Kenali Tanda Pubertas Pada Remaja Perempuan dan Laki-laki

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/07/2020 . 10 menit baca
Bagikan sekarang

Penting bagi orangtua mengetahui tanda pubertas dan memerhatikan berbagai perubahan pada tubuh anak. Masa puber atau pubertas merupakan tanda anak yang sudah mulai memasuki usia remaja. Maka dari itu, anak akan mengalami perubahan baik untuk psikologis juga fisik ketika. Simak penjelasan lengkap mengenai pubertas pada remaja di bawah ini.

Pubertas pada anak remaja

Pada tahap perkembangan remaja, anak akan mengalami pubertas. Istilah ini digunakan ketika anak telah mengalami perubahan hormon di dalam tubuh.

Dikutip dari Kids Health, masa puber akan membuat tubuh serta karakterisitk seksualnnya berkembang sampai di usia dewasa nanti. Perlu Anda ketahui bahwa usia pubertas bisa berbeda-beda pada tiap anak.

Sebagian besar anak perempuan memulai masa puber ketika mereka berusia 8 hingga 13 tahun.

Sedangkan pada anak laki-laki, pubertas akan dialami saat mereka memasuki usia 10 hingga 16 tahun. Lebih lambat dibandingkan dengan anak perempuan.

Sebagai orangtua, tentu Anda tidak ingin melewatkan masa pubertas anak. Masa ini bisa menjadi masa terakhir dari proses tumbuh kembang anak.

Pada masa ini terjadi puncak pertumbuhan (growth spurt) anak, yang merupakan masa pertumbuhan kedua tercepat setelah masa bayi.

Ciri-ciri pubertas anak perempuan

Perubahan fisik anak laki-laki dan perempuan saat memasuki masa puberberbeda. Bahkan, usia mulai terjadinya puber pun juga berbeda antar keduanya.

Biasanya, anak perempuan lebih cepat memasuki usia pubertas dibandingkan dengan laki-laki.

Tanda pertama pubertas pada anak perempuan

Ciri awal dari remaja perempuan saat mengalami pubertas adalah pertumbuhan payudara. Pertumbuhan payudara ini bahkan bisa saja terjadi tidak secara bersamaan.

Sebagai contoh, payudara yang satu terbentuk lebih dahulu dibanding payudara yang lain.

Selain itu, ciri awal lainnya yang dialami anak perempuan saat puber adalah pertumbuhan rambut pada lengan dan kaki.

Tidak hanya itu saja, rambut di area organ seksual dan di ketiak juga mulai tumbuh.

Jika anak sudah mengalami pertumbuhan payudara dan pertumbuhan rambut pada kemaluan dan ketiak, tandanya sebentar lagi akan mencapai puncak pertumbuhannya.

Tidak hanya itu saja, remaja perempuan juga akan mengalami menarche atau menstruasi pertama.

Ciri-ciri lanjutan pubertas anak perempuan

Ciri pubertas yang dialami oleh anak perempuan tidak hanya berhenti pada tanda awalnya saja. Selanjutnya, remaja perempuan akan mengalami beberapa ciri lainnya, seperti:

  • Menstruasi pertama.
  • Mulai tumbuh jerawat pada wajah
  • Payudara terus tumbuh hingga seperti orang dewasa.
  • Rambut di area organ seksual dan ketiak menjadi semakin lebat.
  • Munculnya kumis tipis pada beberapa anak perempuan.
  • Lebih mudah berkeringat.
  • Mulai mengalami keputihan,
  • Tinggi badan meningkat drastis sejak menstruasi, biasanya 5-7.5 cm setiap tahun.
  • Berat badan mulai meningkat.
  • Pinggul membesar sementara pinggang mengecil.

Ya, beberapa ciri pubertas di atas akan dialami oleh anak perempuan Anda seiring berjalannya waktu. Kurang lebih 1-2 tahun setelah ciri awal pubertas anak muncul, tubuh anak perempuan akan mulai membangun lemak.

Tubuh anak Anda akan mulai membesar, khususnya pada lengan, paha, tangan, dan kaki. Itu sebabnya, pada masa puber, berat badan remaja perempuan cenderung bertambah.

Sebetulnya, anak tidak perlu diet hanya untuk menurunkan berat badannya yang naik saat puber.

Bukannya membuat berat badannya langsing, hal ini justru dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan seksualnya.

Ketimbang membiarkan anak diet, sebaiknya atur pola makan anak supaya berat badannya tetap stabil.

Berikan berbagai makanan yang sehat dan bergizi seperti daging rendah lemak tanpa kulit, ikan, biji-bijian, sayur, dan buah-buahan.

Selain itu, tinggi anak perempuan Anda juga akan bertambah. Oleh karena itu, sebelum mengalami menstruasi, penting bagi Anda untuk selalu mencukupi kebutuhan nutrisinya untuk membantu memaksimalkan pertumbuhan tinggi badan anak.

Menarche biasanya dimulai sekitar 18 bulan sampai 2 tahun setelah anak menunjukkan tanda-tanda pubertas pertamanya.

Ciri-ciri pubertas pada anak laki-laki

Sedikit berbeda dengan anak perempuan, anak laki-laki akan mendapatkan ciri pubertas lebih lambat daripada anak perempuan.

Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir jika anak perempuan yang seusia anak laki-laki sudah lebih dahulu mengalami masa puber.

Tanda pertama pubertas pada anak laki-laki

Ciri pertama yang menunjukkan anak laki-laki memasuki masa pubertas adalah pembesaran ukuran testis. Umumnya, hal ini terjadi rata-rata pada usia 11 tahun.

Setelah itu, diikuti dengan pembesaran ukuran penis. Berikutnya, rambut keriting pada area organ seksual mulai tumbuh, juga pada ketiak anak.

Ciri-ciri lanjutan pubertas pada anak laki-laki

Selain ciri pubertas yang dialami pada masa awal puber, berikut adalah beberapa ciri yang dialami anak selama masa pubernya:

  • Pertumbuhan penis dan testis.
  • Skrotum anak laki-laki akan berubah menjadi semakin gelap.
  • Rambut di area organ seksual dan ketiak menjadi lebih tebal.
  • Produksi keringat bertambah
  • Dada akan sedikit membengkak, pada sebagian anak laki-laki.
  • Mengalami mimpi basah.
  • Terjadinya perubahan suara yaitu menjadi lebih berat.
  • Mulai tumbuh jerawat baik di area wajah maupun badan.
  • Tinggi anak laki-laki bertambah hingga 7-8 cm setiap tahun.
  • Terbentuk otot-otot pada tubuh.
  • Mulai tumbuh rambut pada wajah.

Ketika masa puber, anak laki-laki sudah bisa mengalami ereksi dan juga ejakulasi. Ejakulasi pertama kali atau spermarche biasanya menjadi ciri pubertas pada laki-laki yang paling mudah dikenali.

Ejakulasi ini biasanya ditandai dengan mimpi basah, tapi ereksi sendiri bisa secara spontan terjadi saat anak bangun tidur tanpa alasan yang jelas.

Pada remaja laki-laki, puncak pertumbuhan akan terjadi sekitar dua tahun setelah tanda awal pubertas muncul.

Ia akan mengalami puncak pertumbuhan tinggi badan dan berat badan secara bersama-sama.

Berat badan anak naik saat masa puber disebabkan oleh perubahan hormon GnRH (gonadotropin-releasing hormone) yang diproduksi oleh otak.

Hormon inilah yang bertugas untuk mematangkan fungsi organ-organ tubuh remaja selama masa puber.

Jika perempuan akan memiliki massa lemak yang lebih besar, maka laki-laki akan memiliki massa otot yang lebih besar.

Masalah yang terjadi pada masa puber

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat rentang usia tertentu ketika remaja mengalami pubertas.

Namun, bukan tidak mungkin terjadi masalah seperti pubertas dini, masa puber yang terlambat atau bahkan tidak bisa mengalaminya.

Berikut merupakan penjelasan mengenai masalah yang bisa terjadi, di antaranya adalah:

1. Pubertas dini pada remaja

Anak dikatakan mengalami pubertas dini atau pubertas prekoks apabila ia mengalami ciri-ciri masa pubertas lebih awal sebelum memasuki usia pubertas.

Hal ini merupakan pertumbuhan abnormal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak pada masa mendatang.

Pubertas dini dikenal memiliki dua jenis perkembangan yang berbeda, yaitu:

Pubertas dini sentral

Merupakan jenis pubertas dini yang umum terjadi dan ditandai dengan sekresi hormon gonad oleh kelenjar pituitari di otak yang terlalu cepat.

Hal ini memicu aktivitas testis dan ovarium untuk memproduksi hormon seks dan menyebabkan proses pubertas terjadi lebih awal.

Pubertas dini perifer

Merupakan jenis pubertas dini yang jarang terjadi. Hal ini ditandai dengan produksi hormon seks oleh organ reproduksi namun tanpa aktivitas kelenjar otak.

Lalu, ini juga merupakan pertanda adanya masalah pada organ reproduksi, kelenjar adrenal, atau kelenjar tiroid yang tidak aktif.

Ketidaksiapan tubuh untuk mengalami perubahan dapat menyebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan pada anak. Akibatnya pertumbuhan fisik dan mentalnya menjadi tidak optimal.

Pubertas dini juga akan menyebabkan anak sulit beradaptasi secara emosional dan sosial.

Masalah kepercayaan diri atau merasa kebingungan paling sering dialami oleh anak perempuan karena perubahan fisiknya.

Selain itu, perubahan perilaku dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan akibat perubahan mood dan cenderung lebih cepat marah.

Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya.

2. Masa puber yang terlambat

Pada kasus tertentu, anak masih belum merasakan perubahan saat umurnya sudah menginjak usia pubertas. Kondisi ini biasa juga disebut sebagai late puberty.

Ada beberap penyebab yang memungkinkan remaja mengalami hal ini, di antaranya adalah:

Faktor keturunan

Ini merupakan penyebab yang sering terjadi ketika remaja mengalami masa puber yang tertunda.

Jangan panik karena kondisi ini tidak perlu perawatan. Cukup menunggu sampai tanda-tandanya datang.

Masalah kesehatan

Akan yang mempunyai kondisi penyakit kronis ada kemungkinan mengalami keterlambatan pubertas.

Misalnya, seperti diabetes, ginjal, atau bahkan asma. Hal ini terjadi karena tubuh akan kesulitan berkembang dengan baik.

Lalu, apabila anak tidak mempunyai nutrisi yang cukup juga bisa mengalami kondisi ini sehingga pastikan gizi pada remaja tercukupi. Tidak hanya itu saja, perhatikan agar anak tidak mempunyai gangguan makan pada remaja.

Masalah pada kromosom

Beberapa remaja yang mengalami keterlambatan masa puber juga bisa disebabkan karena adanya masalah kromosom. Misalnya seperti turner syndrome, yaitu ketika salah satu dari kromosom X perempuan tidak normal atau hilang.

Lalu, apabila laki-laki mengalami sindrom Klinefelter dengan kromosom ekstra X. Anda perlu mengonsultasikan dengan dokter untuk mengatasi masalah ini.

3. Remaja tidak bisa mengalami puber

Dalam medis, kondisi ini dosebut sebagai sindrom kallmann. Ini merupakan kelainan genetik langka pada manusia yang didefinisikan terjadinya penundaan atau tidak adanya tanda pubertas.

Kondisi yang bisa terjadi pada perempuan atau laki-laki ini disertai dengan indra penciuman yang terganggu. Kadar testosteron pada pria serta estrogen dan progesteron pada wanita mengalami penurunan jumlah dalam tubuh.

Terjadi kegagalan pertumbuhan seks sekunder pada masing-masing jenis kelamin. terapi utama penyakit ini adalah terapi penggantian hormon (hormone replacing therapy).

Tergantung pada usia seseorang saat terdiagnosis, maka jumlah penggantian hormon disesuaikan dengan kadar hormon seks normal pada rentang usia tersebut.

Konsultasi ke dokter mengenai pubertas anak

Umumnya, orangtua merasa khawatir jika tidak mengetahui apa saja tanda remaja sudah berada di masa puber. Sebenarnya, hal ini tidak perlu terlalu Anda khawatirkan.

Pasalnya, setiap anak memiliki masanya sendiri-sendiri untuk mengalami berbagai tanda puber yang telah disebutkan di atas.

Namun, jika Anda khawatir tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter mengenai perubahan apa saja yang akan dialami remaja. Dokter akan membantu menemukan cara yang tepat dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Anak Usia 9 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan anak usia 9 tahun mencakup perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan bahasa. Apa saja yang dialami anak pada usia ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 26/04/2020 . 9 menit baca

Berapa Lama Masa Pakai Menstrual Cup?

Menggunakan menstrual cup lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Namun, sebenarnya berapa lama masa pakai menstrual cup yang ideal?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 25/04/2020 . 4 menit baca

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Baik laki-laki remaja maupun pria dewasa sama-sama bisa mengalami mimpi basah. Lantas, adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020 . 6 menit baca

Perkembangan Anak Usia 8 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Perkembangan yang dialami anak usia 8 tahun termasuk perkembangan fisik, kognitif, psikologi, dan bahasa. Baca informasi lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Anak, Parenting 22/04/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

tahap perkembangan anak 6-9 tahun

Tahap-tahap Perkembangan Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . 18 menit baca
perkembangan anak usia 12 tahun

Perkembangan Anak Usia 12 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . 8 menit baca
perkembangan psikologi anak

Perkembangan Anak Usia 11 Tahun, Apakah Sudah Sesuai?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . 10 menit baca
cara mengajari anak menulis

Cara Mengajari Anak Menulis dengan Baik dan Rapi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . 8 menit baca