3 Pilihan Obat Sakit Gigi yang Manjur dan Aman Buat si Buah Hati

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anak-anak sering sekali sakit gigi. Entah karena giginya bolong atau gusinya yang bengkak. Masalah ini pastinya membuat Anda khawatir karena mereka jadi rewel dan tidak mau makan. Nah biar cepat sembuh, berikan obat sakit gigi yang sudah terbukti aman dan manjur untuk anak kecil. Apa saja?

Daftar obat sakit gigi paling aman untuk anak

Orangtua harus pintar-pintar memilih obat sakit gigi yang aman dan cocok untuk anak. Secara umum, jenis dan dosis obat sakit gigi untuk anak harus disesuaikan dengan usia dan berat badannya saat ini.

Berikut adalah daftar obat sakit gigi yang aman untuk diminum anak kecil. Tentunya dengan tetap mematuhi cara pakai dan dosis yang dianjurkan, serta tidak digunakan untuk jangka panjang. 

 1. Acetaminophen (paracetamol)

ibuprofen
Sumber: NBC News

Acetaminophen atau nama lainnya paracetamol adalah salah satu obat sakit gigi paling populer. Paracetamol juga sekaligus meredakan nyeri gusi, sakit kepala, demam, dan meriang yang sering menyertai sakit gigi. Obat satu ini dapat dibeli di warung atau toko obat tanpa harus menebus resep dokter.

Namun sebelum memberikan obat ini untuk anak yang sakit gigi, pastikan Anda sudah membaca aturan pakainya dengan teliti. Obat sakit gigi ini dapat diberikan untuk anak mulai usia 2 bulan ke atas yang lahir setelah berumur 37 minggu, dan jika berat badannya sekarang lebih dari 4 kg.

Dosis paracetamol untuk bayi berusia 2-3 bulan berbeda dengan anak yang usianya lebih tua. Jadi, konsultasikan dengan dokter anak Anda sebelum memberikan obat ini. Jangan sungkan untuk bertanya langsung ke dokter apabila Anda khawatir atau ragu terkait dosis obat yang aman untuk si kecil.

Perlu dipahami bahwa paracetamol sama seperti obat lainnya yang memiliki risiko efek samping. Segera bawa ke dokter apabila anak Anda mengalami gatal dan ruam pada kulit, pembengkakan pada wajah, lidah, atau tenggorokan, pusing, dan kesulitan bernapas. Semua itu adalah reaksi yang ditunjukkan jika anak alergi dengan obat tersebut.

2. Ibuprofen

obat sakit gigi
Sumber: Drug Free

Obat ibuprofen juga sering digunakan untuk meredakan sakit gigi, sakit kepala, dan gusi anak yang bengkak. Obat ini termasuk golongan antinyeri NSAID yang bekerja mencegah produksi zat penyebab peradangan dalam tubuh.

Ibuprofen baru boleh diberikan untuk obat sakit gigi jika anak Anda sudah berusia 3 bulan dan berbobot 5 kg atau lebih. Hindari memberikan obat ini apabila anak Anda menderita asma, masalah ginjal dan hati, serta gangguan pembekuan darah. Kecuali dokter menyarankan sebaliknya. 

Anda harus hati-hati jika ingin memberikan obat sakit gigi ini untuk anak di rumah. Dosis ibuprofen lebih kuat daripada paracetamol. Jadi, pastikan menakar dosis obat ini sesuai persis dengan yang dianjurkan pada label kemasan atau dari anjuran dokter.

Perhatikan juga risiko efek samping yang mungkin dirasakan anak, seperti sakit perut, mual dan muntah, diare atau sembelit, hingga pusing dan mengantuk. Jika setelah minum obat, leher anak jadi kaku atau pendengarannya terganggu, segera periksa lebih lanjut ke dokter.

Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan keamanan obat ini sebelum memberikannya untuk buah hati tercinta.

3. Naproxen

obat sakit gigi
Sumber: Very Well Mind

Jika tidak ada paracetamol atau ibuprofen, obat naproxen boleh diberikan untuk anak yang sakit gigi. Obat ini dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat sakit gigi jika digunakan sesuai aturan. Jangan menambah dosis atau meminum obat lebih sering dari yang dianjurkan.

Segera bawa anak berobat ke dokter jika ia mengalami tanda-tanda reaksi alergi seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Sejumlah penelitian juga melaporkan bahwa naproxen memiliki potensi efek samping seperti kram perut, mual, mengantuk, pusing, dan nyeri ulu hati. Jadi, gunakan obat ini dengan bijak. Supaya si kecil tidak sakit perut, sebaiknya berikan obat ini setelah ia makan.

Jika ada obat lain yang sedang diminum rutin oleh si kecil, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Naproxen mungkin dapat berinteraksi dengan obat lain yang dapat membuatnya tidak bekerja efektif, atau malah meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Pilihan obat sakit gigi alami untuk anak

Selain minum berbagai obat di atas, Anda juga bisa mencoba obat alami ini untukmeredakan sakit gigi anak di rumah:

Kumur air garam

Jika anak yang sakit gigi tidak mau minum obat, coba bujuk dirinya untuk berkumur air garam. Ini merupakan obat alami sakit gigi warisan leluhur.

Larutan air garam dapat meredakan sakit gigi dan gusi akibat gingivitis (radang gusi). Tak hanya itu. Berkumur dengan air garam juga dapat membantu melepas sisa makanan makanan yang terselip di sela gigi sekaligus membunuh bakteri yang menyebabkan plak.

Anda bisa melarutkan 1/2 sendok teh garam dalam segelas air hangat. Mintalah anak untuk berkumur-kumur selama beberapa detik dan ludahkan bekas kumuran tadi. Ingat, air bekas berkumur jangan sampai ditelan, ya! Lakukan ini setidaknya dua kali dalam sehari.

Setiap kali selesai berkumur, ajak anak untuk menyikat giginya sampai bersih.

Kompres dingin

Jika berkumur dengan air garam masih membuat anak rewel, cobalah mengompres sisi pipi yang giginya sakit dengan es batu. Suhu dingin dari es batu dapat membuat saraf mati rasa sehingga sensasi ngilunya berhenti sementara. Dinginnya es batu juga dapat mengempiskan bengkak pada gusi anak.

Ambil beberapa bongkah es batu, lalu bungkus dengan waslap atau handuk kecil. Tempelkan waslap tadi pada sisi pipi yang terasa sakit selama beberapa menit. Ulangi cara ini sampai gusi atau pipi bengkak yang dialami anak perlahan mereda.

Ajak anak rajin sikat gigi

Sakit gigi yang dialami anak Anda bisa disebabkan karena giginya bolong dan ada makanan yang tertinggal di dalam. Nah untuk menyingkirkan timbunan makanan di lubang gigi, ajak si kecil untuk rrajin sikat gigi dua kali sehari; pada pagi dan malam hari.

Ajarkan cara menggosok gigi yang benar. Pastikan Anda membelikan sikat dan pasta gigi yang khusus untuk anak-anak.

Flossing gigi juga tak kalah pentingnya. Pasalnya, flossing dapat membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi maupun di bagian rongga mulut bagian dalam, yang tidak dapat dijangkau dengan sikat gigi biasa.

Konsultasi ke dokter

Perlu dipahami bahwa efek obat alami seperti kompres dingin, kumur air garam, sikat gigi, dan flossing hanya bertahan sementara.

Jika kondisi si kecil tidak juga membaik atau malah memburuk dalam 24 jam, Anda harus segera membawanya ke dokter gigi untuk mencari tahu sumber masalahnya.

Anak-anak lebih berisiko mengalami infeksi gigi dan mulut ketimbang orang dewasa. Jadi, apabila Anda merasa khawatir terkait kesehatan gigi dan mulut si kecil, jangan ragu untuk mengajaknya berobat ke dokter gigi.

Dokter gigi dapat melakukan perawatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan si kecil. Mulai dari cabut gigi, tambal gigi, dan lain sebagainya. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat sakit gigi jenis tertentu untuk anak Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca