5 Masalah yang Biasa Terjadi Pada Anak yang Lahir Prematur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Bayi yang lahir prematur umumnya sering mengalami gangguan kesehatan karena secara fisik belum siap untuk keluar dari rahim. Bayi-bayi yang baru lahir ini lebih rentan terhadap cacat (seperti kelumpuhan otak) dan bahkan kematian. 

Akibatnya, bayi prematur perlu diberikan perhatian serta bantuan medis ekstra segera setelah kelahiran. Bergantung pada seberapa awal kelahiran bayi, dokter anak atau dokter kandungan dapat menghubungi neonatolog (spesialis perawatan bayi prematur atau penyakit pada bayi) untuk membantu menentukan jenis perlakuan khusus yang dibutuhkan oleh bayi. Berikut adalah beberapa masalah yang paling umum terjadi pada bayi prematur.

1. Sindrom gangguan pernapasan

Ini adalah gangguan pada sistem pernapasan karena perkembangan paru-paru bayi belum sempurna. Hal ini terjadi karena paru-paru bayi prematur kekurangan surfaktan, suatu cairan yang memungkinkan paru-paru mengembang. Surfaktan buatan dapat digunakan untuk menangani masalah ini, digunakan bersama dengan ventilator atau mesin CPAP untuk membantu bayi bernapas lebih baik serta menjaga kadar oksigen dalam darah tetap memadai. Kadang, bayi yang lahir terlalu awal (sangat prematur) mungkin memerlukan suplai oksigen jangka panjang dan sesekali bisa pulang dengan dukungan terapi oksigen.

2. Bronchopulmonary dysplasia

Atau penyakit paru-paru kronis, adalah istilah yang digunakan pada bayi yang membutuhkan oksigen selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Bayi cenderung dapat mengatasi masalah ini, yang tingkat keparahannya bervariasi, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan paru-paru si bayi.

3. Apnea

Apnea adalah jeda pernapasan yang terjadi selama sekitar 15 detik, yang umum terjadi pada bayi prematur. Hal ini sering dikaitkan dengan penurunan denyut jantung, yang disebut bradikardia. Penurunan saturasi oksigen yang diukur oleh mesin pulse oximetry ini disebut desaturasi. Umumnya, bayi dengan gangguan seperti ini akan dapat mengatasinya sendiri seiring dengan kepulangan ke rumah (dari rumah sakit).

4. Retinopati prematuritas (ROP)

Ini adalah penyakit mata di mana retina belum sepenuhnya berkembang. Kebanyakan kasus sembuh tanpa pengobatan, meskipun beberapa kasus serius memerlukan perawatan, termasuk operasi laser untuk kasus yang sangat parah. Bayi Anda mungkin akan diperiksa oleh dokter mata atau spesialis retina anak untuk didiagnosis serta mendapatkan perawatan apabila diperlukan.

5. Sakit kuning

Bayi akan mengalami sakit kuning ketika bilirubin menumpuk dalam darah. Akibatnya, kulit akan tampak kekuningan. Sakit kuning dapat terjadi pada bayi dari ras atau warna kulit apa pun. Menanganinya yakni dengan menempatkan bayi yang tidak dibalut pakaian di bawah sinar lampu khusus (matanya harus ditutupi agar terlindung).

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    gerimis bikin sakit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
    agar anak mau mendengarkan orang tua

    Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020