home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Dengan imunisasi, anak akan terlindungi dari berbagai penyakit lain. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan tata laksana pemberian imunisasi bagi puskesmas, praktik dokter pribadi, dan rumah sakit agar tetap aman dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun, imunisasi dapat memicu efek samping, seperti demam.

Yuk, simak cara meredakan demam setelah imunisasi agar anak kembali ceria.

Seputar imunisasi untuk balita

Imunisasi rutin tetap harus dilakukan selama pandemi. Hal ini memang penting untuk kesehatan balita dan orang-orang di sekitarnya. Mengutip dari National Health Security (NHS), manfaat dari imunisasi adalah:

  • Menjaga anak dari penyakit serius dan berbahaya
  • Melindungi orang lain di lingkungannya
  • Mengurangi prevalensi bahkan melenyapkan sebuah penyakit jika banyak orang menerima vaksin penyakit tertentu

Sejumlah Ibu khawatir dengan imunisasi karena mampu memicu efek samping. Maka dari itu, banyak orang tua yang mencari cara meredakan demam setelah imunisasi atau efek samping lainnya. Akan tetapi, Ibu wajib tahu bahwa pemberian vaksin tergolong aman karena:

  • Tidak menyebabkan autisme
  • Aman bagi sistem kekebalan tubuh anak
  • Tidak mengandung merkuri
  • Vaksin telah diteliti dan diuji dengan baik untuk memastikan tidak berbahaya bagi anak

Cara kerja dan efek samping setelah imunisasi

Imunisasi “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bagaimana cara membuat antibodi untuk melindungi tubuh si Kecil dari penyakit. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh anak menjadi tahu cara melawan penyakit tertentu. Cara ini jauh lebih aman daripada membiarkan anak tertular sebuah penyakit, lalu baru diobati setelah itu.

Vaksin pada imunisasi umumnya merupakan bakteri atau virus dalam jumlah sangat sedikit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Alhasil, tidak ada risiko bagi anak yang sehat untuk terserang penyakit akibat vaksin dari imunisasi.

Layaknya obat atau tindakan medis lainnya, imunisasi juga memiliki efek samping yang ringan dan tidak berlangsung lama. Contohnya:

  • Pembengkakan, ruam merah, dan nyeri di area suntikan
  • Selera makan menurun
  • Muntah
  • Rewel
  • Demam

Wajar saja jika orang tua khawatir anak terserang demam setelah imunisasi. Akan tetapi, ada sejumlah cara meredakan demam setelah imunisasi. Selain itu imunisasi dapat dilakukan di rumah dan orang tua dapat bertanya perihal cara meredakan demam atau efek samping lain yang muncul setelah imunisasi, kepada dokter.

Tips meredakan demam setelah imunisasi

termometer rektal untuk bayi

Berdasarkan Seattle Children’s, demam setelah imunisasi umumnya terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian imunisasi. Hal ini dapat berlangsung hingga dua hari lamanya. Ketika demam, suhu badan anak dapat mencapai 38°C.

Untuk meredakan demam setelah imunisasi, ada sejumlah cara yang dapat orang tua lakukan. Ketika demam, pastikan anak selalu cukup minum, seperti ASI atau air. Minum secara rutin dapat menambah cairan tubuh yang berkurang akibat demam, sehingga meminimalisasir risiko dehidrasi.

Kemudian, supaya anak lebih nyaman, anak tidak perlu memakai terlalu banyak pakaian. Tujuannya agar anak tidak makin kepanasan di tengah demam.

NHS juga menyatakan cara lain yang dapat dicoba adalah memberikan sirup obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Kandungan parasetamol membantu menurunkan suhu badan ketika anak demam. Tak hanya itu, nyeri atau sakit pada area suntikan juga dapat berkurang. Dengan begitu, kemungkinan anak mudah marah atau rewel setelah imunisasi juga menurun.

Supaya anak mau minum sirup obat berbahan parasetamol, orang tua dapat memilih sirup obat dengan rasa yang disukai anak, seperti jeruk. Harap Ibu dan Ayah memberikan obat sesuai aturan pakai, ya.

Singkat kata, demam merupakan reaksi umum yang terjadi setelah imunisasi. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin yang diberikan. Selalu bertanya kepada dokter terkait reaksi imunisasi yang patut diwaspadai. Dengan begitu, orang tua tahu reaksi dari imunisasi yang memerlukan penanganan secepat mungkin dari dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6-in-1 vaccine: Side effects. (2019, 31). nhs.uk. Retrieved August 24, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/6-in-1-vaccine-side-effects/

Immunization reactions. (n.d.). Seattle Children’s Hospital. Retrieved August 24, 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/immunization-reactions/

Paracetamol for children (including Calpol): Painkiller for headaches, stomach ache and to treat high temperature. (2019, 22). nhs.uk. Retrieved August 24, 2020, from https://www.nhs.uk/medicines/paracetamol-for-children/

Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19. (n.d.). IDAI. Retrieved August 24, 2020, from https://www.idai.or.id/about-idai/idai-statement/rekomendasi-imunisasi-anak-pada-situasi-pandemi-covid-19

Using paracetamol. (n.d.). Retrieved August 24, 2020, from https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/717281/PHE_paracetamol-menB-A4-2018_01.pdf

Why vaccination is safe and important. (2019, 31). nhs.uk. Retrieved August 24, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/why-vaccination-is-safe-and-important/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Tanggal diperbarui 01/11/2020
x