Tidak Perlu Panik! Berikut Cara Cepat Redakan Demam Anak di Perjalanan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menghabiskan waktu bersama keluarga memang menyenangkan. Namun sayangnya, kerap kali si Kecil mengalami gangguan kesehatan terutama saat di perjalanan. Salah satu contoh kondisi yang cukup sering dialami anak adalah demam. Ketahui cara cepat mengatasi anak demam saat sedang melakukan perjalanan jauh agar Anda tidak merasa khawatir dan si Kecil bisa kembali menikmati perjalanan.

Tips mengatasi demam pada anak selama di perjalanan agar cepat mereda

Demam termasuk kondisi kesehatan yang cukup umum dialami anak. Sebagian besar anak yang mengalami demam tidak perlu mendapat perawatan khusus. Namun, situasi akan berbeda ketika demam terjadi saat si Kecil sedang dalam perjalanan.

Tidak jarang anak yang demam dalam perjalanan membuat orang tua panik. Oleh karena itu, penting untuk melakukan persiapan untuk menghadapi segala hal yang mungkin dialami si Kecil.

Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini sebagai cara cepat mengatasi anak demam di tengah perjalanan dekat maupun jauh.

Menjaga kadar cairan dalam tubuh anak dengan perbanyak minum

perut kembung pada anak

Dilansir dari OSF Healthcare System, demam dapat memicu dehidrasi. Penting untuk Anda memastikan kadar air dalam tubuh si Kecil tetap cukup selama ia mengalami demam, terutama jika si Kecil masih menyusui.

Dehidrasi dapat berbahaya sehingga Anda perlu segera mengatasi demam anak. Hubungi dokter atau bawa si Kecil ke klinik maupun rumah sakit jika menolak untuk minum dan menunjukkan beberapa gejala dehidrasi seperti:

  • Mulut dan bibir kering
  • Tidak keluar air mata ketika menangis
  • Mata cekung
  • Terlihat sangat lemas

Tak hanya air putih, Anda dapat menawarkan minuman seperti jus atau es loli. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah cairan dalam tubuh anak tetap berada pada kadar aman.

Menggunakan plester demam penurun suhu badan

Menurut Boston’s Children Hospital, kompres dingin dapat membantu meredakan atau mengatasi demam pada anak. Kompres dapat diletakkan di area pembuluh darah yang paling dekat dengan permukaan kulit, misalnya dahi, pergelangan tangan, atau pangkal paha.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk selalu sedia plester demam yang lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Kompres plester juga dapat memberikan sensasi dingin seperti halnya kain yang direndam air dingin.

Kompres plester terdiri dari hidrogel yang terdiri dari resin penyerap dengan kandungan air. Fungsi dari hidrogel ini menyerap panas tubuh sehingga dapat membantu menurunkan dan mengatasi suhu tubuh pada anak yang demam. Kompres plester hidrogel tidak termasuk obat, melainkan terapi pendinginan dan penurunan suhu badan sehingga sangat aman untuk digunakan.

Memberikan obat untuk bantu mengatasi demam anak

Pemberian obat tidak selalu diperlukan ketika Anda mendapati si Kecil demam. Apabila si Kecil tidak menunjukkan pertanda kesakitan atau terganggu dengan meningkatnya suhu tubuh, tahan dulu pemberian obat pada demam dengan suhu sekitar 38.9°C.

Namun, apabila si Kecil memperlihatkan tanda-tanda kesakitan atau menolak minum air, direkomendasikan segera memberikan obat untuk bantu mengatasi demam anak. Demam biasanya mulai membuat si Kecil gelisah pada suhu di atas 39° atau 39.5°C.

Ketika memberikan obat, perhatikan aturan pakai sekaligus dosis yang dianjurkan. Ingat, memberikan obat lebih banyak atau lebih sering tidak akan mempercepat proses pengobatan. Efek dari obat biasanya baru akan terasa setelah 30 hingga 60 menit.

Mengingat situasi pandemi yang masih belum berakhir, Anda dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Namun, terkadang Anda tidak memiliki pilihan dan perlu membawa si Kecil keluar, seperti untuk mendapat imunisasi atau berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Untuk itu, selain melakukan protokol kesehatan, selalu sedia pertolongan pertama untuk menghadapi anak demam, setidaknya dengan membawa kompres plester dan obat penurun demam.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Banyak orang yang jatuh sakit setelah hujan-hujanan. Benarkah terkena air hujan memengaruhi kesehatan kita? Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah penderita diabetes boleh makan mi instan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Salah satu masalah orang thalasemia adalah masalah gizi. Apa saja pilihan makanan dan nutrisi yang tepat untuk penderita thalasemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit