Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

10 Kondisi yang Menyebabkan Pipi Anda Bengkak

    10 Kondisi yang Menyebabkan Pipi Anda Bengkak

    Pipi yang bengkak bisa membuat wajah terlihat lebih bulat dan bahkan juga mengubah penampilan Anda. Pembengkakan ini bisa muncul dengan gejala khusus, seperti nyeri dan gatal saat pipi ditekan. Nah, untuk tahu kondisi seperti apakah yang menjadi penyebab pipi bengkak tersebut, yuk, simak penjelasan berikut ini.

    Kondisi yang menyebabkan pipi bengkak

    merk obat sakit gigi berlubang

    Pipi bengkak dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti alergi, penyakit infeksi, atau bahkan masalah kesehatan yang lebih serius. Hal ini bisa saja dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa.

    Pembengkakan dapat terjadi pada salah satu pipi, bagian dalam pipi, atau dekat gusi yang bengkak, tergantung pada kondisi yang mendasarinya.

    Berikut ini beberapa kondisi yang dapat membuat pipi Anda jadi bengkak.

    1. Alergi

    Alergi merupakan salah satu penyebab pipi bengkak paling umum. Reaksi alergi akan muncul saat sistem kekebalan tubuh menghasilkan reaksi tertentu untuk melawan zat asing yang berbahaya.

    Alergen (pemicu alergi) paling umum yang bisa menyebabkan pembengkakan antara lain sengatan lebah, bahan kimia, atau obat-obatan tertentu. Pada beberapa kasus, kondisi kulit yang terlalu sensitif juga bisa menjadi pemicu alergi.

    Alergi yang Anda alami bisa saja bersifat ringan atau bahkan serius, karena ini bergantung pada kekebalan tubuh yang Anda miliki. Oleh sebab itulah, siapa saja bisa menjadi lebih sensitif saat terkena alergen.

    2. Cedera pada wajah

    Cedera pada wajah dapat terjadi setelah Anda terjatuh atau terkena pukulan. Jika terlalu keras, cedera dapat merusak jaringan lunak dan tulang wajah Anda.

    Bahkan, cedera kadang bisa mengakibatkan patah tulang atau fraktur. Kondisi ini ditandai dengan memar, nyeri saat pipi ditekan, dan bengkak pada area pipi.

    Cedera yang cukup ringan mungkin dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika cedera diduga serius, Anda harus segera mendapatkan perhatian medis.

    3. Selulitis

    selulitis pada anak

    Selulitis merupakan infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya. Meskipun bukan penyakit menular, kondisi ini bisa mengancam jiwa jika infeksinya menyebar ke aliran darah.

    Anda mungkin akan mendapati selulitis pada kaki bagian bawah. Namun, ternyata kondisi ini dapat terbentuk di wajah yang akhirnya menjadi penyebab pipi bengkak.

    Menurut studi mengenai diagnosis dan penanganan selulitis dalam jurnal Royal College of Physicians, selain pembengkakan pada pipi, gejala lainnya dapat berupa demam serta rasa nyeri dan hangat pada area kulit yang bermasalah.

    4. Perikoronitis

    Perikoronitis merupakan peradangan yang menyerang gusi di sekitar gigi geraham bungsu yang baru muncul sebagian. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat hingga pembengkakan pada pipi.

    Sebenarnya perikoronitis merupakan infeksi jaringan lunak di sekitar gigi yang sangat umum terjadi. Meskipun begitu, hingga kini belum ada standard untuk pengobatan pasien darurat dengan perikoronitis.

    5. Abses gigi

    Abses gigi juga kerap menjadi salah satu penyebab pipi bengkak. Masalah gusi ini ditandai dengan kantong nanah yang terbentuk dalam mulut akibat adanya infeksi bakteri.

    Pembentukan abses gigi ditandai dengan rasa sakit dan bengkak di sekitar pipi. Apabila kondisi ini tidak segera Anda obati, abses dapat membuat Anda kehilangan gigi atau infeksinya akan menyebar ke bagian tubuh lain.

    6. Sindrom Cushing

    Sindrom Cushing terjadi bila kelenjar adrenal memproduksi terlalu banyak kortisol. Orang dengan kondisi ini akan mengalami penumpukan lemak pada beberapa bagian tubuh, termasuk pipi. Itulah penyebab pipi bengkak yang Anda alami.

    Gejala lain yang sering ditemukan yakni jerawat, luka yang lama sembuh, serta munculnya stretch mark keunguan pada pinggul, ketiak, perut, atau payudara.

    7. Hipotiroidisme

    cara mengatasi hipotiroid secara alami

    Seseorang dinyatakan mengidap hipotiroidisme saat kelenjar tiroidnya tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup. Awalnya, kondisi ini mungkin tidak menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

    Namun, seiring waktu, pengidap hipotiroidisme dapat menunjukkan gejala seperti pembengkakan pada pipi, kulit kering, kelelahan, suara serak, nyeri otot, dan sembelit.

    Di antara semuanya, gejala paling umum adalah dinding pipi bagian dalam mulut yang bengkak. Jika Anda mengalaminya, segeralah ke dokter untuk melakukan tes tiroid.

    8. Gondongan

    Penyebab pipi bengkak juga dapat terjadi saat Anda mengidap gondongan. Gondongan merupakan infeksi virus yang memengaruhi kelenjar penghasil air liur atau saliva yang terletak di dekat telinga Anda.

    Pembengkakan bisa saja terjadi pada salah satu atau kedua kelenjar tersebut. Gejala lainnya yaitu nyeri pada kelenjar ludah yang membengkak, sakit saat mengunyah, demam, nyeri otot, dan sakit kepala.

    Gondongan dapat menular hingga beberapa hari setelah gejala muncul. Segera beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala di atas agar penyebaran virus ke orang lain dapat segera dihindari.

    9. Pertumbuhan gigi

    Pertumbuhan gigi juga dapat membuat dinding pipi bagian dalam mulut bengkak. Hal ini biasanya terjadi pada bayi dan anak-anak.

    Tanda-tanda tumbuh gigi pada bayi antara lain bayi menggigit dengan kuat untuk melawan tekanan dari gigi yang muncul, bayi sering mengeluarkan air liur, muncul ruam di sekitar dagu, dan pipi bayi memerah.

    Setelah pertumbuhan gigi selesai, bersihkan giginya secara rutin untuk menghindari kerusakan pada gigi susu si kecil. Dengan demikian, kebersihan mulut pastinya juga terjaga dengan baik.

    10. Efek pencabutan gigi

    Apakah Anda pernah menjalani prosedur cabut gigi? Proses ekstraksi gigi alias pencabutan gigi dari soketnya pada tulang rahang ternyata dapat menyebabkan pipi bengkak.

    Biasanya pembengkakan hanyalah berlangsung selama tiga hari. Jika pipi masih bengkak hingga berhari-hari, ini saatnya bagi Anda untuk menghubungi dokter gigi.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Abscessed teeth. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.aae.org/patients/dental-symptoms/abscessed-teeth/

    Cellulitis: diagnosis and treatment. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/cellulitis-treatment

    Cushing syndrome. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cushing-syndrome/symptoms-causes/syc-20351310

    Facial fractures. (2020). Retrieved 13 June 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16025-facial-fractures

    Hypothyroidism (underactive thyroid). (2020). Retrieved 13 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/symptoms-causes/syc-20350284

    Mumps. (2020). Retrieved 13 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361

    Oral health. (2022). Retrieved 13 June 2022, from https://www.cdc.gov/oralhealth/conditions/index.html

    Swollen cheeks cause, red, in toddler and inside mouth. (2021). Retrieved 13 June 2022, from https://americanceliac.org/swollen-cheeks-causes-red-in-toddler-and-inside-mouth/

    Sullivan, T., & de Barra, E. (2018). Diagnosis and management of cellulitis. Clinical medicine (London, England), 18(2), 160–163. https://doi.org/10.7861/clinmedicine.18-2-160.

    Wehr, C., Cruz, G., Young, S., & Fakhouri, W. D. (2019). An Insight into Acute Pericoronitis and the Need for an Evidence-Based Standard of Care. Dentistry journal, 7(3), 88. https://doi.org/10.3390/dj7030088

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ocha Tri Rosanti Diperbarui Aug 15
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
    Next article: