Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dengan imunisasi, anak akan terlindungi dari berbagai penyakit lain. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan tata laksana pemberian imunisasi bagi puskesmas, praktik dokter pribadi, dan rumah sakit agar tetap aman dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun, imunisasi dapat memicu efek samping, seperti demam. 

Yuk, simak cara meredakan demam setelah imunisasi agar anak kembali ceria.

Seputar imunisasi untuk balita

Imunisasi rutin tetap harus dilakukan selama pandemi. Hal ini memang penting untuk kesehatan balita dan orang-orang di sekitarnya. Mengutip dari National Health Security (NHS), manfaat dari imunisasi adalah:

  • Menjaga anak dari penyakit serius dan berbahaya
  • Melindungi orang lain di lingkungannya
  • Mengurangi prevalensi bahkan melenyapkan sebuah penyakit jika banyak orang menerima vaksin penyakit tertentu

Sejumlah Ibu khawatir dengan imunisasi karena mampu memicu efek samping. Maka dari itu, banyak orang tua yang mencari cara meredakan demam setelah imunisasi atau efek samping lainnya. Akan tetapi, Ibu wajib tahu bahwa pemberian vaksin tergolong aman karena:

  • Tidak menyebabkan autisme
  • Aman bagi sistem kekebalan tubuh anak
  • Tidak mengandung merkuri
  • Vaksin telah diteliti dan diuji dengan baik untuk memastikan tidak berbahaya bagi anak

Cara kerja dan efek samping setelah imunisasi

Imunisasi “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bagaimana cara membuat antibodi untuk melindungi tubuh si Kecil dari penyakit. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh anak menjadi tahu cara melawan penyakit tertentu. Cara ini jauh lebih aman daripada membiarkan anak tertular sebuah penyakit, lalu baru diobati setelah itu.

Vaksin pada imunisasi umumnya merupakan bakteri atau virus dalam jumlah sangat sedikit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Alhasil, tidak ada risiko bagi anak yang sehat untuk terserang penyakit akibat vaksin dari imunisasi.

Layaknya obat atau tindakan medis lainnya, imunisasi juga memiliki efek samping yang ringan dan tidak berlangsung lama. Contohnya:

  • Pembengkakan, ruam merah, dan nyeri di area suntikan
  • Selera makan menurun
  • Muntah
  • Rewel
  • Demam

Wajar saja jika orang tua khawatir anak terserang demam setelah imunisasi. Akan tetapi, ada sejumlah cara meredakan demam setelah imunisasi. Selain itu imunisasi dapat dilakukan di rumah dan orang tua dapat bertanya perihal cara meredakan demam atau efek samping lain yang muncul setelah imunisasi, kepada dokter.

Tips meredakan demam setelah imunisasi

termometer rektal untuk bayi

Berdasarkan Seattle Children’s, demam setelah imunisasi umumnya terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian imunisasi. Hal ini dapat berlangsung hingga dua hari lamanya. Ketika demam, suhu badan anak dapat mencapai 38°C.

Untuk meredakan demam setelah imunisasi, ada sejumlah cara yang dapat orang tua lakukan. Ketika demam, pastikan anak selalu cukup minum, seperti ASI atau air. Minum secara rutin dapat menambah cairan tubuh yang berkurang akibat demam, sehingga meminimalisasir risiko dehidrasi.

Kemudian, supaya anak lebih nyaman, anak tidak perlu memakai terlalu banyak pakaian. Tujuannya agar anak tidak makin kepanasan di tengah demam.

NHS juga menyatakan cara lain yang dapat dicoba adalah memberikan sirup obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Kandungan parasetamol membantu menurunkan suhu badan ketika anak demam. Tak hanya itu, nyeri atau sakit pada area suntikan juga dapat berkurang. Dengan begitu, kemungkinan anak mudah marah atau rewel setelah imunisasi juga menurun.

Supaya anak mau minum sirup obat berbahan parasetamol, orang tua dapat memilih sirup obat dengan rasa yang disukai anak, seperti jeruk. Harap Ibu dan Ayah memberikan obat sesuai aturan pakai, ya.

Singkat kata, demam merupakan reaksi umum yang terjadi setelah imunisasi. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin yang diberikan. Selalu bertanya kepada dokter terkait reaksi imunisasi yang patut diwaspadai. Dengan begitu, orang tua tahu reaksi dari imunisasi yang memerlukan penanganan secepat mungkin dari dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Distrofi Otot

Distrofi otot (muscular dystrophy) adalah sekelompok penyakit yang melemahkan otot. Cari tahu informasi lengkap seputar kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Lupa Jadwal Imunisasi Anak

Terkadang orangtua lupa dengan jadwal imunisasi sehingga terlambat imunisasi. Apa yang harus dilakukan bila anak telat imunisasi?

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
tabel berat badan bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 8 menit
antibodi bayi dari sang ibu

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit