Mungkinkah Autisme Disebabkan Oleh Hormon Ibu Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Autisme bisa dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya yaitu riwayat kesehatan keluarga, jenis kelamin, dan gangguan lainnya. Namun, tahukah Anda bahwa keseimbangan hormon ibu hamil juga bisa berperan dalam perkembangan autisme? Simak kaitannya di bawah ini.

Autisme dan estrogen

Estrogen adalah sekelompok hormon yang secara kimiawi strukturnya serupa. Yang termasuk dalam kelompok hormon estrogen yaitu estradiol, estriol, dan estrone. Hormon-homon ini bertanggung jawab dalam perkembangan dan pemeliharaan karakteristik seksual wanita. Ovarium (indung telur), sel lemak, dan kelenjar adrenal bertanggung jawab untuk memproduksi hormon-hormon ini. 

Banyak penelitian telah mengungkapkan bahwa kadar estrogen yang terlalu tinggi dalam tubuh ibu saat hamil dapat meningkatkan risiko autisme pada bayi yang dikandung. Selain itu, jika seorang ibu hamil lagi dalam waktu tiga bulan setelah melahirkan, anaknya kemungkinan besar akan mengalami autisme.

Para ahli juga percaya bahwa semakin tinggi paparan seumur hidup terhadap estrogen, semakin tinggi pula kadar hormon estrogen yang beredar. Maka dari itu, jika Anda mendapatkan menstruasi pertama lebih dini, anak Anda menjadi lebih berisiko terkena autisme.

Namun, pada kadar yang wajar, estrogen dalam tubuh sebenarnya baik untuk perkembangan otak janin. Hormon ini mendukung terjalinnya berbagai jaringan dan sel dalam otak sehingga otak jadi lebih efektif bekerja. Karena itu, penting sekali untuk menjaga kadar hormon ibu hamil tetap stabil dan wajar. 

Autisme dan progesteron

Progesteron adalah istilah hormon yang diproduksi terutama oleh indung telur. Hormon ini juga bisa dibentuk di plasenta selama kehamilan. Pria juga memiliki kelas hormon ini dalam jumlah kecil yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal.

Obat-obatan seperti pil KB dan terapi pengganti hormon juga bisa memberi asupan progesteron. Pada wanita, progesteron meningkat dengan siklus mestruasi. Selama kehamilan, progesteron merangsang dinding rahim supaya menebal. Pasalnya, sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma harus menempel ke dinding rahim supaya bisa membentuk janin.

Setelah menopause, produksi progesteron pada wanita menjadi berkurang. Di samping menopause, progesteron bisa berkurang karena beban kerja, olahraga, dan pola makan rendah kalori. Nah, Anda harus berhati-hati karena kadar progesteron yang rendah pada ibu hamil bisa menyebabkan peningkatan kejadian autisme pada anak-anak.

Autisme dan testosteron

Testosteron termasuk dalam kelompok hormon pria yang disebut androgen, tetapi ini tidak berarti bahwa hanya pria yang memilikinya. Wanita juga memiliki testosteron. Indung telur menghasilkan dan melepaskan hormon ini ke dalam aliran darah.

Temuan-temuan yang baru menunjukkan bahwa kadar testosteron yang tinggi dalam rahim ibu dapat dikaitkan dengan peningkatkan kejadian autisme pada anak. Namun, penelitian yang ada sebagian besar dilakukan pada anak laki-laki, meskipun ada sejumlah kecil anak perempuan yang dilibatkan. Para peneliti  juga harus meneliti lebih jauh untuk menentukan apakah ada hubungan yang serupa antara testosteron dan risiko autisme pada anak perempuan.

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menentukan hubungan antara autisme dan hormon ibu hamil. Perubahan abnormal pada kadar hormon selama kehamilan bisa dikaitkan pada autisme bayi di kemudian hari. Dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan informasi ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit