Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020
Bagikan sekarang

Berbeda dengan bayi pada umumnya, dibutuhkan perawatan ekstra untuk bayi prematur. Salah satu hal yang kerap ditanyakan, yaitu apakah bayi prematur harus diimunisasi selayaknya bayi pada umumnya dan kapan imunisasi tersebut dilakukan. Hal ini menjadi perhatian mengingat kondisi bayi prematur cenderung lemah karena lahir di luar waktu normal. Lalu, bagaimana ketentuan imunisasi untuk bayi prematur?

Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi?

Bayi prematur adalah bayi yang lahir jauh sebelum waktu kelahiran yang normal. Pada umumnya, bayi lahir pada usia kehamilan 37-40 minggu, sedangkan bayi prematur lahir pada usia kehamilan dibawah 37 minggu.

Pada umumnya, ciri-ciri bayi prematur adalah terlihat sangat kecil dan memiliki berat badan yang rendah. Tidak hanya itu saja, ada berbagai risiko masalah kesehatan bayi prematur, juga masalah perkembangan.

Bahkan, beberapa bayi prematur perlu mendapat perawatan intensif dengan dukungan NICU atau neonatal intensive care unit. 

Fakta tersebut terkadang membuat orangtua berpikir bahwa bayinya terlalu rapuh untuk mendapatkan imunisasi. Padahal, faktanya imunisasi hal yang wajib untuk anak.

Tidak hanya itu saja, imunisasi justru sangat dibutuhkan oleh bayi prematur karena sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah sehingga berisiko terkena berbagai penyakit. Dengan mendapatkan imunisasi yang memang sudah dianjurkan, penyakit-penyakit yang dikhawatirkan itu justru dapat dicegah.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut vaksin yang tersedia untuk bayi saat ini aman untuk diberikan kepada bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Efek samping yang mungkin muncul setelah vaksin pun sama seperti bayi yang lahir pada cukup bulan.

Kapan imunisasi bayi prematur dilakukan?

Bila imunisasi perlu dilakukan, kapan bayi prematur perlu mendapatkannya? Jawabannya, sama dengan jadwal imunisasi pada bayi yang lahir cukup bulan. Usia bayi prematur pun dihitung sejak tanggal kelahirannya, tidak berbeda dengan bayi pada umumnya.

Penting pula untuk memberikan imunisasi kepada bayi prematur secara tepat waktu. Pasalnya, melihat dari apa saja penyebab bayi lahir secara prematur, kondisinya lebih berisiko terkena berbagai penyakit.

Bahkan, beberapa bayi yang dilahirkan sangat dini dan yang membutuhkan NICU mungkin memerlukan dosis tambahan pada beberapa vaksin untuk memberikan perlindungan yang lebih tahan lama.

Meski jadwal imunisasinya sama, ada beberapa vaksin yang mungkin perlu ditunda pada bayi prematur karena kondisi tertentu. Berikut vaksin tersebut dan ketentuannya:

  • Hepatitis B

Bayi perlu mendapatkan paling tidak tiga kali suntikan hepatitis B, yaitu ketika baru lahir, pada usia 2,3,4 bulan. Perlu diperhatikan pula bahwa bayi perlu mendapatkan vaksin hepatitis B paling lambat 24 jam setelah kelahirannya.

Namun, bagi ibu hamil yang positif hepatitis B saat hamil atau pada saat melahirkan, bayinya perlu mendapat vaksin hepatitis B paling tepat 12 jam setelah dilahirkan dan hepatitis B imunoglobulin (HBIG)

Pada imunisasi untuk bayi prematur, hal yang sama pun perlu dilakukan. Namun, bila bayi prematur memiliki berat lahir di bawah 2 kg, pemberian vaksin hepatitis B perlu ditunda pada pada usia 2 bulan dengan harapan berat badan akan mencapai 2 kilogram pada saat itu.

Pasalnya, vaksin hepatitis B tidak dapat bekerja dengan baik pada bayi dengan berat di bawah 2 kg

  • BCG

Vaksin BCG merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) pada anak termasuk untuk bayi prematur. Sama seperti vaksin hepatitis B, vaksin BCG pun merupakan salah satu vaksin yang wajib untuk bayi dan umumnya disediakan gratis oleh pemerintah melalui posyandu.

Pada umumnya, vaksin BCG diberikan saat lahir atau saat bayi berusia satu bulan. Namun, imunisasi pada bayi prematur yang lahir di bawah usia kehamilan 34 minggu tidak akan langsung diberikan vaksin BCG. Pasalnya, vaksin ini tidak akan bekerja dengan baik pada usia tersebut.

  • Rotavirus

Tidak seperti vaksin hepatitis B dan BCG, vaksin rotavirus tidak diwajibkan oleh pemerintah. Namun, jenis vaksin ini bisa menjadi vaksin tambahan yang direkomendasikan untuk imunisasi bayi prematur.

Vaksin rotavirus biasa diberikan pada usia bayi 6-14 minggu. Bayi prematur yang lahir pada usia 32 minggu direkomendasikan mendapat vaksin ini tepat waktu.

Namun, bayi prematur yang lahir pada usia di bawah 32 minggu tidak bisa mendapatkan vaksin pada kisaran usia tersebut. Bahkan, vaksin ini mungkin saja dilewati atau bukan ditunda.

Meski demikian, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak untuk mengetahui secara pasti mengenai imunisasi untuk bayi prematur, sesuai dengan kondisi bayi. Pastikan pula bahwa bayi berada di dalam kondisi yang stabil.

  • Polio

Polio merupakan penyakit yang tergolong sangat menular dan disebabkan oleh virus polio dan langsung menyerang sistem saraf. Perlu diperhatikan apabila penyakit ini pun dapat menyebabkan kelumpuhan juga kematian.

Anda juga perlu wasapada karena virus dengan tiga tipe ini biasanya menyerang anak-anak di bawah 5 tahun yang tidak divaksinasi penuh.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan imunisasi vaksin polio untuk bayi prematur yang sudah melewati usia 2 bulan. Selain itu, perhatikan jika berat badan bayi sudah lebih dari 2000 gram.

  • DPT

DPT merupakan penyakit difteri, pertussis, dan juga tetanus. Difteri merupakan infeksi serius pada tenggorokan yang dapat mengganggu pernapasan. Lalu tetanus adalah penyakit saraf yang disebabkan oleh bakteri penghasil racun yang mengkontaminasi luka.

Sedangkan pertussis adalah penyakit pernapasan yang menyebabkan batuk parah. Komplikasi yang cukup serius bisa terjadi pada anak di bawah 1 tahun juga bayi 6 bulan.

Maka dari itu, imunisasi untuk bayi prematur juga dapat dilakukan ketika sudah melewati masa usia 2 bulan dengan berat badan yang cukup yaitu lebih dari 2000 gram.

  • Influenza

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas bahwa bayi prematur dapat mempunyai beberapa risiko masalah kesehatan yang lebih tinggi. Termasuk risiko komplikasi dari penyakit flu seperti masalah pernapasan, jantung, sampai kelainan saraf.

Walaupun tidak bisa langsung melakukan vaksin flu, imunisasi untuk bayi prematur yang satu ini dapat dilakukan ketika usia bayi sudah mencapai 6 bulan. Setidaknya, bayi prematur mendapatkan dua dosis vaksin dengan jeda 4 minggu.

Setelah itu, anak bisa mendapatkan satu kali dosis setiap tahunnya. Namun, konsultasikan kembali dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Hal yang harus diperhatikan pada imunisasi bayi prematur

Di masa kehamilan, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi juga mencegah bayi lahir secara prematur. Namun, ada faktor-faktor lain pula yang tidak bisa diprediksi sehingga dapat terjadi kelahiran bayi prematur.

Walaupun terdapat metode kangguru sebgai salah satu perawatan yang cukup efektif, sebaiknya Anda pun tidak melupakan pentingnya imunisasi untuk bayi prematur.

1. Mencegah datangnya peyakit

Sudah menjadi hal yang wajar apabila Anda merasa khawtir dengan apa saja yang dilakukan untuk kondisi bayi prematur. Namun, perlu diingat bahwa vaksin dari imunisasi untuk bayi prematur merupakan tindakan pencegahan agar bayi tidak mengalami infeksi.

Infeksi dari kondisi tertentu lah yang merupakan peluang terjadinya penyakit lainnya.

2. Aman dilakukan

Dikutip dari Healthy Children, semua vaksin yang tersedia aman diberikan untuk bayi prematur serta bayi dengan berat badan rendah. Walaupun bayi prematur tidak mempunyai sistem imun yang terlalu baik, imunisasi ini diharapkan dapat bekerja dengan baik.

Hal yang biasa terjadi adalah bayi bisa mengalami gangguan tidur selama satu atau dua hari ke depan. Sebaiknya konsultasikan pada dokter apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

3. Efek samping yang sama

Setiap kali selesai melakukan imunisasi, efek samping merupakan hal yang biasa dikhawatirkan orangtua. Apalagi bayi prematur juga mempunyai kondisi yang lebih rentan.

Namun, sebaiknya jangan khawatir dengan efek samping yang bisa terjadi. Hal ini karena efek samping  masuknya vaksin pada bayi prematur pun serupa dengan bayi yang lahir sesuai jadwal normal.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhan Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Parenting, Menyusui 06/01/2020

Lindungi Kulit Bayi Prematur dengan 5 Tips Ini

Bayi memiliki kulit yang sensitif, apalagi jika lahitr secara prematur. Yuk, intip tips merawat masalah kulit bayi prematur agar tetap sehat berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting 10/11/2019

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada Bayi, Apa Saja Penyebab dan Penanganannya?

Berat badan rendah pada bayi yang baru lahir bisa menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi selama di dalam kandungan. Bagaimana penanganannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur

Organ bayi yang lahir prematur cenderung belum sempurna, misalnya paru-paru. Itu sebabnya, sering terjadi komplikasi pada bayi prematur. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Vaksin cacar air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
anak tidak diimunisasi

Imunisasi di Tengah Pandemi COVID-19 Tetap Penting, tapi Amankah?

Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16/04/2020