang di dekatnya.

Usia berapa katarak pada anak biasanya muncul?

Katarak yang timbul sejak lahir disebut katarak kongenital, sedangkan katarak yang timbul pada masa kanak-kanak hingga dewasa muda disebut katarak developmental.

Di bawah ini beberapa penyebab katarak pada anak.

  • Keturunan
  • Kelainan Metabolik (seperti: Galactosemia, defisiensi enzim G6PD, hipoglikemia, dan hipokalsemia)
  • Trauma (seperti: terpukul, terkena lemparan bola, dll)
  • Infeksi sejak dalam kandungan (seperti: Rubella, Toxoplasma, Toxocariasis dan Cytomegalovirus)
  • Terkait dengan sindrom tertentu (seperti: Sindrom Lowe, Sindrom Trisomi 21)
  • Katarak sekunder yang didahului oleh penyakit sebelumnya (seperti: juvenile idiopathic arthritis, tumor intraokular, terapi radiasi dan penggunaan obat steroid)
  • Idiopatik

Kapan orang tua harus waspada?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Orang tua sebaiknya waspada dan sebaiknya segera membawa ke dokter mata bila mendapati buah hati mengalami hal di bawah ini.

  • Hilangnya refleks merah atau terlihatnya warna putih pada bagian tengah mata anak (leukokoria).
  • Bayi atau anak terlihat acuh terhadap stimulasi mainan atau wajah orang tuanya.
  • Terdapat riwayat infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Virus) selama kehamilan.
  • Riwayat trauma pada mata seperti terpukul, terkena lemparan bola, dan lainnya.

Diagnosis pasti dapat ditegakkan setelah dokter mata melakukan pemeriksaan mata secara lengkap.

Apa bedanya katarak pada usia lanjut dan katarak pada anak?

Katarak pada usia lanjut (senilis) terjadi sesudah bola mata dan penglihatan berkembang dan stabil. Apabila tidak ada penyakit lain yang mungkin mengganggu fungsi penglihatan, maka penderitanya akan kembali melihat dengan baik setelah kataraknya dihilangkan.

Berbeda dengan Katarak Senilis, Katarak pada bayi dan anak terjadi pada masa perkembangan bola mata dan penglihatan. Perkembangan penglihatan seorang anak terjadi sejak anak lahir hingga usia 8-10 tahun. Bila terjadi gangguan penglihatan yang signifikan pada masa ini (seperti katarak) dan tidak ditangani dengan segera, maka dapat mengakibatkan timbulnya mata malas (amblyopia).

Amblyopia adalah keadaan dimana potensi penglihatan seseorang yang tidak pernah mencapai optimal meskipun penyebab gangguan penglihatan yang ada telah dihilangkan.

Bagaimana pengobatan katarak pada anak dan rehabilitasi penglihatan?

Mengenali dan Mengatasi Katarak pada Anak

Setelah seorang anak terdiagnosis katarak, maka dokter mata akan menentukan beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan terapi.

Observasi

Katarak yang kecil dan tidak mengganggu penglihatan secara signifikan dapat dievaluasi secara rutin ke dokter mata untuk memonitor luas katarak. Bila katarak bertambah dan telah menimbulkan gangguan penglihatan, maka operasi katarak perlu dipertimbangkan.

Operasi Katarak

Operasi katarak merupakan pilihan terapi pada kasus katarak yang mengganggu penglihatan secara signifikan. Operasi pada waktu yang tepat sangat menentukan keberhasilan untuk mendapatkan penglihatan yang optimal.

Rehabilitasi Penglihatan

Rehabilitasi penglihatan setelah operasi katarak perlu dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah timbulnya Amblyopia. Setelah katarak dihilangkan, pasien anak memerlukan alat bantu seperti lensa tanam dan atau kacamata atau lensa kontak untuk membantunya melihat dengan lebih jelas. Alat ini juga bertujuan agar proses perkembangan penglihatan berlangsung optimal. Keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh kerjasama yang baik antara dokter mata, orang tua, dan anak sebagai pasien.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Melissa Yulita, Sp. M Diperbarui 10/03/2021
x