Bayi Juga Butuh Olahraga, Ini 4 Latihan yang Bisa Dipraktikkan di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/10/2019
Bagikan sekarang

Olahraga menjadi bagian dari hidup sehat. Bukan hanya orang dewasa, aktivitas fisik ini juga perlu dilakukan oleh bayi. Selain mengajarkan si kecil agar terbiasa berolahraga lebih dini, olahraga bisa mengasah kemampuan otak dan otot anak. Lantas, apa saja latihan olahraga yang cocok untuk bayi?

Latihan olahraga yang cocok untuk bayi

Academy of Nutrition and Dietetic menyebutkan bahwa aktivitas fisik penting untuk bayi. Berbagai gerakan bisa mendorong bayi untuk berguling, merangkak, berjalan, dan meningkatkan fungsi otak dalam mengatur gerakan otot.

Tidak hanya itu, aktivitas ini juga bisa mempererat ikatan antara bayi dengan orangtua. Meski belum bisa mempraktikkan berbagai gerakan sendiri, Anda bisa membimbingnya. Ada beberapa gerakan olahraga yang cocok untuk bayi, di antaranya:

1. Tummy time

olahraga bayi
Sumber: Pinterest

Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berbaring. Itu artinya, ada banyak tekanan yang diberikan pada tulang belakang. Nah, dengan mengajarkan latihan olahraga ini untuk bayi, otot di sekitar leher, lengan, bahu, dan perut akan jadi lebih aktif dan kuat.

Anda bisa memulai latihan ini dengan menaruh bayi di atas lantai dalam posisi tengkurap. Biarkan bayi dalam posisi tersebut dalam waktu tiga hingga lima menit.

Manfaatkan waktu tersebut untuk bermain, mengobrol, bernyanyi, dan mengajak si kecil bermain. Ia akan mencoba untuk menggerakkan kepala, menendang-nendang kaki, atau menjulurkan tangannya.

Pada awalnya, bayi mungkin akan rewel. Akan tetapi, setelah dilakukan beberapa kali ia akan terbiasa. Lakukan latihan ini secara bertahap hingga total waktunya 20 menit per hari.

2. Happy baby dan bicycling

olahraga bayi
Sumber: Pinterest

Latihan olahraga selanjutnya untuk bayi adalah happy time pose. Sebenarnya gerakan ini sering dilakukan oleh bayi, yakni bayi mengangkat kakinya ke udara dan berusaha menyentuhnya saat tertidur.

Cobalah untuk membaringkan bayi di atas lantai dengan posisi terlentang. Angkat kakinya ke atas dan goyang-goyangkan. Arahkan tangan bayi untuk menyentuh kakinya. Biarkan anak untuk melakukan pose ini dengan sendirinya.

Selanjutnya, latihan olahraga untuk bayi ini dilanjutkan dengan gerakan bersepeda. Gerakan ini cukup mudah, Anda hanya perlu menggerakkan kaki bayi memutar, seperti sedang mengayuh sepeda. Ulangi gerakan ini sebanyak tiga hingga lima kali, lalu biarkan bayi istirahat.

Kedua gerakan ini sangat baik untuk melatih kekuatan otot pinggul bayi. Selain itu, dapat meningkatkan fleksibilitas kaki dan tangan serta mendukung pergerakan usus yang baik untuk pencernaannya.

3. Catch the toy

olahraga bayi
Sumber: Pinterest

Setelah dilahirkan bayi tidak langsung bisa menggenggam sesuatu dengan lihai. Ia perlu latihan beberapa kali untuk mengembangkan keterampilan motorik. Untuk membantu bayi, Anda bisa membimbingnya melakukan latihan olahraga catch the toy.

Caranya mudah, dudukkan bayi di atas kursi. Kemudian, iming-imingi bayi dengan mainan yang cerah dan menarik. Anda bisa arahkan mainan ke atas, bawah, kiri, atau kanan. Ia akan berusaha untuk mengarahkan tangan, mata, dan sebagian tubuhnya untuk menggapai mainan tersebut.

Selanjutnya, dekatkan mainan ini pada bayi. Biarkan ia menyentuhnya lalu lepaskan seutuhnya mainan tersebut di tangan bayi. Bayi akan belajar untuk menahan beban dari mainan seiring waktu.

4. Bounce baby

olahraga bayi
Sumber: Pinterest

Selain otot pinggul, bayi juga harus meningkatkan kekuatan otot kaki. Anda bisa membantu kaki bayi semakin kuat untuk berjalan, lakukan latihan olahraga dengan gerakan bouncy baby.

Anda cukup menuntun bayi untuk berdiri di atas paha Anda. Pegang ketiaknya dengan erat dan arahkan bayi untuk memantulkan kakinya di atas paha Anda. Cobalah untuk melakukan ini sambil menyanyikan lagu dan menggerakkan kepala Anda.

Bayi akan menggerakkan kaki dengan sendirinya. Secara perlahan, pindahkan pegangan Anda pada pergelangan tangan bayi. Ingat gerakan ini hanya boleh dilakukan pada bayi yang sudah bisa tengkurap, duduk, dan berdiri.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Saat menopause, tubuh wanita cenderung mengalami berat badan. Lantas, apa jenis olahraga saat menopause yang disarankan untuk menurunkan berat badan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Normalkah Bayi Menjulurkan Lidah? Apa Saja Alasannya?

Bayi Anda suka menjulurkan lidah? Hal ini memang merupakan hal yang normal, meski demikian ada kondisi yang perlu diwaspadai jika dilakukan berlebihan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
tips olahraga

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
Manfaat yoga bridge pose

Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020