Funduskopi (Oftalmoskopi), Pemeriksaan untuk Diagnosis Berbagai Penyakit Mata

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Mata adalah organ tubuh manusia yang penting, terutama untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Demi menjaga kesehatan mata, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Salah satu jenis pemeriksaan mata yang paling umum adalah funduskopi, atau lebih dikenal dengan oftalmoskopi.

Apa itu funduskopi (oftalmoskopi)?

Funduskopi, atau oftalmoskopi, adalah salah satu bagian dari pemeriksaan mata yang bertujuan untuk mengecek bagian belakang dan dalam mata Anda. Bagian mata yang dapat diperiksa meliputi retina, pembuluh darah, saraf optik, serta cakram optik.

Pada saat menjalani pemeriksaan, dokter akan memakai sebuah alat yang disebut dengan oftalmoskop. Alat tersebut berbentuk menyerupai senter dan dilengkapi dengan lensa-lensa kecil yang digunakan untuk melihat bagian-bagian dalam bola mata. Oftalmoskop dapat membantu dokter mendeteksi adanya penyakit atau gangguan mata lainnya.

Kapan saya harus menjalani pemeriksaan ini?

Funduskopi, atau oftalmoskopi, adalah pemeriksaan mata yang ditujukan apabila dokter mendeteksi adanya kemungkinan penyakit yang berkaitan dengan bagian-bagian dalam mata.

Berikut adalah beberapa penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat dideteksi dengan funduskopi:

  • Masalah mata yang berkaitan dengan penyakit sistemik, seperti hipertensi dan diabetes
  • Glaukoma
  • Luka atau robekan pada retina mata
  • Kerusakan saraf-saraf optik
  • Degenerasi makula, penurunan penglihatan karena penuaan
  • Melanoma, jenis kanker kulit yang dapat menyebar ke mata
  • Cytomegalovirus (CMV) retinitis, infeksi pada retina

Selain itu, tes ini juga sering kali termasuk dalam pemeriksaan mata rutin yang dilakukan untuk mengecek kesehatan mata.

Apa yang harus saya persiapkan sebelum menjalani pemeriksaan?

Sebelum menjalani pemeriksaan funduskopi (oftalmoskopi), Anda akan diberikan obat tetes mata yang berfungsi melebarkan pupil mata Anda. Dengan begitu, pupil menjadi lebih mudah dilihat dan diperiksa.

Obat tetes mata tersebut mungkin akan membuat penglihatan Anda menjadi buram dan lebih sensitif terhadap cahaya. Namun, efek tersebut hanya akan berlangsung selama beberapa jam.

Anda juga perlu mempersiapkan dan membawa kacamata hitam saat menjalani pemeriksaan. Kacamata tersebut penting untuk melindungi mata Anda ketika kondisi pupil masih melebar.

Selain itu, ada baiknya Anda meminta seseorang untuk menemani dan mengantar Anda pulang setelah pemeriksaan, terlebih lagi jika Anda terbiasa menyetir atau berkendara sendirian.

Seperti apa prosedur pemeriksaan funduskopi?

Sebelum pemeriksaan, dokter akan menanyakan terlebih dahulu riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Anda juga perlu memberi tahu dokter mengenai obat-obatan apa yang sedang Anda gunakan, atau obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi pada tubuh Anda.

Pasalnya, obat tetes mata yang digunakan untuk melebarkan pupil bisa saja memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Selain itu, penting juga untuk menginformasikan ke dokter jika Anda mengidap glaukoma. Obat tetes mata untuk funduskopi berisiko meningkatkan tekanan pada bola mata Anda.

Obat tetes mata akan diberikan 20 menit sebelum pemeriksaan dilakukan. Anda mungkin akan merasakan sedikit sengatan pada mata Anda, tapi untuk waktu yang singkat. Dalam kasus yang jarang terjadi, obat tetes mata tersebut dapat mengakibatkan pusing, rasa mual, dan sensasi mulut kering.

Secara umum, terdapat 3 jenis pemeriksaan funduskopi yang ada, yaitu pemeriksaan langsung, tidak langsung, dan menggunakan slit lamp. Berikut adalah penjelasannya:

1. Funduskopi langsung

Pada metode ini, Anda akan diminta duduk, kemudian lampu ruangan akan dimatikan. Dokter akan duduk di depan Anda dan menggunakan oftalmoskop untuk memeriksa mata Anda. Jika Anda memakai kacamata, Anda akan diminta melepaskan kacamata terlebih dahulu.

Setelah itu, dokter akan meminta Anda melihat lurus ke depan dan tidak menggerakkan kepala sama sekali. Cahaya dari alat oftalmoskop akan disorot ke mata Anda. Dengan alat tersebut, dokter akan mengecek bagian dalam mata Anda.

2. Funduskopi tidak langsung

Metode pemeriksaan tidak langsung dapat membantu dokter melihat bagian dalam mata Anda secara lebih detail. Alat yang digunakan pun akan sedikit berbeda dengan funduskopi langsung.

Pada metode ini, Anda akan diminta berbaring atau duduk dengan posisi setengah berbaring. Selanjutnya, dokter akan mengenakan lampu senter yang dipasang di dahinya.

Pemeriksaan dilakukan dengan lensa yang diletakkan di depan mata Anda, dengan bantuan lampu senter tadi. Dokter mungkin akan meminta Anda melihat ke arah-arah tertentu saat memeriksa bagian belakang mata Anda.

Pada teknik ini, dokter mungkin akan menggabungkannya dengan metode pemeriksaan lainnya, seperti depresi sklera. Gabungan dari kedua metode ini dapat membantu dokter melihat lebih jauh bagian retina mata, sehingga dokter bisa mendeteksi adanya luka atau robekan.

3. Funduskopi slit-lamp

Teknik ini menggunakan alat yang disebut dengan mikroskop slit-lamp, yaitu mikroskop yang dilengkapi dengan lampu celah berkekuatan tinggi. Pemeriksaan dengan slit-lamp dapat memberikan tampilan mata yang lebih besar.

Anda akan diminta duduk dengan posisi dagu dan dahi bersandar di penyangga khusus. Dokter kemudian akan menggunakan mikroskop dan lensa kecil untuk memeriksa bagian dalam mata Anda.

Apakah ada risiko dan efek samping dari tes ini?

Funduskopi adalah tes mata yang relatif aman. Memang, terkadang beberapa orang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada mata, tapi tes ini biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Dalam kasus yang jarang terjadi, Anda mungkin akan mengalami efek-efek samping berikut akibat penggunaan obat tetes pembesar pupil mata, seperti:

  • Mulut kering
  • Penglihatan buram
  • Wajah memerah
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Risiko glaukoma sudut tertutup

Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai potensi risiko dan efek samping dari pemeriksaan ini.

Bagaimana cara membaca hasil tes funduskopi?

Hasil tes funduskopi terdiri dari hasil normal dan tidak normal.

Pada hasil yang normal, bagian-bagian dalam mata Anda seperti retina, cakram optik, serta pembuluh darah akan terlihat baik-baik saja.

Namun, pada hasil yang tidak normal, seperti misalnya terdapat titik-titik atau pembengkakan pada retina, kemungkinan hal tersebut merupakan pertanda adanya penyakit atau gangguan mata.

Menurut situs MedlinePlus, funduskopi adalah pemeriksaan mata yang dapat dikatakan 90-95% akurat. Tes tersebut dapat mendeteksi tahap-tahap awal perkembangan serta efek dari berbagai penyakit serius. Untuk kondisi-kondisi lain yang tidak dapat diperiksa dengan funduskopi, dokter akan merekomendasikan metode pemeriksaan lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Abrasi Kornea

Abrasi kornea adalah kondisi saat kornea mata Anda tergores akibat benda asing. Penanganan yang tidak tepat bisa menyebabkan kerusakan permanen.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Pterigium

Pterigium (surfer's eye) adalah pertumbuhan jaringan pada selaput mata. Kondisi ini mungkin menyebabkan mata Anda menjadi merah dan terasa mengganjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Floaters

Floaters adalah kondisi ketika Anda melihat bercak kecil melayang-layang, yang menghalangi bidang penglihatan Anda. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Keratitis

Keratitis adalah peradangan pada kornea yang menyebabkan mata merah dan sakit. Penyebab keratitis antara lain infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun cedera.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 21 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tes periksa mata

Kenali Berbagai Jenis Tes Pemeriksaan Mata Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
mata kering

Mata Kering

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
buta warna

Buta Warna

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit