Si Kecil Demam Setelah Imunisasi? Redakan dengan Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dengan imunisasi, anak akan terlindungi dari berbagai penyakit lain. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan tata laksana pemberian imunisasi bagi puskesmas, praktik dokter pribadi, dan rumah sakit agar tetap aman dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Namun, imunisasi dapat memicu efek samping, seperti demam. 

Yuk, simak cara meredakan demam setelah imunisasi agar anak kembali ceria.

Seputar imunisasi untuk balita

Imunisasi rutin tetap harus dilakukan selama pandemi. Hal ini memang penting untuk kesehatan balita dan orang-orang di sekitarnya. Mengutip dari National Health Security (NHS), manfaat dari imunisasi adalah:

  • Menjaga anak dari penyakit serius dan berbahaya
  • Melindungi orang lain di lingkungannya
  • Mengurangi prevalensi bahkan melenyapkan sebuah penyakit jika banyak orang menerima vaksin penyakit tertentu

Sejumlah Ibu khawatir dengan imunisasi karena mampu memicu efek samping. Maka dari itu, banyak orang tua yang mencari cara meredakan demam setelah imunisasi atau efek samping lainnya. Akan tetapi, Ibu wajib tahu bahwa pemberian vaksin tergolong aman karena:

  • Tidak menyebabkan autisme
  • Aman bagi sistem kekebalan tubuh anak
  • Tidak mengandung merkuri
  • Vaksin telah diteliti dan diuji dengan baik untuk memastikan tidak berbahaya bagi anak

Cara kerja dan efek samping setelah imunisasi

Imunisasi “mengajarkan” sistem kekebalan tubuh bagaimana cara membuat antibodi untuk melindungi tubuh si Kecil dari penyakit. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh anak menjadi tahu cara melawan penyakit tertentu. Cara ini jauh lebih aman daripada membiarkan anak tertular sebuah penyakit, lalu baru diobati setelah itu.

Vaksin pada imunisasi umumnya merupakan bakteri atau virus dalam jumlah sangat sedikit yang telah dilemahkan atau dimatikan. Alhasil, tidak ada risiko bagi anak yang sehat untuk terserang penyakit akibat vaksin dari imunisasi.

Layaknya obat atau tindakan medis lainnya, imunisasi juga memiliki efek samping yang ringan dan tidak berlangsung lama. Contohnya:

  • Pembengkakan, ruam merah, dan nyeri di area suntikan
  • Selera makan menurun
  • Muntah
  • Rewel
  • Demam

Wajar saja jika orang tua khawatir anak terserang demam setelah imunisasi. Akan tetapi, ada sejumlah cara meredakan demam setelah imunisasi. Selain itu imunisasi dapat dilakukan di rumah dan orang tua dapat bertanya perihal cara meredakan demam atau efek samping lain yang muncul setelah imunisasi, kepada dokter.

Tips meredakan demam setelah imunisasi

termometer rektal untuk bayi

Berdasarkan Seattle Children’s, demam setelah imunisasi umumnya terjadi dalam kurun waktu 24 jam setelah pemberian imunisasi. Hal ini dapat berlangsung hingga dua hari lamanya. Ketika demam, suhu badan anak dapat mencapai 38°C.

Untuk meredakan demam setelah imunisasi, ada sejumlah cara yang dapat orang tua lakukan. Ketika demam, pastikan anak selalu cukup minum, seperti ASI atau air. Minum secara rutin dapat menambah cairan tubuh yang berkurang akibat demam, sehingga meminimalisasir risiko dehidrasi.

Kemudian, supaya anak lebih nyaman, anak tidak perlu memakai terlalu banyak pakaian. Tujuannya agar anak tidak makin kepanasan di tengah demam.

NHS juga menyatakan cara lain yang dapat dicoba adalah memberikan sirup obat penurun panas yang mengandung parasetamol. Kandungan parasetamol membantu menurunkan suhu badan ketika anak demam. Tak hanya itu, nyeri atau sakit pada area suntikan juga dapat berkurang. Dengan begitu, kemungkinan anak mudah marah atau rewel setelah imunisasi juga menurun.

Supaya anak mau minum sirup obat berbahan parasetamol, orang tua dapat memilih sirup obat dengan rasa yang disukai anak, seperti jeruk. Harap Ibu dan Ayah memberikan obat sesuai aturan pakai, ya.

Singkat kata, demam merupakan reaksi umum yang terjadi setelah imunisasi. Demam menunjukkan sistem kekebalan tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin yang diberikan. Selalu bertanya kepada dokter terkait reaksi imunisasi yang patut diwaspadai. Dengan begitu, orang tua tahu reaksi dari imunisasi yang memerlukan penanganan secepat mungkin dari dokter.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Disleksia, Gangguan Belajar yang Membuat Anak Kesulitan untuk Membaca

Penyakit disleksia adalah gangguan pada kemampuan baca, tulis, dan mengeja pada anak. Kenali lebih dalam tentang disleksia pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 24 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi lahir. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gangguan Saraf pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Daftar Obat Mual untuk Anak, Mulai dari Resep Dokter Sampai Perawatan di Rumah

Anak bisa mual ketika sakit atau selama perjalanan jauh dengan mobil. Lalu, obat mual apa yang aman untuk anak? Bagaimana cara mengatasi mual anak di rumah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Anak, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat Pilek yang Bisa Diberikan pada Anak dan Bayi

Hati-hati, tidak semua obat pilek bayi aman untuk kesehatan si kecil. Lantas, obat apa saja yang aman dan ampuh mengobati gejala pilek pada bayi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 15 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat radang tenggorokan pada anak

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit