Kolesterol Tinggi Pada Anak, Apa Penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/01/2020
Bagikan sekarang

Jangan kira kolesterol tinggi adalah kondisi yang hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja. Ternyata, anak kecil pun juga bisa memiliki kolesterol tinggi. Kok bisa? Hal ini bisa saja terjadi karena berbagai hal. Akibatnya, kolesterol tinggi pada anak dapat menyebabkan anak menderita penyakit terkait kolesterol, seperti penyakit jantung dan stroke.

Apa yang menyebabkan kolesterol tinggi pada anak?

Kolesterol tinggi pada anak bisa terjadi karena tiga faktor berikut ini:

  • Keturunan (dari orangtua kepada anaknya). Dalam banyak kasus, anak dengan kolesterol tinggi mempunyai kedua orangtua atau salah satu dari orangtua mereka yang juga mempunyai kadar kolesterol tinggi.
  • Diet atau pola makan. Biasanya anak paling suka makan makanan yang digoreng, mempunyai rasa gurih, dan juga banyak mengandung lemak, garam, dan gula. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi (terutama lemak jenuh dan lemak trans) dalam jumlah banyak dapat membuat kolesterol dalam tubuh anak menumpuk, sehingga menyebabkan anak mempunyai kolesterol tinggi.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan pada anak disebabkan oleh pola makan yang buruk pada anak dan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini turut menyumbang risiko anak mempunyai kadar kolesterol tinggi.

Jadi, jika anak Anda memiliki salah satu dari ketiga faktor di atas, sebaiknya lebih hati-hati dalam memberikan makan kepada anak. Usahakan untuk selalu memberikan makanan sehat dan bergizi pada anak serta pastikan anak melakukan olahraga atau sering beraktivitas. Terlalu lama di depan televisi sambil ngemil merupakan kebiasaan yang tidak baik untuk anak.

BACA JUGA: Berapa Lama Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan Anak dan Remaja?

Anak yang banyak melakukan aktivitas, sering mengonsumsi makanan sehat, tidak memiliki riwayat keluarga yang mempunyai kolesterol tinggi atau penyakit jantung, dan tidak kelebihan berat badan memiliki risiko yang lebih rendah untuk mempunyai kolesterol tinggi.

Bagaimana mengetahui anak memiliki kolesterol tinggi?

Untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki kolesterol tinggi atau tidak bisa dilakukan dengan cara mengambil tes kolesterol. Melakukan tes kolesterol sangat penting bagi anak, bukan hanya bagi orang dewasa saja.

The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) American Academy of Pediatrics merekomendasikan semua anak melakukan tes kolesterol pada usia antara 9-11 tahun dan pada usia antara 17-21 tahun. Hal ini terutama direkomendasikan untuk anak dengan:

  • Salah satu atau kedua orangtua anak memiliki kolesterol tinggi (lebih dari 240 mg/ dL)
  • Riwayat keluarga penyakit jantung, terutama ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit jantung pada usia 55 tahun untuk pria atau usia 65 tahun pada wanita
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mempunyai faktor risiko tambahan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau merokok

Setelah melakukan tes kolesterol, Anda dapat mengetahui berapa kadar kolesterol anak. Kemudian Anda bisa menentukan hasil tersebut masuk ke dalam kategori yang mana. Berdasarkan National Cholesterol Education Program (NCEP), batasan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) untuk anak usia 2-18 tahun adalah:

  • Kolesterol tinggi, ditandai dengan kolesterol total anak 200 mg/ dL atau lebih dan kadar kolesterol LDL anak sebesar 130 mg/ dL atau lebih.
  • Batasan kolesterol tinggi, yaitu kadar kolesterol total anak antara 170-199 mg/ dL dan kolesterol LDL antara 110-129 mg/ dL. Pada rentang ini, anak harus hati-hati karena jika dibiarkan anak bisa saja mempunyai kadar kolesterol tinggi.
  • Kolesterol normal, ditandai dengan kadar kolesterol total anak kurang dari 170 mg/ dL dan kadar kolesterol LDL anak kurang dari 110 mg/ dL.

Bagaimana jika anak mempunyai kadar kolesterol tinggi?

Tenang, kadar kolesterol tinggi pada anak masih bisa diturunkan. Cara yang paling baik untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah dengan mengubah kebiasaan makan anak dan membiasakan anak melakukan olahraga teratur. Jika cara ini masih belum berhasil, mungkin anak membutuhkan obat penurun kolesterol. Tapi, obat ini baru bisa diberikan pada anak yang sudah berusia lebih dari 8 tahun dan dengan petunjuk dokter.

BACA JUGA: Anak Gemuk? Mungkin Karena Terlalu Lama Menonton TV

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah:

1. Perhatikan konsumsi lemak anak

Berikan anak makanan yang mengandung lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol yang rendah. Pilihlah susu yang bebas atau rendah lemak untuk diberikan pada anak. Gunakan minyak sayur atau margarin bebas lemak trans untuk memasak. Berikut ini merupakan batasan asupan lemak untuk anak:

  • Jumlah lemak total yang harus dikonsumsi anak dalam sehari adalah 30% atau kurang dari total kalori per hari (45-65 gram lemak per hari).
  • Asupan lemak jenuh harus kurang dari 10% dari total kalori per hari. Untuk anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan lemak jenuh harus dibatasi hanya 7% dari total kalori per hari.
  • Asupan kolesterol anak harus dibatasi kurang dari 300 mg per hari. Sedangkan, bagi anak yang masuk ke dalam kategori risiko tinggi, asupan kolesterol hanya boleh sebanyak 200 mg per hari.
  • Makanan yang mengandung lemak trans harus dihindari sebisa mungkin.

2. Biasakan anak untuk berolahraga setiap hari

Olahraga ringan setiap hari, seperti berjalan, bersepeda, lari, dan berenang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik pada anak.

3. Perhatikan berat badan anak

Jika berat badan anak dalam rentang normal, sebaiknya terus pertahankan. Sedangkan, jika berat badan anak berlebihan, usahakan untuk menurunkan berat badan anak.

4. Ganti makanan anak menjadi makanan sehat

Lemak tetap dibutuhkan oleh anak. Bukan berarti Anda harus melarang anak makan makanan yang berlemak. Tapi, pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat untuk anak. Anda dapat mengganti makanan yang mengandung lemak jenuh dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Ini jauh lebih sehat dan dapat memenuhi kebutuhan lemak anak. Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah alpukat, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan minyak kanola.

5. Berikan anak banyak makanan sehat

Hal ini bertujuan agar anak mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan. Berikan anak berbagai buah-buahan, sayuran, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh. Jika Anda memberikan daging, usahakan berikan daging yang tanpa lemak. Selain itu, sumber protein lainnya adalah ikan dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan. Serta, batasi juga pemberian makanan kemasan untuk anak.

6. Baca informasi nilai gizi

Jika membeli makanan kemasan untuk anak, sebaiknya baca terlebih dahulu informasi nilai gizi yang ada di kemasan sebelum membelinya. Dari tabel informasi nilai gizi tersebut Anda dapat melihat berapa kandungan lemak dalam makanan kemasan tersebut per sajian. Sehingga, hal ini memudahkan Anda untuk membatasi konsumsi lemak anak.

BACA JUGA: Cara Sehat Konsumsi Snack dalam Kemasan

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

    Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Encephalocele

    Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

    Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    susu formula whey protein untuk anak

    Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
    agar bab lancar dan tidak keras

    6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
    memilih hewan untuk anak

    Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
    Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

    Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020