Tidak Perlu Panik, Begini Cara Mengatasi Demam pada Anak di Malam HariIni adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Demam pada anak merupakan alasan konsultasi ke dokter anak atau dokter umum terbanyak yang dilakukan masyarakat. Jumlahnya sekitar 30% dari seluruh total kunjungan. Demam dapat terjadi kapan dan di mana saja, termasuk saat mendekati waktu istirahat atau di malam hari. Seringkali penanganan anak demam malam hari segera dilakukan oleh orang tua. Akan tetapi, apakah langkah untuk mengatasi demam pada anak yang Anda lakukan sudah tepat?

Mendiagnosis saat anak demam malam hari

Seringkali, setelah mengetahui anak mengalami demam dan tanpa mencari tahu gejala lain, orang tua membayangkan kemungkinan terburuk dan ingin langsung segera membawa si kecil ke Unit Gawat Darurat. Apalagi saat orang tua mendapati anak demam di malam hari.

Hal ini menyebabkan tingginya angka pasien anak di ruang gawat darurat karena demam. Pada kenyataannya, hanya sedikit anak yang benar-benar perlu menginap dan mendapat perawatan dari rumah sakit. Sebagian besar anak mengalami demam yang biasa terjadi karena proses tubuh dalam melawan infeksi atau penyakit.

Perlu Anda ketahui, tinggi suhu atau temperatur tubuh saat anak demam malam hari bukan satu-satunya faktor penentu apakah si kecil memerlukan penanganan dokter. Mendiagnosis demam pada si kecil harus berdasarkan hal lain selain temperatur tubuh, yaitu kondisi fisik secara keseluruhan.

Meringankan gejala demam pada anak

Demam yang biasa muncul sebagian besar tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, Anda tentu dapat membantu meringankan gejala yang dirasakan si Kecil. Berikut beberapa cara untuk bantu meringankan gejala anak demam malam hari.

Jaga cairan tubuh anak tetap stabil

Saat demam, tubuh si Kecil dapat kehilangan cairan secara cepat sehingga menyebabkan dehidrasi. Jika terjadi, dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius dan memperburuk gejala demam. Untuk itu, hindari dehidrasi dengan terus berusaha mendorong anak agar mau minum air ataupun susu (bagi yang masih menyusui).

Obat penurun panas

Penggunaan obat penurun panas bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh dan membuat anak merasa lebih nyaman. Ikatan Dokter Anak Indonesia melansir bahwa parasetamol merupakan lini pertama untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri.

Jika si Kecil berusia di bawah 2 bulan, Anda harus berkonsultasi pada dokter sebelum memberikan jenis pengobatan apapun. Hal ini menjadi salah satu alasan saat anak demam malam hari agar segera mencari bantuan pertolongan dokter anak.

Mengenakan pakaian longgar atau lebih nyaman

Pilih pakaian untuk si kecil dengan bahan yang ringan dan lembut serta menggunakan kain atau selimut tipis. Menggunakan pakaian yang berlebihan dapat membuat panas tubuh terjebak dan menyebabkan suhu tubuh naik.

Mengatasi anak demam malam hari dapat juga dilakukan dengan mengatur suhu kamar atau ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin.

Kompres

Kompres merupakan cara yang sudah lama dipercaya dapat menurunkan suhu badan yang naik ketika demam. Namun, hindari menggunakan kompres dengan air dingin. Sebaliknya, gunakan kain yang direndam air hangat. Lalu letakkan di lipat ketiak dan lipat selangkangan selama 10-15 menit. 

Cara ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh karena panas dapat keluar dari pori-pori kulit melalui proses penguapan.

Kapan harus menemui dokter?

Tingkat temperatur yang pasti dapat menentukan pertimbangan untuk menemui dokter, tetapi tetap harus mempertimbangkan usia, penyakit yang diderita, dan gejala lain yang menyertai demam.

Hubungi dokter jika anak demam malam hari dengan beberapa faktor ini:

  • Si kecil berusia di bawah 3 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius
  • Si kecil berusia lebih dari 3 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 39 derajat celcius

Selain itu, jika demam menunjukan angka di bawah 39 derajat celcius, Anda perlu menghubungi dokter jika disertai hal berikut.

  • Menolak untuk minum air
  • Diare dan muntah-muntah
  • Menunjukan tanda-tanda dehidrasi (seperti frekuensi buang air kecil lebih sedikit, tidak keluar air mata saat menangis, dsb.)
  • Merasa sakit saat buang air kecil

Sebelum membawa si kecil ke dokter atau rumah sakit karena alasan demam, Anda perlu memeriksa gejala lain. Dikarenakan demam biasa cukup umum terjadi pada anak dan akan hilang dengan sendirinya. Anda dapat membantu meringankan gejala demam di malam hari dengan beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 27, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 5, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca