Hirschsprung (Hisprung)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Definisi Hirschsprung (hisprung)

Hirschsprung (hisprung) adalah kelainan bawaan pada bayi baru lahir yang membuat usus besar bermasalah dalam mengeluarkan feses. Kondisi ini juga disebut megakolon aganglionik kongenital.

Kondisi ini muncul sejak lahir. Sebabnya, sel saraf di usus besar bayi yang bernama sel ganglion tidak berkembang dengan baik saat bayi masih berada di dalam kandungan. 

Kelainan pada bayi ini biasanya terlihat dalam kurun waktu dua bulan pertama setelah kelahiran. Pada kasus yang lebih ringan, kondisi ini mungkin baru akan terdeteksi ketika telah memasuki masa kanak-kanak.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Hirschsprung merupakan kondisi yang jarang terjadi. Mengutip dari U.S National Library of Medicine, diperkirakan ada 1 dari 5.000 bayi baru lahir yang mengalami hisprung. 

Hirschsprung dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala Hirschsprung

Tanda-tanda dan gejala dari penyakit Hirschsprung bervariasi pada tingkat keparahan kondisi. Biasanya tandanya muncul setelah persalinan, tetapi kadang tidak terlihat hingga kemudian hari.

Umumnya, tanda yang paling jelas dari Hirschsprung adalah bayi tidak bisa buang air besar dalam kurun waktu 48 jam setelah dilahirkan. Padahal normalnya, bayi akan mengeluarkan mekonium atau feses pertama saat baru lahir.

Selain itu, gejala hisprung lainnya yang dialami pada bayi baru lahir adalah:

  • perut bengkak dan kembung pada bayi,
  • anak muntah berwarna hijau atau cokelat,
  • sembelit atau susah buang air besar,
  • perut bergas yang dapat menyebabkan bayi rewel,
  • bayi dan anak demam,
  • kesulitan dalam buang air kecil,
  • gagal untuk mengeluarkan mekonium setelah kelahiran,
  • frekuensi buang air besar tidak sering,
  • penyakit kuning,
  • susah menyusui, serta
  • kenaikan berat badan yang buruk.

Bayi dengan Hirschsprung juga bisa mengalami diare dan enterocolitis atau adanya infeksi pada usus yang mengancam jiwa.

Ada beberapa anak yang baru menunjukkan gejala Hirschprung ketika sudah bertambah besar. Tanda-tandanya meliputi:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu yang dialami si kecil, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat bayi memiliki gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya segera konsultasikan dengan dokter.

Penyakit Hirschsprung dapat menjadi serius jika tidak ditangani, penting untuk segera mencari pertolongan secepat mungkin.

Penyebab Hirschsprung

Normalnya, selama bayi berkembang di dalam kandungan, sel-sel saraf terbentuk. Sel ini termasuk pada sistem pencernaan yang terbentuk mulai dari kerongkongan (esofagus), mengarah ke perut, hingga berakhir di anus.

Seorang bayi umumnya akan memiliki sekitar 500 juta jenis sel saraf yang terbentuk dari kerongkongan hingga ke anus.

Banyaknya sel saraf tersebut menjalankan banyak fungsi, salah satunya yakni memindahkan atau mengalirkan makanan dari satu bagian sistem pencernaan ke bagian lainnya.

Namun, proses pembentukkan sel-sel saraf tersebut berbeda pada bayi yang mengalami Hirschsprung atau hisprung.

Pertumbuhan sel-sel saraf bayi dengan Hirschsprung berhenti di bagian ujung usus besar atau tepat sebelum rektum dan anus.

Inilah mengapa bayi baru lahir yang memiliki penyakit Hirschsprung biasanya tidak dapat buang air besar setelah kelahiran.

Pada beberapa bayi lainnya, sel-sel saraf juga bisa hilang atau berhenti tumbuh di bagian sistem pencernaan mana pun. Terhentinya pertumbuhan sel-sel saraf tersebut membuat feses yang seharusnya keluar malah berhenti di bagian tertentu.

Hal ini membuat feses yang macet dan susah keluar jadi menumpuk di dalam sistem pencernaan. Akibatnya, bagian usus bayi tersumbat sehingga membuat perut menjadi bengkak dan kembung.

Menurut Bostons’s Children Hospital, penyebab sel-sel aganglion pada bayi dengan Hirschsrpung atau hisprung belum diketahui secara pasti.

Namun, penyebab Hirschsrpung atau hisprung diduga karena ada faktor genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak atau ada riwayat keluarga yang juga mengalaminya.

Jadi, jika salah satu orangtua mengalami kondisi Hirschsprung atau hisprung, peluang bayi lahir dengan kelainan yang sama tersebut tentu akan lebih tinggi.

Contohnya, bila ada salah satu anak di suatu keluarga yang memiliki kondisi Hirschsprung atau hisprung, saudara kandungnya memiliki kemungkinan sekitar 3 – 12% untuk mengalami kondisi yang sama.

Faktor-faktor risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko bayi terkena Hirschsprung. Ketika ada saudara kandung yang mengalami Hirschsprung atau hisprung, peluang ia untuk memiliki kondisi ini akan lebih besar. 

Selain itu, biasanya hisprung lebih umum terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan dengan bayi perempuan. 

Kondisi ini juga terkait dengan kelainan yang muncul sejak lahir, seperti down syndrome atau penyakit jantung kongenital. Bisa dikatakan bahwa bayi yang lahir cacat lebih rentan mengalami hisprung.

Diagnosis dan pengobatan Hirschsprung

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter anak akan melakukan diagnosis Hirschsprung atau hisprung dan pemeriksaan dengan menanyakan mengenai frekuensi serta kebiasaan buang air besar anak atau bayi

Salah satu atau beberapa tes yang dapat disarankan dokter untuk mendiagnosis penyakit Hirschsprung atau hisprung adalah sebagai berikut.

1. Pemeriksaan x-ray perut menggunakan pewarna kontras

Proses pemeriksaan rontgen atau x-ray ini dilakukan dengan barium atau pewarna kontras lainnya dimasukkan ke dalam usus melalui tabung khusus yang dimasukkan pada rektum.

Barium mengisi dan melapisi lapisan usus sehingga menghasilkan siluet jelas dari usus besar dan rektum.

Pemeriksaan rontgen atau x-ray ini membantu membedakan bagian kontras di antara usus normal dan usus tanpa saraf yang mengalami pembengkakan akibat Hirschsprung atau hisprung. 

2. Mengontrol otot-otot di sekitar rektum

Biasanya, dokter akan melakukan tes manometri pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa dengan memompa balon di dalam rektum.

Dalam kondisi normal, otot-otot di sekitar rektum seharusnya mengendur saat dilakukan tes tersebut. Jika yang terjadi justru adalah sebaiknya, tandanya anak mengalami Hirschsprung atau hisprung. 

3. Mengambil sampel jaringan usus besar

Pengambilan sampel jaringan pada diagnosis Hirschsprung atau hisprung ini dilakukan untuk pengujian biopsi. 

Sampel biopsi dapat diambil melalui alat penyedot kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat ada atau tidaknya sel saraf terkait Hirschsprung atau hisprung. 

Apa saja pengobatan untuk Hirschsprung?

Beberapa adalah pilihan pengobatan untuk mengatasi bayi yang terkena hisprung.

1. Operasi memotong bagian usus

Operasi ini dilakukan dengan memotong atau menghilangkan bagian usus besar yang tidak memiliki sel saraf. Selanjutnya, bagian usus besar yang normal atau memiliki sel saraf ditarik dan dihubungkan ke anus anak.

Operasi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung ini biasanya dilakukan dengan metode laparoskopi, menggunakan alat dengan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam sistem pencernaan anak.

2. Operasi ostomi

Ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung adalah operasi yang bisa dilakukan dalam dua tahap.

Pertama, bagian usus besar yang abnormal diangkat dan bagian usus besar atas yang sehat disambungkan pada lubang yang dibuat oleh dokter pada perut anak.

Feses kemudian keluar dari tubuh melalui lubang ke kantung di bagian ujung usus yang menjulur melalui lubang pada perut (stoma). Hal ini akan memungkinkan bagian bawah usus besar bisa pulih kembali. 

Pada tahap operasi ostomi kedua untuk menangani Hirschsprung atau hisprung, bagian usus yang normal kemudian dihubungkan dengan anus guna menutup stoma.

Prosedur ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung meliputi:

  • Ileostomi: Dokter mengangkat seluruh usus besar dan menyambungkan usus kecil kepada stoma. Feses keluar dari tubuh melalui stoma ke dalam kantung.
  • Kolostomi: Dokter membiarkan bagian usus besar tetap utuh dan menyambungkan pada stoma. Feses keluar dari tubuh melalui ujung usus besar.

Setelah operasi ostomi sebagai pengobatan Hirschsprung atau hisprung, kebanyakan anak dapat buang air besar secara normal.

Meski begitu, ada beberapa anak mengalami diare pada awalnya. Mengajarkan toilet training atau cara menggunakan toilet untuk buang air kecil dan besar mungkin akan memakan waktu lebih lama.

Hal ini karena anak perlu untuk belajar mengkoordinasikan otot untuk buang air besar. Dalam jangka panjang, ada kemungkinan anak akan mengalami sembelit yang berlanjut, perut membengkak, atau feses yang bocor sebagai efek dari prosedur medis.

Anak-anak tetap berisiko mengalami infeksi usus (enterocolitis) setelah operasi ostomi untuk menangani Hirschsprung atau hisprung, terutama pada tahun peratama.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk tetap memerhatikan berbagai gejala yang muncul pada anak. Segera hubungi dokter bila si kecil mengalami gejala enterocolitis seperti:

Jangan tunda untuk memeriksakannya jika gejala ini sudah muncul.

Pengobatan di rumah

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Hirschsprung.

1. Berikan makanan berserat tinggi

Jika anak sudah makan makanan padat, jangan lupa berikan makanan berserat tinggi. Tawarkan gandum utuh, buah-buahan dan sayuran serta batasi roti tawar dan makanan berserat rendah lainnya.

Ini karena peningkatan makanan berserat tinggi secara tiba-tiba dapat memperburuk sembelit pada awalnya, berikan makanan berserat tinggi secara perlahan. 

Sementara jika anak belum mengonsumsi makanan padat, minta dokter susu formula yang dapat meringankan sembelit. Beberapa bayi mungkin memerlukan selang sementara agar lebih mudah saat makan. 

2. Perbanyak minum

Minta anak untuk minum lebih banyak air. Ini karena ketika sebagian atau seluruh usus besar anak diangkat, anak mungkin akan mengalami kesulitan menyerap cukup air.

Minum lebih banyak air dapat membantu anak tetap terhidrasi, sehingga akan membantu meringankan sembelit.

3. Perbanyak aktivitas fisik

Jika usia anak sudah cukup besar, ajak ia untuk memperbanyak aktivitas fisik guna melancarkan buang air besar.

Aktivitas fisik yang bisa dilakukan pada anak dengan Hirschsprung dapat meliputi olahraga, bermain, dan lainnya.

4. Pemberian laksatif dari dokter

Dokter mungkin akan memberikan obat laksatif untuk membantu melancarkan buang air besar pada anak dengan Hirschsprung.

Namun, hal ini hanya berlaku bila anak kondisi anak tidak kunjung membaik meski sudah memperbanyak asupan serat, minum air putih, dan melakukan aktivitas fisik.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Radang Tenggorokan pada Anak: Mulai dari Alami Sampai Medis

Radang tenggorokan pada anak sering berujung batuk sampai muntah dan perlu obat untuk mengatasinya. Berikut daftar obat yang bisa dicoba.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 3 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Cacingan adalah penyakit yang paling rentan dialami oleh anak-anak. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri cacingan pada anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Anatomi Tubuh Manusia: Mengenal Sistem-Sistem Organ Manusia

Anatomi tubuh manusia tersusun atas sel, jaringan, organ, dan sistem organ. Sistem organ manusia terdiri dari kumpulan beberapa organ.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Perbedaan Laktosa dan Sukrosa, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Penting bagi Ibu mengetahui perbedaan sukrosa dan laktosa, serta pemberiannya yang terbaik untuk susu si Kecil. Ini perbedaannya!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
perbedaan laktosa dan sukrosa
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 28 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
retardasi atau keterbelakangan mental

Retardasi Mental (Keterbelakangan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
enzim pada pencernaan

Mengenal Berbagai Enzim Pada Pencernaan Manusia Serta Fungsinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit