Kolesterol Tinggi Pada Anak, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Jangan kira kolesterol tinggi adalah kondisi yang hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja. Ternyata, anak kecil pun juga bisa memiliki kolesterol tinggi. Kok bisa? Hal ini bisa saja terjadi karena berbagai hal. Akibatnya, kolesterol tinggi pada anak dapat menyebabkan anak menderita penyakit terkait kolesterol, seperti penyakit jantung dan stroke.

Apa yang menyebabkan kolesterol tinggi pada anak?

Kolesterol tinggi pada anak bisa terjadi karena tiga faktor berikut ini:

  • Keturunan (dari orangtua kepada anaknya). Dalam banyak kasus, anak dengan kolesterol tinggi mempunyai kedua orangtua atau salah satu dari orangtua mereka yang juga mempunyai kadar kolesterol tinggi.
  • Diet atau pola makan. Biasanya anak paling suka makan makanan yang digoreng, mempunyai rasa gurih, dan juga banyak mengandung lemak, garam, dan gula. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi (terutama lemak jenuh dan lemak trans) dalam jumlah banyak dapat membuat kolesterol dalam tubuh anak menumpuk, sehingga menyebabkan anak mempunyai kolesterol tinggi.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan pada anak disebabkan oleh pola makan yang buruk pada anak dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini turut menyumbang risiko anak mempunyai kadar kolesterol tinggi.

Jadi, jika anak Anda memiliki salah satu dari ketiga faktor di atas, sebaiknya lebih hati-hati dalam memberikan makan kepada anak. Usahakan untuk selalu memberikan makanan sehat dan bergizi pada anak serta pastikan anak melakukan olahraga atau sering beraktivitas. Terlalu lama di depan televisi sambil ngemil merupakan kebiasaan yang tidak baik untuk anak.

BACA JUGA: Berapa Lama Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan Anak dan Remaja?

Anak yang banyak melakukan aktivitas, sering mengonsumsi makanan sehat, tidak memiliki riwayat keluarga yang mempunyai kolesterol tinggi atau penyakit jantung, dan tidak kelebihan berat badan memiliki risiko yang lebih rendah untuk mempunyai kolesterol tinggi.

Bagaimana mengetahui anak memiliki kolesterol tinggi?

Untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki kolesterol tinggi atau tidak bisa dilakukan dengan cara mengambil tes kolesterol. Melakukan tes kolesterol sangat penting bagi anak, bukan hanya bagi orang dewasa saja.

The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) American Academy of Pediatrics merekomendasikan semua anak melakukan tes kolesterol pada usia antara 9-11 tahun dan pada usia antara 17-21 tahun. Hal ini terutama direkomendasikan untuk anak dengan:

  • Salah satu atau kedua orangtua anak memiliki kolesterol tinggi (lebih dari 240 mg/ dL)
  • Riwayat keluarga penyakit jantung, terutama ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit jantung pada usia 55 tahun untuk pria atau usia 65 tahun pada wanita
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mempunyai faktor risiko tambahan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau merokok

Setelah melakukan tes kolesterol, Anda dapat mengetahui berapa kadar kolesterol anak. Kemudian Anda bisa menentukan hasil tersebut masuk ke dalam kategori yang mana. Berdasarkan National Cholesterol Education Program (NCEP), batasan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) untuk anak usia 2-18 tahun adalah:

  • Kolesterol tinggi, ditandai dengan kolesterol total anak 200 mg/ dL atau lebih dan kadar kolesterol LDL anak sebesar 130 mg/ dL atau lebih.
  • Batasan kolesterol tinggi, yaitu kadar kolesterol total anak antara 170-199 mg/ dL dan kolesterol LDL antara 110-129 mg/ dL. Pada rentang ini, anak harus hati-hati karena jika dibiarkan anak bisa saja mempunyai kadar kolesterol tinggi.
  • Kolesterol normal, ditandai dengan kadar kolesterol total anak kurang dari 170 mg/ dL dan kadar kolesterol LDL anak kurang dari 110 mg/ dL.

Bagaimana jika anak mempunyai kadar kolesterol tinggi?

Tenang, kadar kolesterol tinggi pada anak masih bisa diturunkan. Cara yang paling baik untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah dengan mengubah kebiasaan makan anak dan membiasakan anak melakukan olahraga teratur. Jika cara ini masih belum berhasil, mungkin anak membutuhkan obat penurun kolesterol. Tapi, obat ini baru bisa diberikan pada anak yang sudah berusia lebih dari 8 tahun dan dengan petunjuk dokter.

BACA JUGA: Anak Gemuk? Mungkin Karena Terlalu Lama Menonton TV

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah:

1. Perhatikan konsumsi lemak anak

Berikan anak makanan yang mengandung lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol yang rendah. Pilihlah susu yang bebas atau rendah lemak untuk diberikan pada anak. Gunakan minyak sayur atau margarin bebas lemak trans untuk memasak. Berikut ini merupakan batasan asupan lemak untuk anak:

  • Jumlah lemak total yang harus dikonsumsi anak dalam sehari adalah 30% atau kurang dari total kalori per hari (45-65 gram lemak per hari).
  • Asupan lemak jenuh harus kurang dari 10% dari total kalori per hari. Untuk anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan lemak jenuh harus dibatasi hanya 7% dari total kalori per hari.
  • Asupan kolesterol anak harus dibatasi kurang dari 300 mg per hari. Sedangkan, bagi anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan kolesterol hanya boleh sebanyak 200 mg per hari.
  • Makanan yang mengandung lemak trans harus dihindari sebisa mungkin.

2. Biasakan anak untuk berolahraga setiap hari

Olahraga ringan setiap hari, seperti berjalan, bersepeda, lari, dan berenang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik pada anak.

3. Perhatikan berat badan anak

Jika berat badan anak dalam rentang normal, sebaiknya terus pertahankan. Sedangkan, jika berat badan anak berlebihan, usahakan untuk menurunkan berat badan anak.

4. Ganti makanan anak menjadi makanan sehat

Lemak tetap dibutuhkan oleh anak. Bukan berarti Anda harus melarang anak makan makanan yang berlemak. Tapi, pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat untuk anak. Anda dapat mengganti makanan yang mengandung lemak jenuh dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Ini jauh lebih sehat dan dapat memenuhi kebutuhan lemak anak. Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah alpukat, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan minyak kanola.

5. Berikan anak banyak makanan sehat

Hal ini bertujuan agar anak mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan. Berikan anak berbagai buah-buahan, sayuran, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh. Jika Anda memberikan daging, usahakan berikan daging yang tanpa lemak. Selain itu, sumber protein lainnya adalah ikan dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan. Serta, batasi juga pemberian makanan kemasan untuk anak.

6. Baca informasi nilai gizi

Jika membeli makanan kemasan untuk anak, sebaiknya baca terlebih dahulu informasi nilai gizi yang ada di kemasan sebelum membelinya. Dari tabel informasi nilai gizi tersebut Anda dapat melihat berapa kandungan lemak dalam makanan kemasan tersebut per sajian. Sehingga, hal ini memudahkan Anda untuk membatasi konsumsi lemak anak.

BACA JUGA: Cara Sehat Konsumsi Snack dalam Kemasan

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Plum masih satu keluarga dengan buah persik dan aprikot. Ternyata ada banyak manfaat buah plum untuk kesehatan. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membuat susu formula yang benar

Begini Cara Tepat Membuat Susu Formula untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
berapa banyak susu formula untuk bayi

Berapa Banyak Susu Formula yang Diperlukan Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit