Demam pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Definisi

Apa itu demam pada anak?

Demam pada anak adalah peningkatan suhu tubuh anak secara sementara, sering disebabkan oleh penyakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh anak. 

Oleh karena itu, demam pada bayi dan anak dianggap sebagai respons normal terhadap berbagai penyakit infeksi yang merupakan kondisi paling umum.

Jika suhu anak lebih tinggi dari 38 derajat celcius, si kecil pasti mengalami memiliki demam. 

Menurut Stanford Children’s Health, demam bukan merupakan penyakit, tapi gejala atau tanda bahwa tubuh anak sedang berjuang melawan penyakit atau infeksi.

Demam merangsang pertahanan tubuh, mengirimkan sel darah putih dan sel “pejuang” lainnya untuk melawan dan menghancurkan penyebab infeksi. 

Seberapa umum demam pada si kecil?

Demam pada bayi dan anak umum terjadi dan hampir setiap anak mengalami demam pada masanya. Biasanya, demam akan hilang dengan sendirinya pada hari ke-3 hingga ke-4. 

Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa gejala dari kondisi ini?

Demam pada anak mungkin membuat tidak nyaman ketika suhu tubuh naik. Diikuti dengan kenaikan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, gejala kondisi ini adalah:

  • Anak tidak aktif dan banyak bicara seperti biasa
  • Anak mungkin tidak merasa lapar atau haus
  • Anak merasa tubuhnya hangat atau panas

Pada anak yang sehat, tidak semua demam harus diatasi. Namun, demam tinggi dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan menciptakan masalah buruk, seperti dehidrasi. 

Demam mungkin tidak terlalu serius jika anak masih:

  • Tertarik untuk bermain
  • Makan dan minum dengan baik
  • Merespon dan tersenyum
  • Punya warna kulit yang normal
  • Terlihat baik-baik saja ketika suhu tubuhnya perlahan menurun. 
  • Bayi demam naik turun dalam waktu kurang dari 5 hari.
  • Suhu tubuh bayi kurang dari 39 derajat celcius jika bayi berusia 3 bulan hingga 3 tahun.
  • Demam tidak tinggi sebagai efek samping imunisasi.

Demam karena imunisasi biasa terjadi pada bayi dan akan berlangsung kurang dari 48 jam.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila orangtua memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasi dengan dokter.

Bagaimana menentukan demam pada anak?

Gunakan termometer digital yang dapat diandalkan untuk menginformasikan demam. Demam pada anak terjadi ketika suhu tubuh berada pada tahap ini:

  • Diukur secara oral (melalui mulut): 37,8 derajat celcius
  • Diukur secara rektal (melalui dubur): 38 derajat celcius
  • Diukur dalam posisi aksila (di bawah lengan): 37,2 derajat celcius

Demam tinggi tidak menunjukkan tentang seberapa sakit anak . Flu ringan dan infeksi virus terkadang bisa menyebabkan demam tinggi (38,9 hingga 40 derajat celcius), tapi ini tidak berarti ada tanda masalah serius. 

Menurut Kids Health, masalah serius pada bayi mungkin tidak menyebabkan demam atau justru menurunkan suhu tubuh (di bawah 36,1 derajat celcius). 

Karena demam bisa naik dan turun, anak mungkin kedinginan ketika suhu tubuh mulai naik. Anak mungkin berkeringat untuk melepaskan panas ekstra seraya menurunkan susu tubuhnya. 

 Terkadang, demam pada anak membuat napas berjalan lebih cepat dari biasanya dan mungkin mempercepat detak jantung. 

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anak dengan suhu tubuh lebih rendah dari 38,9 derajat celcius biasanya tidak membutuhkan pertolongan medis, kecuali mereka merasa sangat nyaman.

Namun ada pengecualian penting dalam demam pada anak, yaitu:

  • Bayi demam lebih dari 5 hari.
  • Demam lebih tinggi dari 40 derajat celcius.
  • Demam tidak turun-turun selama beberapa waktu.
  • Bayi mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi sangat rewel serta lesu.
  • Mengalami berbagai gejala lain seperti diare, muntah, dan sembelit.
  • Terlihat lemah dan tidak bertenaga.
  • Wajah pucat pasi.
  • Susah makan atau minum.
  • Gelisah dan rewel.
  • Mengalami penurunan kesadaran.
  • Mengalami kejang (step).

Demam yang ringan pun dapat menjadi tanda infeksi serius pada bayi dan anak. Anak memiliki masalah medis yang kompleks atau menggunakan resep obat secara berkepanjangan.

Penyebab

Apa penyebab kondisi ini?

Penting untuk mengingat bahwa demam tanpa gejala lain bukan merupakan penyakit. Demam pada anak dapat disebabkan oleh:

  • Infeksi (demam bisa membantu tubuh untuk melawan infeksi sebagai pertahanan alami).
  • Mengenakan pakaian terlalu berlebihan
  • Imunisasi
  • Tumbuh gigi

Meskipun pertumbuhan gigi dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat, itu biasanya tidak menyebabkan demam pada anak dengan suhu lebih dari 37,8 derajat celcius.

Apa yang meningkatkan risiko terjadinya demam pada anak?

Ada banyak faktor risiko untuk demam pada anak, seperti:

  • Usia (anak usia di bawah 3 tahun mudah mengalami demam).
  • Kontak dekat dengan orang yang sakit.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah.

Perhatikan bila si kecil memiliki faktor risiko di atas.

Diagnosis

Bagaimana demam pada anak didiagnosis?

Untuk mendiagnosis apakah anak mengalami demam, dokter mungkin mengajukan pertanyaan tentang gejala yang dialami anak dan riwayat kesehatan mereka. 

Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan kondisi anak.

Selain itu, berdasarkan riwayat kesehatan anak dan pemeriksaan fisik dokter dapat memerlukan tes seperti tes darah atau rontgen dada jika diperlukan.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana saya dapat membantu mengatasi demam pada anak ?

Tidak semua demam membutuhkan pertolongan khusus. Dalam kebanyakan kasus, sebuah demam harus mendapat perawatan hanya jika anak mengalami rasa tidak nyaman.

Obat demam diberikan bila anak mengalami suhu tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Jika anak didiagnosis memiliki bakteri meningitis, dokter biasanya minta anak dirawat di rumah sakit. Kemudian, diberikan obat demam berupa acetaminophen atau ibuprofen untuk menurunkan suhu tubuh anak.

Anak bayi berusia di bawah dua bulan tidak diperbolehkan diberikan obat untuk demam tanpa pemeriksaan dokter. Jika anak punya masalah kesehatan, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan obat yang terbaik. 

Hal yang perlu diingat, obat demam bisa menurunkan suhu tubuh sementara, tapi tidak akan mengembalikan suhu anak menjadi normal. Obat itu juga tidak akan meredakan penyebab dari demam.

Dehidrasi dapat terjadi selama demam pada anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, anak dapat menerima cairan oral atau cairan intravena (IV).

Jika seorang anak muntah, maka obat untuk mengontrol mual dapat diberikan melalui suntikan atau supositoria rektal.

Pengobatan di rumah

Bagaimana pengobatan demam pada anak di rumah?

Berikut pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi demam pada anak-anak:

1. Kompres dengan air hangat

Mengompres anak dengan air hangat mungkin sebuah cara yang sering dilakukan orangtua untuk dapat membantu menurunkan demam anak.

Ini merupakan sebuah cara yang sudah dipraktekkan turun-temurun. Sebenarnya, cara ini hanya dapat menurunkan demam anak sementara, bahkan juga mungkin tidak sama sekali dapat menurunkan demam pada beberapa anak.

Anda bisa meletakkan kain kompres air hangat di area lipatan, seperti siku, balik lutut, leher, atau tengkuk.

2. Mandi air hangat

Walau anak sedang demam, namun anak harus tetap mandi atau hanya di lap. Mandi air hangat bersuhu 29,4-32,2 derajat celcius dapat membantu mengatasi demam anak.

Air hangat yang mengenai kulit anak ketika mandi akan membantu mendinginkan tubuh dan membuat suhu tubuh anak sedikit menurun (1-2 derajat celcius selama 30-45 menit).

3. Memakai pakaian tipis

Pakaian yang terlalu tebal bisa mencegah panas tubuh anak keluar, sehingga demam anak semakin tinggi.

Maka, gunakan pakaian tipis dapat membantu panas dari dalam tubuh keluar lebih mudah.

Selain dari pakaian, orangtua juga dapat membantu mengeluarkan panas tubuh anak dengan membuat suhu kamar anak senyaman mungkin untuk anak, sehingga anak tidak kedinginan atau kepanasan. Ini membuat anak merasa aman dan nyaman di rumah.

4. Minum air yang banyak

Tidak perlu langsung banyak dalam sekali minum, sedikit tapi lebih sering lebih baik dilakukan.

Cara ini dapat membantu tubuh untuk lebih cepat mengeluarkan panas yang ada dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Pasalnya, demam menyebabkan anak kehilangan banyak cairan dari biasanya.

Selain minum air putih, anak juga bisa mendapatkan cairan dari makanan atau minuman lain, seperti sup atau jus.

Pada bayi, cairan yang bisa diberikan berupa ASI atau air putih. Tergantung dengan usia si bayi, apabila bayi masih di bawah 6 bulan maka sebaiknya berikan bayi ASI saja.

5. Makan yang banyak

Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak saat demam. Semakin tinggi demam anak, maka semakin besar pula kebutuhan gizi anak.

Biarkan anak makan berbagai makanan yang ia sukai. Intinya, agar anak mempunyai selera untuk makan.

Biasanya nafsu makan anak berkurang saat ia demam, dan hal inilah justru yang dapat memperlambat kesembuhan anak.

Tawarkan berbagai menu makanan anak, tapi jangan paksa anak jika ia tidak ingin memakannya. Jika ia lapar, pasti ia akan mencari makanan.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala flu

7 Gejala Flu yang Tidak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit
waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
komunikasi dengan anak

Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit