Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali Gejala hingga Penanganan Radang Usus pada Anak

Kenali Gejala hingga Penanganan Radang Usus pada Anak

Ketika anak mengeluh sakit pada perutnya, orangtua perlu waspada karena ia bisa terkena penyakit radang usus. Bukan sakit perut biasa, anak-anak dengan radang usus biasanya mengalami tubuh lemas sampai rasa mual. Berikut penjelasan lengkap seputar radang usus pada anak.

Apa itu penyakit radang usus pada anak?

Sebenarnya, sakit perut adalah hal normal yang anak-anak alami.

Namun, anak yang mengalami radang usus umumnya merasakan sakit perut yang sangat mengganggu.

Mengutip dari Kids Health, anak yang mengalami penyakit radang usus akan merasakan nyeri perut luar biasa bersamaan dengan diare yang sangat sering.

Penyakit ini membuat usus meradang menjadi merah dan bengkak. Kondisi tersebut bisa berlangsung lama, kemudian hilang, tetapi ada kemungkinan kambuh lagi.

Radang usus memiliki dua jenis, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Penyakit Crohn membuat semua lapisan dinding usus sakit dan membengkak.

Kondisi ini bisa terjadi pada bagian mana saja, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, sampai anus.

Sementara itu, kolitis ulseratif hanya terjadi di usus besar. Kondisi ini menyebabkan luka seperti borok yang tumbuh pada lapisan dalam usus besar.

Gejala radang usus pada anak

obat diare anak alami paling ampuh

Mengutip dari Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP), gejala radang usus bisa berbeda setiap anak.

Berikut gejala radang usus pada anak yang perlu orangtua waspadai:

Beberapa anak mengalami gejala lain, seperti ruam kulit, nyeri sendi, badan lelah, dan demam.

Orangtua perlu membawa anak ke dokter bila melihat gejala di atas. Mungkin dokter akan melakukan pemeriksaan darah, feses, dan endoskopi.

Anak-anak dengan penyakit ini akan sulit mendapatkan kalori dan nutrisi dari makanan yang ia konsumsi.

Sebagian anak bisa tumbuh atau memulai pubertas lebih lambat dari teman-teman seusianya.

Pada sebagian kasus, radang usus pada anak bisa memicu masalah lain, seperti ruam, gangguan kesehatan mata, nyeri dan radang sendi, serta masalah hati.

Penyebab penyakit radang usus pada anak

Mengutip dari Cincinnati Children’s, masih belum diketahui dengan pasti penyebab dari radang usus. Namun, faktor lingkungan bisa memengaruhi kondisi ini.

Saat si kecil memiliki riwayat keluarga atau orangtuanya memiliki radang usus, ia akan lebih rentan mengalami hal yang sama.

Berikut kemungkinan pemicu radang usus pada anak.

  • Genetik (memiliki keluarga dengan penyakit radang usus).
  • Lingkungan (penggunaan obat-obatan dan mengalami infeksi).
  • Mengonsumsi antibiotik saat bayi baru lahir.
  • Ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat yang ada di dalam usus.
  • Sistem kekebalan tubuh yang sangat reaktif (bereaksi secara tidak tepat).

Situs Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) menyebutkan bahwa peradangan pada radang usus melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan sistem kekebalan tubuh anak.

Zat asing yang ada di lingkungan bisa menyebabkan peradangan secara langsung.

Bahkan, bisa kebalikannya, zat asing bisa memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan peradangan yang tidak mereda.

Setelah sistem kekebalan tubuh anak mulai aktif, tubuhnya tidak mengerti cara memberhentikan dengan benar.

Kondisi ini membuat peradangan dan merusak jaringan sehingga menyebabkan gejala radang usus.

Inilah yang menjadi sebab fokus utama terapi medis radang usus adalah mengatur sistem kekebalan tubuhnya.

Cara mendiagnosis penyakit radang usus pada anak

gejala dan tanda difteri pada anak

Untuk mendiagnosis penyakit radang usus, dokter perlu mengetahui jenisnya terlebih dahulu.

Mengingat penyakit Crohn dan kolitis ulseratif memiliki gejala yang hampir sama, agak sulit untuk mengetahui kondisi pastinya.

Agar mendapat diagnosis yang tepat, dokter akan menyarankan untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Tes darah

Pemeriksaan darah bertujuan untuk melihat tubuh anak memiliki kondisi seperti:

  • anemia (hemoglobin rendah),
  • protein darah rendah (albumin), dan
  • bukti peradangan di tubuh.

Bukti peradangan ini bisa terlihat dari peningkatan protein C-reaktif, tingkat sedimentasi, atau jumlah sel darah putihnya.

Pemeriksaan feses

Salah satu gejala radang usus pada anak adalah adanya darah pada feses atau tinja. Pemeriksaan feses ini bertujuan untuk memeriksa infeksi dan darah dalam tinja.

Kemudian memastikan adanya peradangan pada usus atau tidak.

CT scan

Petugas medis perlu mengetahui kondisi fisik dari tubuh yang mengalami infeksi.

Dokter akan menyarankan anak untuk menjalani CT enterography (CTE) atau MR enterography (MRE).

Kedua prosedur tersebut bertugas untuk mencari peradangan, pembengkakan, atau penyempitan usus.

Alat tersebut juga berfungsi untuk melihat area perut luar usus dan mendeteksi apakah ada komplikasi radang usus atau tidak.

Untuk mengambil gambar, MRE menggunakan magnet bukan radiasi sehingga aman untuk anak-anak.

Endoskopi bagian atas

Prosedur ini bertujuan untuk melihat bagian dalam usus dengan menggunakan selang tipis dan kamera sangat kecil yang masuk ke dalam mulut.

Alat ini akan memperlihatkan secara jelas bagian usus yang mengalami peradangan sehingga tindakan bisa tepat sasaran.

Endoskopi bagian atas dan kolonoskopi adalah pemeriksaan yang penting dalam mendiagnosis radang usus.

Endoskopi kapsul

Berbeda dengan endoskopi bagian atas yang memakai selang tipis, endoskopi kapsul menggunakan kamera nirkabel yang masuk ke dalam kapsul.

Untuk memeriksa radang usus, dokter akan meminta si kecil menelan kapsul.

Kemudian video akan memutar proses perjalanan mulai dari tenggorokan sampai ke usus kecil dan melihat letak peradangan.

Pengobatan radang usus pada anak

cara meningkatkan imun anak yang sering sakit

Perawatan dan pengobatan radang usus tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan radangnya, apakah anak mengalami penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

Pemberian obat

Umumnya, pengobatan bertujuan untuk mengendalikan peradangan, meredakan gejala, dan memperbaiki masalah gizi anak.

Berikut beberapa obat yang anak dapatkan saat menjalani pengobatan radang usus.

  • Steroid: menghentikan atau mengontrol peradangan
  • Mesalazine: mengurangi gejala dan mencegah sistem kekebalan menyerang tubuh.
  • Paracetamol: meredakan nyeri.
  • Multivitamin: menambah vitamin dan mineral yang hilang.

Bicarakan dengan dokter anak seputar obat-obatan yang si kecil konsumsi. Orangtua perlu memahami dosis, efek samping, dan alasan anak harus minum obat tersebut.

Nutrisi enteral eksklusif (EEN)

Anak dengan penyakit Crohn biasanya menjalani pengobatan ini. Nutrisi enteral eksklusif adalah minuman khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang hilang.

Minuman ini akan membantu penyembuhan peradangan usus dan berat badan anak naik kembali.

Dokter biasanya menyarankan anak mengonsumsi EEN selama 8 minggu, tetapi ada juga anak yang perlu minum lebih lama.

Nantinya, ahli gizi akan memberikan petunjuk penggunaan dan porsi yang anak butuhkan.

Saat mengonsumsi minuman ini, dokter tidak menyarankan untuk makan makanan lain.

Hanya EEN dan air putih selama 8 minggu. Setelah itu, anak boleh makan dan minum seperti biasa secara bertahap.

Operasi

Kalau kondisi anak tidak bisa membaik dengan obat-obatan, dokter mungkin akan memilih jalan terakhir yaitu operasi.

Alasan anak membutuhkan operasi saat mengalami radang usus adalah:

  • terdapat lubang di usus,
  • usus tersumbat, dan
  • perdarahan tidak berhenti.

Anak dengan kondisi radang usus perlu mengonsumsi banyak cairan dan kalori untuk menaikkan berat badan.

Penyakit ini sering membuat anak diare, merasa kram perut, sampai kelelahan.

Mereka membutuhkan semangat dari teman dan keluarga karena kondisi peradangan membuatnya cukup tersiksa.

Dampingi selalu si kecil karena terkadang ia hanya membutuhkan teman bicara mengenai kondisinya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Inflammatory Bowel Disease | Children’s Hospital of Philadelphia. (2021). Retrieved 30 September 2021, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/inflammatory-bowel-disease

Melbourne, T. (2021). Kids Health Information : Inflammatory bowel disease (IBD) – Crohn disease and ulcerative colitis . Retrieved 30 September 2021, from https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Inflammatory_bowel_disease/

Inflammatory Bowel Disease (for Kids) – Nemours Kidshealth. (2021). Retrieved 30 September 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/ibd.html#:~:text=But%20kids%20with%20inflammatory%20bowel,or%20constantly%20comes%20and%20goes.

Rosen, M., Dhawan, A., & Saeed, S. (2015). Inflammatory Bowel Disease in Children and Adolescents. JAMA Pediatrics, 169(11), 1053. doi: 10.1001/jamapediatrics.2015.1982Inflammatory Bowel Disease (IBD) in Children . (2021). Retrieved 30 September 2021, from https://www.cincinnatichildrens.org/health/i/ibd

Crohn’s Disease in Children | Cedars-Sinai. (2021). Retrieved 30 September 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/c/crohns-disease-in-children.html

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto