backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

7 Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ulfa Rahayu · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

7 Penyebab Rambut Rontok pada Remaja dan Cara Mengatasinya

Tidak hanya orang dewasa, anak remaja juga bisa mengalami rambut rontok. Penyebab rambut rontok pada remaja bisa jadi karena kekurangan gizi atau adanya penyakit. 

Hanya saja, kerontokan pada remaja sering kali sementara. Setelahnya, rambut bisa kembali tumbuh dengan baik. Mari kenali apa saja penyebabnya!

Penyebab rambut rontok pada anak usia remaja

Normalnya, manusia kehilangan sekitar 50 – 100 helai rambut setiap hari. Proses ini bertujuan untuk menumbuhkan rambut baru yang lebih sehat.

Namun, rambut yang rontok lebih dari jumlah tersebut bisa menandakan masalah kulit kepala yang memerlukan perawatan. Kondisi ini juga rentan terjadi pada remaja.

Berikut berbagai penyebab utama kerontokan rambut pada remaja.

1. Perubahan hormon

Rambut rontok remaja

Penyebab rambut rontok pada remaja yang paling umum adalah perubahan hormon. Hal ini umumnya terjadi pada remaja perempuan.

Pertumbuhan dan perkembangan tubuh saat remaja berkaitan dengan perubahan hormon. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan rambut. 

Pertumbuhan rambut dari akarnya diikat oleh suatu hormon pertumbuhan yaitu dihidrotestosteron (DHT). Nah, remaja, terutama perempuan, bisa mengalami kerontokan karena ketidakseimbangan hormon DHT.

Namun, pertumbuhan rambut akan kembali normal ketika hormon DHT kembali seimbang.

2. Hairstyling atau gaya rambut berlebihan

Hairstyling yang berlebihan juga bisa menyebabkan kerontokan pada remaja. Para remaja seringkali mengubah gaya rambut mengikuti tren.

Remaja senang menggunakan alat styling seperti catokan atau pengeriting yang bisa membuat rambut menyerap panas berlebih.

Nah, meluruskan atau mengeriting rambut setiap hari bisa menyebabkan rambut kering dan rapuh dan akan berakibat pada kerontokan rambut.

Selain itu, anak remaja suka mewarnai rambut menggunakan produk berbahan kimia yang bisa merusak folikel, yaitu tempat tumbuhnya rambut.

3. Kurangnya asupan nutrisi

Rambut rontok pada remaja juga berkaitan dengan asupan makanan bergizi. Kebiasaan mengonsumsi junk food daripada makanan olahan yang bergizi sering membuat remaja kekurangan gizi.

Ketika kekurangan gizi, tubuh akan kebingungan mengedarkan zat gizi karena hampir semua sel tubuh perlu mendapatkan pasokan gizi sesegera mungkin.

Lantas, tubuh akan mengutamakan kiriman zat gizi pada organ-organ vital  seperti jantung, paru-paru, otak, dan sistem pencernaan.

Di saat yang sama, tubuh mengurangi pasokan zat gizi pada organ lain, termasuk rambut. sehingga mengalami kerontokan.

4. Kondisi medis tertentu

Terkadang penyebab kerontokan rambut pada remaja juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu.

Seseorang dapat mengalami kerontokan rambut jika mereka memiliki infeksi kulit kepala, diabetes, masalah pada tiroid, atau kelainan kulit. 

Namun, jangan dulu khawatir jika Anda mengalami kerontokan rambut. Karena rambut rontok yang disebabkan oleh kondisi medis ini lebih akan memiliki gejala penyerta lain.

Orangtua diharapkan memperhatikan setiap perubahan lain yang menyertai rambut rontok dan berkonsultasi pada dokter.

Apa yang terjadi jika rambut rontok dibiarkan?

Rambut rontok yang dibiarkan dapat mengarah pada penipisan rambut hingga akhirnya kebotakan. Anda perlu mewaspadai jika mengalami kerontokan rambut yang tidak wajar.

5. Efek samping obat-obatan

Pada sebagian remaja, konsumsi obat-obatan atau suplemen tertentu juga bisa menjadi penyebab rambut rontok.

Mengutip Harvard Health, beberapa jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan efek samping rambut rontok adalah lithium, beta blockers, warfarin, heparin, amphetamines, dan ledova.

Selain itu, obat-obatan untuk terapi kanker seperti doxorubicin umumnya dapat menyebabkan rambut rontok.

6. Faktor genetik

Jika salah satu anggota keluarga mengalami kerontokan rambut parah hingga menyebabkan kebotakan, keturunannya juga berisiko mengalaminya.

Kerontokan rambut yang terjadi karena faktor keturunan ini umumnya terjadi pada pria, bahkan kerontokan rambut bisa dimulai sejak masa remaja.

Ciri kerontokan rambut akibat faktor genetik yang terjadi pada pria biasanya berupa penipisan rambut di bagian depan atau atas dahi.

7. Stres

Penyebab rambut rontok pada remaja lainnya adalah karena stres. Salah satu tipe kerontokan rambut yang umumnya terjadi karena stres adalah telogen effluvium.

Mengutip Mayo Clinic, kondisi stres yang berlebihan yang membuat folikel rambut memasuki fase istirahat.

Jika hal ini terus berlanjut, dalam beberapa bulan, rambut akan rontok secara tiba-tiba, contohnya saat menyisir serta mencuci rambut.

Namun, kondisi ini biasanya hanya terjadi sementara. Dalam 3 – 6 bulan, biasanya rambut dapat tumbuh kembali dengan baik.

Cara mengatasi rambut rontok pada remaja

Cara terbaik mengatasi rambut rontok di usia muda adalah dengan mengatasi akar masalahnya.

Berikut ini langkah-langkah yang perlu diperhatikan saat anak remaja Anda mengalami rambut rontok.

  • Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang dengan asupan kalori yang optimal.
  • Konsumsi lebih banyak makanan mengandung omega-3.
  • Keramas dan sisir rambut dengan lembut. Oleskan minyak untuk menutrisi rambut, misalnya minyak kelapa.
  • Batasi penggunaan pelurus rambut dan pengering rambut (hairdryer) terlalu panas dan terlalu sering.
  • Hindari penggunaan bahan kimia pada rambut terlalu sering, seperti bleaching atau pewarnaan.
  • Pastikan apakah anak remaja mengalami kekurangan vitamin, terutama zat besi. Konsumsi suplemen untuk mencukupi asupan harian.
  • Konsultasikan pada dokter kemungkinan adanya ketidakseimbangan hormon yang tidak normal.
  • Kurangi stres dan tekanan pada kehidupan anak remaja.

Nah, itulah berbagai penyebab rambut rontok pada remaja serta cara mengatasinya. Umumnya, rambut rontok dapat membaik dengan mengikuti langkah-langkah di atas.

Jika kerontokan terus berlanjut setelah beberapa bulan, konsultasikan kepada dokter untuk mencari penyebab utamanya.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ulfa Rahayu · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan