Zat Besi Sangat Penting Bagi Bayi, Berapa Banyak yang Dibutuhkannya?

Saat melihat bayi tumbuh dengan berat badan normal pastinya hal ini membuat ibu senang. Asupan makan bayi pun harus dijaga agar berat badan bayi selalu naik. Di awal kehidupan bayi, ASI saja pun sudah bisa mencukupi kebutuhan gizinya dan membuat berat badannya terus naik dalam rentang yang normal. Namun, ketika bayi sudah besar –menginjak usia 6 bulan-, ASI saja sudah tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi, terutama zat besi. Nah, jika terjadi kekurangan zat besi pada bayi, apa sih dampaknya? Seberapa penting mencukupi kebutuhan zat besi bayi?

Kebutuhan zat besi bayi

Bayi baru lahir sebenarnya masih memiliki simpanan zat besi yang berasal dari ibunya selama trimester akhir kehamilan, yaitu sekitar 250-300 mg atau sekitar 75 mg per kg berat badan bayi.

Menurut penelitian, simpanan zat besi dalam tubuh bayi ini dapat mencukupi kebutuhan zat besi bayi setidaknya sampai bayi berusia 6 bulan. Jadi tak usah khawatir kebutuhan zat besi bayi di awal kehidupannya tidak cukup.

Selain itu, ASI yang merupakan makanan utama bayi juga dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Walaupun kandungan zat besi dalam ASI sangat sedikit, zat besi dalam ASI dapat lebih banyak diserap oleh bayi dibandingkan dengan makanan sumber zat besi lainnya dan juga susu formula. Sebesar 50-70% zat besi dalam ASI dapat diserap oleh tubuh bayi.

Namun, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi, kebutuhan zat gizi bayi pun meningkat. Jika dilihat dalam tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, kebutuhan zat besi bayi usia 7-11 bulan adalah sebesar 7 mg per hari.

Kebutuhan ini tentu sudah tidak dapat dicukupi oleh ASI saja karena kandungan zat besi dalam ASI sangat kecil. Ini menjadi salah satu alasan mengapa bayi usia 6 bulan ke atas harus menerima makanan padat.

Dampak kekurangan zat besi bagi bayi

Jika bayi Anda kekurangan zat besi, tanda-tandanya yaitu:

  • Kenaikan berat badan bayi berjalan pelan
  • Kulit bayi pucat
  • Bayi tidak nafsu makan
  • Bayi sering rewel
  • Bayi menjadi kurang aktif
  • Perkembangan bayi berjalan lambat

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mencukupi kebutuhan zat besi bayi, terutama jika bayi sudah tidak ASI eksklusif. Jika bayi Anda masih berusia di bawah 6 bulan dan sudah tidak ASI eksklusif, Anda bisa memberinya susu formula yang sudah diperkaya dengan zat besi. Sedangkan, untuk bayi yang berusia di atas 6 bulan, Anda bisa memberinya makanan tinggi zat besi di samping ASI dan/atau susu formula.

Beberapa makanan dengan kandungan tinggi zat besi adalah:

  • Daging sapi
  • Hati ayam
  • Hati sapi
  • Bayam
  • Brokoli
  • Ikan
  • Telur
  • Sereal yang diperkaya zat besi

Selain makanan tinggi zat besi, Anda juga dapat memberikan makanan tinggi vitamin C. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi oleh tubuh menjadi lebih baik. Beberapa makanan mengandung vitamin C yang dianjurkan adalah jeruk, tomat, paprika, dan stroberi.

Baca Juga:

Sumber
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak
Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan ...
Selengkapnya
Arinda Veratamala, S.Gz Gizi Ibu dan Anak

Arinda Veratamala adalah ahli gizi lulusan program studi Ilmu Gizi dari Universitas Indonesia. Bakatnya di bidang penulisan mendorongnya untuk menelurkan buku berjudul "Gizi Anak dan Remaja" bersama dengan kedua dosennya di 2017.

Kecintaannya pada dunia gizi, terutama gizi untuk ibu, bayi, anak, sampai remaja, membuatnya ingin terus menghasilkan karya tulisan yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Hal ini karena ia sadar bahwa fase ibu dan anak adalah fondasi awal untuk menciptakan generasi yang hebat.

Selengkapnya
Artikel Terbaru