Cara Membuat Rumah Aman untuk Anak Bermain Seharian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Membuat rumah aman untuk anak bermain perlu menjadi salah satu fokus orangtua. Dengan begitu, Anda bisa tenang membiarkannya bermain saat tak bisa mendampinginya sepenuhnya. Berikut cara menjadikan rumah yang aman untuk anak di setiap area.

Cara membuat rumah aman untuk anak

Anda membutuhkan perhatian penuh terhadap barang-barang di rumah ketika bayi mulai bisa merangkak dan mengambil sesuatu dengan tangannya.

Terutama ketika bayi masuk fase oral, semua barang yang menarik perhatian langsung dimasukkan ke dalam mulut. Tentu ini sangat berbahaya.

Ini yang membuat Anda perlu melakukan beberapa cara membuat rumah aman untuk anak saat bermain. 

Cara menjadikan rumah aman untuk anak: di kamar tidur

kamar tidur anak laki-laki dan perempuan

Mengutip dari Family Doctor, untuk membuat rumah aman anak cara yang pertama adalah menata kamar tidur. Berikut penjelasan lengkap seputar cara menjadikan rumah aman untuk anak di area kamar tidur.

Pilih kasur yang tidak terlalu empuk

Bila anak Anda tidur menggunakan boks atau baby crib di dalam perlengkapan bayi baru lahir, kasur harus pas dengan boks dan kondisi kasur janganlah yang terlalu empuk.

Pasalnya, masih mengutip dari Family Doctor, bayi bisa mengalami kematian mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS) akibat kasur yang terlalu empuk. Mengapa begitu?

Bayi bisa terjepit di antara kasur dan sisi pinggir boks bayi. Oleh karenanya, selain jangan pilih kasur yang terlalu empuk, pastikan tidak ada ruang lebih dari 2 jari di antara kasur dan boks bayi.

Selain itu, kasur yang terlalu empuk juga bisa membuat bayi ‘tenggelam’ di dalamnya. Bila tidak ketahuan, ia bisa meninggal mendadak. Memilih kasur yang tepat juga menjadi cara membuat rumah aman untuk anak.

Tutup area colokan listrik

Jika ada liang colokan listrik yang tak terpakai, tutupi dengan penutup khusus. Selain itu, tempatkan colokan listrik lainnya di posisi yang tidak berbahaya sehingga anak Anda tidak dapat menancapkan jari atau mainannya ke dalam lubang. 

Jika anak Anda tidak mau jauh-jauh dari colokan listrik, halangi akses dengan perabotan berat. Jauhkan kabel listrik dari jangkauan dan penglihatan anak.

Hindari kabel listrik yang menjutai sehingga bisa menarik perhatian si kecil. Sebaiknya atur kabel lebih tinggi dari tubuh si kecil agar tidak bisa dijangkau. 

Cara membuat rumah aman untuk anak: bagian dapur

menu takjil untuk anak

Dapur dan ruang makan tidak luput dari perhatian keamanan. Ada sejumlah cara untuk menjadikan rumah terutama area dapur tetap aman untuk anak, yaitu:

Hindari menyimpan kursi makan bayi dekat meja

Bayi dan anak kecil memiliki proporsi kepala yang lebih besar dibandingkan dengan tubuhnya. Perbedaan proporsi ini membuat mereka lebih sulit untuk menyeimbangkan tubuh mereka ketika duduk. 

Jika menggunakan tempat duduk khusus bayi, pastikan selalu memasang sabuk pengaman dan meja dengan benar.

Hindari meletakkan kursi bayi di dekat meja untuk menghindari si kecil mendorong benda tersebut dan membuat kursinya terjungkir. Ini juga salah satu cara untuk membuat rumah aman bagi anak.

Perhatikan setiap makanan yang masuk ke mulut anak

6 Jenis Pertolongan Pertama Paling Mendasar yang Wajib Anda Kuasai menjadi salah satu bahaya yang paling ditakutkan semua orangtua. Saat tersedak, anak-anak dapat kehilangan akses total terhadap udara luar. Maka, selalu perhatikan si kecil agar selalu makan dalam posisi duduk. 

Makan sambil berlari-larian merupakan kebiasaan yang berbahaya. Perhatikan juga makanan yang masuk ke mulutnya sebagai cara untuk membuat rumah aman anak.

Makanan kecil dan bulat seperti anggur memiliki risiko tinggi untuk menyebabkan anak tersedak. Ada baiknya Anda memotong-motong terlebih dahulu makanan sejenis ini sebelum memberikannya kepada anak.

Perlu diingat pula, bahwa anak kecil cenderung memasukkan semua hal ke mulut—baik makanan maupun benda yang tidak dapat dimakan. Agar lebih aman, selalu anggap semua barang dapat dimakan oleh si kecil. 

Jauhkan si kecil dari benda-benda kecil yang dapat dengan mudah tertelan seperti baterai atau perhiasan. Ini sebagai cara membuat rumah aman untuk anak saat bermain.

Amankan semua tangga

Cara berikutnya untuk menjadikan rumah aman anak saat bermain, pasang pagar penutup di ujung tangga. 

Mengutip dari Unity Point Clinic, Anda mungkin perlu memasang pagar atau pintu pada setiap ujung atas dan bawah tangga untuk mengurangi risiko jatuh pada anak. 

Pastikan anak Anda tidak dapat membuka kunci pintu tersebut dan pintu terpasang cukup kuat hingga tidak akan terlepas ketika anak Anda mendorongnya. Ini bisa menjadi penyebab bayi menangis dan celaka.

Perhatikan benda yang mudah dipanjat

Jiwa petualang si kecil mungkin bisa membuat orangtua kagum sekaligus khawatir. Jika si kecil seorang petualang sejati dan senang memanjat setiap benda yang ditemuinya, Anda harus memastikan setiap perabotan dalam rumah dalam keadaan stabil dan tidak mudah terjatuh.

Pastikan Anda tidak memberikan akses yang mudah bagi anak untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi dan berbahaya seperti meja dapur. Bila terlihat kelelahan, Anda bisa pijat bayi sambil istirahat.

Hindari menyimpan benda tajam dan panas dekat anak

Perhatikan juga untuk tidak membiarkan benda panas dan tajam tergeletak sembarangan. Pisau, kompor, setrika, atau bahkan semangkuk mie panas dapat menjadi masalah bila ditemukan oleh anak.

Taplak meja yang menggantung juga dapat menjadi sumber bahaya yang perlu diperhatikan, anak mungkin saja menarik ujung taplak dan membuat benda-benda di atasnya terjatuh.

Cara membuat rumah aman untuk anak: bagian ruang tengah

membersihkan mainan anak

Setelah kamar tidur, dapur, dan ruang makan, ruang tengah juga perlu diamankan. Ruangan ini sering menjadi tempat berkumpul dan aktivitas sehari-hari sehingga tidak boleh luput dari perhatian.

Amankan semua tangga

Cara berikutnya untuk menjadikan rumah aman anak saat bermain, pasang pagar di ujung tangga. 

Mengutip dari Unity Point Clinic, Anda mungkin perlu memasang pagar atau pintu pada setiap ujung atas dan bawah tangga untuk mengurangi risiko jatuh pada anak. 

Pastikan anak Anda tidak dapat membuka kunci pintu tersebut dan pintu terpasang cukup kuat hingga tidak akan terlepas ketika anak Anda mendorongnya.

Perhatikan benda yang mudah dipanjat

Jiwa petualang si kecil mungkin bisa membuat orangtua kagum sekaligus khawatir. Jika anak Anda seorang petualang sejati dan senang memanjat setiap benda yang ditemuinya, orangtua harus memastikan setiap perabotan dalam rumah dalam keadaan stabil dan tidak mudah terjatuh.

Pastikan Anda tidak memberikan akses yang mudah bagi anak untuk mencapai tempat-tempat yang tinggi dan berbahaya seperti meja dapur. Ini sebagai cara membuat rumah aman untuk anak bermain.

Jauhkan semua tempat obat dari jangkauan

Anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengikuti tingkah laku orang yang lebih dewasa. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, anak Anda juga mungkin ingin mengikuti perilaku Anda dan melakukan hal yang sama. 

Selain itu, pil yang berwarna-warni juga dapat menjadi daya tarik sendiri bagi anak. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda menjauhkan semua jenis obat-obatan dari jangkauan anak.

Pasang karpet anti licin

Tutupilah anak tangga dengan karpet untuk mencegah anak tergelincir. Pastikan karpet benar-benar dipasang sampai tepi tangga. Ketika anak Anda mulai belajar merangkak dan berjalan, pasang pembatas di bagian atas dan bawah tangga untuk keselamatan anak.

Hindari pemakaian pembatas dengan desain memanjang vertikal (ke bawah) seperti akordion karena dapat melukai lengan atau leher bayi.

Pasang bantalan pelindung untuk perabotan berujung lancip

Periksa rumah Anda apakah ada furnitur berujung keras dan lancip, karena bisa melukai anak Anda jika dia terjatuh. Meja di depan televisi biasanya berujung tajam dan bisa berisiko.

Jika memungkinkan, pindahkan perabotan ini ke daerah yang jarang dilewati, terutama ketika anak Anda belajar berjalan. Anda juga dapat membeli bantalan pelindung untuk dipasangkan di sudut tajam di setiap ujung perabotan, seperti meja, kursi, atau rak.

Hindari menyimpan plastik di lantai

Jangan pernah meninggalkan kantong plastik tergeletak di sekitar rumah, dan jangan menyimpan pakaian atau mainan anak di dalamnya. 

Plastik bisa membuat siapa saja yang lewat terpeleset, termasuk anak Anda. Mainan di dalamnya juga berisiko menimbulkan luka ketika terinjak, tentu ini membuat rumah tidak aman untuk anak sehingga perlu cara mengatasinya.

Tidak hanya itu, anak bisa saja memasukkan plastik atau mainan itu ke dalam mulut. Ini cara menjadikan rumah aman untuk anak untuk bagian ruang tengah dan ruangan lain.

Pasang jendela tidak lebih tinggi dari tubuh anak

Jendela menjadi tempat sirkulasi udara di dalam dan luar rumah. Namun bila tidak hati-hati, bisa menimbulkan masalah. Sebaiknya memasang jendela tidak lebih tinggi dari tubuh anak karena ia bisa memanjatnya dan jatuh ke luar. 

Kalau sudah terlanjur, bisa memasang pagar di jendela sebagai pengaman agar anak tidak lompat ke luar.

Perhatikan kamar mandi

Cara membuat rumah aman untuk anak juga perlu diperhatikan bagian kamar mandi. Hindari meninggalkan anak Anda sendirian di dalam bak mandi, atau bahkan ember sekali pun.

Bagi anak-anak, jumlah air yang sedikit sudah cukup untuk membuat mereka tenggelam atau terpeleset. Maka, selalu dampingi anak-anak Anda saat mereka sedang bermain di dalam air apapun yang terjadi. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyebab Gangguan Makan pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Takut gemuk dan anggapan body goals adalah yang tinggi, kurus, dan langsing kerap jadi penyebab gangguan atau penyimpangan makan pada remaja.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 19 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cara membersihkan badan bayi

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
cara bedong bayi

Bedong Bayi: Ketahui Manfaat dan Cara Memakaikan yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit