5 Masalah yang Biasa Terjadi Pada Anak yang Lahir Prematur

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bayi yang lahir prematur umumnya sering mengalami gangguan kesehatan karena secara fisik belum siap untuk keluar dari rahim. Bayi-bayi yang baru lahir ini lebih rentan terhadap cacat (seperti kelumpuhan otak) dan bahkan kematian. 

Akibatnya, bayi prematur perlu diberikan perhatian serta bantuan medis ekstra segera setelah kelahiran. Bergantung pada seberapa awal kelahiran bayi, dokter anak atau dokter kandungan dapat menghubungi neonatolog (spesialis perawatan bayi prematur atau penyakit pada bayi) untuk membantu menentukan jenis perlakuan khusus yang dibutuhkan oleh bayi. Berikut adalah beberapa masalah yang paling umum terjadi pada bayi prematur.

1. Sindrom gangguan pernapasan

Ini adalah gangguan pada sistem pernapasan karena perkembangan paru-paru bayi belum sempurna. Hal ini terjadi karena paru-paru bayi prematur kekurangan surfaktan, suatu cairan yang memungkinkan paru-paru mengembang. Surfaktan buatan dapat digunakan untuk menangani masalah ini, digunakan bersama dengan ventilator atau mesin CPAP untuk membantu bayi bernapas lebih baik serta menjaga kadar oksigen dalam darah tetap memadai. Kadang, bayi yang lahir terlalu awal (sangat prematur) mungkin memerlukan suplai oksigen jangka panjang dan sesekali bisa pulang dengan dukungan terapi oksigen.

2. Bronchopulmonary dysplasia

Atau penyakit paru-paru kronis, adalah istilah yang digunakan pada bayi yang membutuhkan oksigen selama beberapa minggu atau bahkan bulan. Bayi cenderung dapat mengatasi masalah ini, yang tingkat keparahannya bervariasi, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan paru-paru si bayi.

3. Apnea

Apnea adalah jeda pernapasan yang terjadi selama sekitar 15 detik, yang umum terjadi pada bayi prematur. Hal ini sering dikaitkan dengan penurunan denyut jantung, yang disebut bradikardia. Penurunan saturasi oksigen yang diukur oleh mesin pulse oximetry ini disebut desaturasi. Umumnya, bayi dengan gangguan seperti ini akan dapat mengatasinya sendiri seiring dengan kepulangan ke rumah (dari rumah sakit).

4. Retinopati prematuritas (ROP)

Ini adalah penyakit mata di mana retina belum sepenuhnya berkembang. Kebanyakan kasus sembuh tanpa pengobatan, meskipun beberapa kasus serius memerlukan perawatan, termasuk operasi laser untuk kasus yang sangat parah. Bayi Anda mungkin akan diperiksa oleh dokter mata atau spesialis retina anak untuk didiagnosis serta mendapatkan perawatan apabila diperlukan.

5. Sakit kuning

Bayi akan mengalami sakit kuning ketika bilirubin menumpuk dalam darah. Akibatnya, kulit akan tampak kekuningan. Sakit kuning dapat terjadi pada bayi dari ras atau warna kulit apa pun. Menanganinya yakni dengan menempatkan bayi yang tidak dibalut pakaian di bawah sinar lampu khusus (matanya harus ditutupi agar terlindung).

Sumber
Yang juga perlu Anda baca