Balita Susah Makan, Apakah Perlu Diberikan Multivitamin?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/04/2020
Bagikan sekarang

Salah satu kekhawatiran yang dialami hampir setiap orang tua adalah anak balita susah makan. Tidak jarang si kecil cenderung pilih-pilih makanan, bahkan hanya mau makan yang itu-itu saja. Kondisi tersebut sering kali membuat orang tua pusing dan bertanya-tanya apakah kebutuhan gizi balita sudah terpenuhi atau tidak. Terlintas pula di pikiran orang tua untuk memberi suplemen atau multivitamin tambahan untuk balita. Namun, apakah hal tersebut wajib dilakukan? Apa saja manfaat dan risiko memberi multivitamin untuk anak balita?

Mengapa anak balita cenderung susah makan?

Semua berawal dari konsep makan yang kita perkenalkan ke bayi, yaitu sejak usia 6 bulan. Pada fase awal pengenalan makanan, bayi dapat diibaratkan sebagai selembar kertas putih. Karakter makan seorang anak tergantung pada bagaimana kita membentuknya sejak bayi.

Misalnya, jika Anda sering menyuapi anak sambil bermain atau digendong, secara tidak langsung Anda memperkenalkan konsep makan harus sambil main atau digendong. Kebiasaan itu kemungkinan besar akan terus terbawa hingga anak tumbuh besar.

Begitu juga ketika kita hanya mengenalkan bahan dan menu makanan tunggal pada anak, kita tidak membiarkan anak tahu apa saja variasi dan rasa makanan yang ada. Akibatnya, anak cenderung menolak atau memilih-milih makanan tertentu.

Kondisi inilah yang akan Anda rasakan dampaknya seiring dengan berjalannya usia. Balita akan kesulitan menerima variasi rasa makanan, sehingga cenderung memilih yang itu-itu saja.

Pentingkah memberi suplemen atau multivitamin tambahan untuk anak balita?

Pada dasarnya, suplemen atau multivitamin bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan yang mungkin tidak bisa dipenuhi hanya dengan makanan.

Salah satu jenis mikronutrien yang paling penting dalam tumbuh kembang balita adalah zat besi. Balita yang cenderung susah makan rentan mengalami kekurangan zat besi. Efeknya, kemungkinan balita berpotensi menderita anemia defisiensi besi.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan perkembangan otak tidak maksimal dan fungsi kognitif balita tak optimal. Ditambah lagi, daya ingat dan sistem kekebalan tubuh balita pun bisa terganggu akibat hal ini.

Maka itu, menurut saya sebaiknya Anda berikan anak balita suplemen zat besi agar mencegah risiko terkena anemia defisiensi besi. Apalagi jika si kecil sedang susah makan.

Sementara, untuk multivitamin untuk anak yang lainnya tidak wajib diberikan. Asal Anda bisa memberikan si kecil asupan makanan yang kaya gizi.

Bagaimana caranya agar anak balita nafsu makan tanpa diberi suplemen atau multivitamin?

Apabila Anda khawatir apakah balita Anda mendapatkan asupan nutrisi yang cukup atau tidak, pastikan Anda menanamkan konsep makan yang benar sejak awal. Bahkan, Anda sudah harus melakukannya sejak fase awal pengenalan makanan, yaitu ketika bayi berusia 6 bulan.

Mulailah dari makanan yang dia suka. Anda juga bisa mulai dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Selalu berikan pujian atau apresiasi pada si kecil, meskipun ia hanya bisa melahap 1 atau 3 suap.

Selain itu, pastikan Anda membuat suasana yang menyenangkan saat makan. Anda dapat berkreasi dengan membuat tampilan makanan yang menarik untuk si kecil, atau melakukan story-telling sambil menyuapinya.

Jika balita masih susah makan, Anda tidak boleh memarahi atau memaksanya. Tidak perlu memaksakan si kecil harus menyukai segala jenis makanan.

Sebagai orang tua, Anda juga harus memahami bahwa setiap anak pasti memiliki proses mengenali makanan dan selera yang berbeda-beda.

Tips memberikan suplemen atau multivitamin untuk anak balita

Kalau Anda memutuskan untuk tetap memberikan suplemen atau multivitamin untuk anak balita kesayangan Anda, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

Hal yang paling utama adalah pastikan bahwa multivitamin yang Anda pilih dapat melengkapi kebutuhan mikronutrien anak balita, terutama zat besi.

Untuk multivitamin zat besi, Anda dapat memberikannya sejak berusia 4-6 bulan. Bahkan, dalam beberapa kasus tertentu, bayi berusia 1 bulan yang lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) boleh diberikan suplemen zat besi, tergantung dengan anjuran dokter.

Selain itu, semua multivitamin, baik dalam bentuk sirup maupun drop, umumnya memiliki kandungan yang sama. Pemilihan rasa pun tidak menjadi masalah karena rata-rata multivitamin diberikan perisa yang dapat ditolerir semua balita.

Anda juga tidak perlu khawatir akan risiko memberikan suplemen atau multivitamin terlalu banyak untuk balita. Pada dasarnya, semua kandungan yang terdapat di dalam multivitamin pasti akan diproses dan disekresi oleh tubuh balita.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Mas Nugroho Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A atau lebih dikenal dengan dr. Ardi Santoso, Sp.A adalah seorang dokter spesialis anak yang berdomisili di ...

Artikel dari ahli dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

Balita rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya ditandai dengan demam. Bagaimana cara mengatasi demam pada balita dengan cepat dan aman?

Ditulis oleh: Shylma Na'imah
demam pada balita

Anak Batuk Terus Menerus, Apa Ortu Harus Khawatir?

Jika anak mengalami batuk yang terus menerus muncul dan tidak kunjung membaik, apakah orang tua harus waspada? Simak ulasannya di Hello Sehat.

Ditulis oleh: Shylma Na'imah
anak batuk terus menerus

Balita Susah Makan, Apakah Perlu Diberikan Multivitamin?

Balita yang sulit makan selalu membuat ibu khawatir. Apakah perlu memberikan multivitamin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak balita?

Ditulis oleh: Shylma Na'imah
multivitamin untuk anak balita
READ MORE FROM dr. MN Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Makan, Solusi Orangtua untuk Anak yang Susah Makan

Pusing tujuh keliling karena balita Anda menolak makan? Jangan khawatir, Anda bisa mencoba terapi untuk anak yang susah makan sebagai solusinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Anak Susah Makan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasinya

Jangan biarkan anak susah makan berlarut-larut. Mungkin saja ada alasan khusus kenapa sampai anak tidak mau makan. Yuk, pahami cara mengatasinya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

Beragam Tanda dan Gejala Kekurangan Vitamin Pada Anak

Meski kebutuhannya hanya sedikit, tapi jangan sampai anak kurang asupan vitamin tertentu. Sebab kekurangan vitamin pada anak bisa menghambat pertumbuhannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Anak Susah Makan, Bolehkah Disiasati dengan Minum Susu Terus?

Anak-anak biasanya susah makan dan hanya mau minum susu. Tapi apakah ortu boleh kasih susu terus-terusan jika anak tidak mau makan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Mas Nugroho Ardi Santoso, M.Kes, Sp.A atau lebih dikenal dengan dr. Ardi Santoso, Sp.A adalah seorang dokter spesialis anak yang berdomisili di ...

Direkomendasikan untuk Anda

memberi makan anak tumbuh gigi

Begini Cara Memberi Makan Anak yang Sedang Tumbuh Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
gizi pada balita

Panduan Memenuhi Kebutuhan Gizi Balita Usia 2-5 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
bayi tidak mau makan

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020
vitamin untuk bayi

Kenali Jumlah Kebutuhan Vitamin untuk Bayi Beserta Pilihan Sumber yang Tepat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/03/2020